
"Mungkin kalian telah mengetahui peraturannya, tapi aku akan mengulang sekali lagi." Juri mengedarkan pandangannya menatap satu persatu perwakilan yang berada di atas arena.
"Dalam pertarungan bebas kalian bebas memilih lawan sendiri, bahkan jika harus bertarung bersama pun diperbolehkan. Tapi hanya satu dari kalian yang akan lolos ke babak selanjutnya."
"Jangan sampai ke luar dari arena pertarungan, karena itu salah satu hal yang membuat kalian tersingkir." Juri mengangkat tangan kanannya, nampak kain hitam menggantung di antara jari telunjuk dan juga tengah.
Semua perwakilan bersiap, tak ketinggalan Xuan Yu serta Heng Gui yang merupakan kandidat kuat untuk lolos ke babak ketiga.
"Teman, bagaimana jika kita bekerja sama? Meski terluka Xuan Yu bukan lawan yang mudah, selain itu Heng Gui juga tidak dapat dipandang sebelah mata."
"Kita berasal dari satu klan, tentu kita akan bekerja sama."
Percakapan perwakilan Klan You sangat keras, mereka seolah tak peduli jika perwakilan lain melakukan hal serupa.
Namun yang paling dirugikan adalah Heng Gui, karena hanya ada dia sendiri yang mewakili Klan Heng dalam pertarungan bebas ini.
Sebenarnya Klan Shang juga sama, karena hanya ada Xuan Yu. Sedang Klan Zhuge serta Klan You masing-masing dengan dua perwakilannya.
Pada babak ini tak ada sama sekali perwakilan Klan Hei, karena perwakilan mereka telah tersingkir sejak babak pertama.
"Kalian siap?"
Ketika mendapati keenam perwakilan mengangguk kiri melempar kain hitam di tangannya, bersamanya dengan itu ia melompat keluar arena karena pertarungan bebas membutuhkan jangkauan gerak yang luas.
Keenam perwakilan mengamati kain hitam yang bergerak melambai. Ketika kain hitam itu menyentuh lantai, mereka langsung saling menyerang, tentu saja tidak mereka yang telah memutuskan untuk bekerja sama.
Heng Gui harus menerima jika ia dihadapkan dengan pasangan kembar Klan Zhuge, mereka adik kakak, memang tidak kembar, tapi wajah keduanya cukup mirip.
Di sisi lain Xuan Yu dihadang oleh dua perwakilan Klan You. Namun tuan muda keluarga Xuan yang kini mewakili Klan Shang itu sangatlah tenang.
Sikapnya yang tenang ini membuat dua perwakilan Klan You merasa diremehkan. "Kau memang kuat, tapi kau telah mendapatkan luka pada pertarungan sebelumnya. Jangan bersikap seolah kau dapat menghadapi kami dengan mudah."
Xuan Yu tak menanggapi ucapan mereka, menempatkan pedang di depan tubuhnya.
Dua perwakilan Klan You mendengus, kemudian menyerang dengan senjata mereka. Akan tetapi baru mereka bergerak satu dua langkah, Xuan Yu melesat sembari menyabet kan pedang.
__ADS_1
Dua pria tiga puluhan tahun itu membalakkan mata, gerakan Xuan Yu begitu cepat, mereka tak sempat menghindar. Apa boleh buat, hanya ada satu pilihan, menyerang dari depan.
Prank!
Pedang dua perwakilan Klan You terpental, tapi masih berada dalam genggaman.
Xuan Yu tak melepaskan kesempatan, melesat memburu lawan. Namun begitu pedang hendak menebas, mereka menendang tubuh satu sama lain, membuat tubuh mereka berpencar.
Serangan Xuan Yu hanya menebas udara, tapi masih ada serangan kedua. Dengan cepat memutar pedang dan mengincar salah satu lawan.
Trank!
Dengan pedang di tangannya, ia menahan pedang Xuan Yu.
Sling...
Xuan Yu mendorong pedangnya, membuat lawan yang menahan serangannya hampir jatuh dari arena pertarungan. Semua orang menahan nafas, cukup was-was dengan kondisi perwakilan Klan You yang sudah setengah tubuhnya melayang di udara. Bahkan sebelah kakinya hanya satu jengkal dari permukaan tanah.
Ia berdiri, memandang Xuan Yu. Setelah beberapa saat, ia beralih memandang rekan sesama perwakilan Klan You. Keduanya mengangguk dan langsung menyerang Xuan Yu bersamaan.
