Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 193 : Lima Pembunuh


__ADS_3

Zhou Fan keluar mencari udara segar, acara perjamuan memang bukan hal yang cocok baginya. Bercengkerama dengan orang asing yang bahkan tak akrab, tapi harus menunjukkan senyum. Sungguh, itu melelahkan.


Sambil membawa satu gelas arak Zhou Fan memandang bulan, terasa indah walau tak nampak satu pun bintang. Tiba-tiba dari belakang ia merasakan kehadiran seseorang, suara langkah kaki pun terdengar semakin jelas.


Tak tak tak...


"Mengapa kau keluar, perjamuan belum selesai?" Suara yang lembut kan menggoda membuat Zhou Fan mengalihkan pandangan. Benar saja, yang datang adalah wanita muda yang duduk di sebelah Selir Yue.


"Namaku Han Li'er," ucapnya setelah berada di samping Zhou Fan. Dapat tercium aroma harum menyegarkan dari tubuhnya.


Zhou Fan bergeming, meneguk arak sama sekali tak tertarik dengan keberadaan Han Li'er. Hal ini memancing kerutan di kening putri kaisar. "Kau tahu, kau adalah yang pertama mengabaikanku. Banyak anak bangsawan serta generasi muda klan besar yang datang mencoba menarik perhatianku, tapi mereka semua gagal. Kau berbeda, kau berhasil bahkan tanpa mengeluarkan usaha."


Han Li'er dengan sengaja mendekatkan tubuhnya, tapi Zhou Fan malah menjauh. "Tuan putri, aku berpikir tak akan mampu menerima berkah itu. Lebih baik tuan putri kembali ke dalam karena udara malam sangat dingin."


Tangan Han Li'er seketika mengepal, dia tak percaya akan ada seorang pria yang menolaknya. Bagaimana mungkin dia menyerah begitu saja, ia harus menjadi pemenang.


Zhou Fan menghela nafas, dia kemudian beranjak pergi. Namun Han Li'er tak membiarkan begitu saja, "Aku belum mengatakan kau dapat pergi."


"Sayangnya tak ada yang bisa menahan ku." Zhou Fan tetap pergi. Tapi Han Li'er berusaha menahan dengan menarik pakaian Zhou Fan.


Srak!


Tarikan yang kuat membuat pakaian sobek, meski tidak besar terlihat punggung yang kokoh dan kekar di balik pakaian. Han Li'er melihat tubuh Zhou Fan, sesuatu dalam dirinya berdesir tak karuan. Han Li'er yang merasa jantung berdegup kencang, wajahnya memerah dan sedikit panas.


Zhou Fan membalikkan badan, menatap dengan tidak suka. Namun Han Li'er malah manakup wajahnya dan pergi begitu saja. Zhou Fan yang melihat mengedikkan bahu, ia pun beralih pada pakaiannya yang terkoyak.


Hem...


Dengan berat hati Zhou Fan mengganti pakaian, kemudian kembali ke ruang perjamuan. Beruntung ia selalu siap sedia pakaian, atau tak tahu lagi bagaimana cara untuk kembali ke ruang perjamuan.


Zhou Fan sudah cukup lama di luar, masuk ke dalam ruang perjamuan dan mencari perdana menteri. Ternyata pria tua itu tengah duduk di meja arak sambil menikmati segelas arak yang menyegarkan.


"Perdana menteri, ini sudah saatnya aku melanjutkan perjalanan." Zhou Fan memandang langit dari dalam ruangan, jendela yang terbuka lebar membuat pemandangan dapat terlihat dengan jelas.

__ADS_1


Perdana menteri mengikuti arah Zhou Fan memandang. "Ini sudah sangat malam, lihat mereka, nampak sangat menikmati perjamuan. Kau bisa berjalan di kediaman ku, kemudian besok pagi baru menuju Kota Lu."


Zhou Fan melihat Ciu San dan juga Zhi Long, keduanya telah dimabuk arak, mungkin tak akan bisa melanjutkan perjalanan.


Huft...


Tidak ada pilihan lain, ia pun setuju untuk bermalam di kediaman perdana menteri. Saat tengah malam, perjamuan berakhir dan para tamu membubarkan diri.


"Li'er, apa yang kau pikirkan?" Selir Yue melihat putrinya melamun, ini sangat jarang terjadi. Entah apa yang membuatnya begitu.


Han Li'er menoleh dengan terkejut, "Tidak ada yang aku pikirkan ibu," ucapnya sambil memalingkan muka.


Selir Yue tahu ada sesuatu yang terjadi dengan putrinya, ia sangat mengenal bagaimana sifat Han Li'er. Namun ia mencoba tak mengungkapkannya, lebih memilih mencari pertanyaan lain. "Li'er, apakah kau sudah berusaha mendekatinya?"


Mendengar pertanyaan sang ibu, Han Li'er mencari keberadaan Zhou Fan. Ketika mendapati pria itu berada di samping perdana menteri, jantungnya kembali berdetak lebih kencang. "Apa yang terjadi terhadapku?" tanyanya dengan bingung.


Dengan cepat Han Li'er memalingkan pandangan dan tak mencoba memperhatikan Zhou Fan.


Sementara di sisi lain Zhou Fan mengikuti perdana menteri kembali ke kediaman, diikuti Ciu San dan juga Zhi Long yang dalam keadaan setengah sadar.


Hem...


Zhou Fan tak bisa tidur, jadi ia lebih baik memandang ke luar dari balkon ruangan. Sinar bulan nampak asri dengan semilir angin yang menyejukkan.


Di tengah ketenangan, Zhou Fan merasakan pergerakan yang datang dari arah utara, sebuah bangunan yang cukup besar.


Ini aneh! Tanpa banyak berkata Zhou Fan turun dari balkon yang ada di lantai dua, kemudian menuju bangunan besar yang ia lihat dari balkon ruangannya. Nampak beberapa orang dengan pakaian hitam berembuk membicarakan sesuatu, gelagat mereka sangat mencurigakan.


Zhou Fan lebih mendekat, mencoba mendengar apa yang mereka bicarakan. "Ini harus berhasil, jika sampai gagal taruhannya adalah nyawa."


Mata Zhou Fan berkedut mendengar percakapan mereka. Apa yang gagal, kenapa harus kehilangan nyawa.


"Lihat itu dia!"

__ADS_1


Ketika salah satu dari mereka menunjuk ke arah bangunan, nampak Han Li'er berada di luar balkon. Dia termenung sambil memandang ke atas, entah apa yang dipikirkan wanita itu.


Lima pria berpakaian hitam mengeluarkan belati kecil dari balik pakaian, bersiap menyerang Han Li'er.


"Mereka berani berniat buruk