Bentrok antar senjata terus berlangsung dan semakin memanas, perlahan tapi pasti koyakan pakaian tercecer di atas permukaan arena.
Xuan Yu mengeluarkan seluruh kemampuannya, serangan pedang hitam itu sangat mematikan terlebih dengan tenaga dalamnya yang besar.
Dua pria kewalahan, tanpa sadar mereka bergerak mundur sementara Xuan Yu terus mendesak dan memaksa mereka terhimpit oleh batas tepi arena pertarungan.
Sreg...
Kedua perwakilan Klan You melirik ke belakang, kaki mereka telah mencapai batas tepi, hanya beberapa gerakan kecil akan membuat mereka jatuh kehilangan keseimbangan.
"Kita hanya bisa bertaruh." Sambil menggertakkan gigi, mereka mengeratkan genggaman pedang.
Setelah merasakan waktu yang ditunggu telah tiba, keduanya menyatukan pedang dan mengeluarkan serangan andalan.
"Pedang Amarah Naga!" Keduanya berteriak lantang, mendorong pedang yang menodong ke depan.
__ADS_1
Xuan Yu yang melihat serangan dua lawannya sedikit terkejut, tapi dengan cepat ia mundur dan perlahan memutar pedangnya ke kanan.
Semua orang yang menyaksikan membuka mulut lebar-lebar. "Dia akan mengeluarkan jurus pamungkas miliknya--Pedang Kehampaan!"
Siapa yang tak mengenal jurus pedang ini, jurus yang khusus dipelajari oleh pewaris keluarga bangsawan Xuan. Juga karena jurus ini nama Xuan Yu menjadi terkenal.
Xuan Yu memejamkan mata, tidak lama, hanya satu tarikan nafas penuh. "Pedang Kehampaan!" gumam Xuan Yu sambil menebaskan pedang secara horizontal.
Tak nampak siluet ataupun bayangan, tapi sangat terasa energi besar yang bergerak menerjang.
BLAR!
Jurus pedang amarah naga milik kedua perwakilan Klan You seolah menghantam dinding yang sangat besar, hancur dan menyebar seketika. Sementara jurus pedang kehampaan milik Xuan Yu menjadi terlihat, meski hanya seberkas cahaya berbentuk pedang.
Wajah dua pria tiga puluhan tahun itu berubah pucat, belum sempat menghindar cahaya berbentuk pedang menghempas tubuh mereka jatuh ke bawah.
Mereka nampak terkejut, karena tidak menerima luka. Perlahan keduanya menengadahkan kepala, ternyata Xuan Yu masih berbelas kasihan dengan membantu mengurangi dampak serangannya sendiri.
Dua perwakilan Klan You langsung berdiri, terlihat wajah mereka memerah. Dengan tindakan Xuan Yu, itu malah membuat mereka demakin dongkol. Merasa diremehkan!
Bukanlah hanya satu jurus saja, apakah mereka tak bisa menahannya? Pikir keduanya dengan perasaan marah yang membara.
Xuan Yu sama sekali tidak berniat demikian, ia hanya tidak ingin kedua lawannya itu terluka parah karena serangannya. Jika dalam pertarungan sungguhan ia tak akan peduli, tapi ini adalah turnamen, sebuah pertarungan untuk berkompetisi.
Bham!
Ledakan teredam itu sontak menarik perhatian Xuan Yu. Ia menbalikkan badan, menjumpai Heng Gui berdiri di hadapannya. Nampak juga dua perwakilan lain, tapi telah ambruk dan tak sadarkan diri.
Nafas Heng Gui sedikit memburu, ia sangat kewalahan dalam menghadapi dua perwakilan Klan Zhuge. Meski pada akhirnya perwakilan Klan Heng itu mampu mengalahkan keduanya.
"Sekarang hanya ada kita berdua." Masih dengan nafas tersengal Heng Gui mengangkat senjatanya, menuding Xuan Yu dengan arogan.
Xuan Yu tetap seperti biasa, sangat tenang. Heng Gui murka, tapi Xuan Yu tetap tak peduli dan bergeming di tempatnya.
"Aku akan mengalahkanmu!" Heng Gui telah bersiap dengan kuda-kuda pertarungan miliknya.
__ADS_1
Xuan Yu malah tersenyum. "Belajarlah dari rekan satu klanmu--Zhou Fan, jika kau memiliki setengah dari kemampuannya, kau baru pantas menjadi lawanku."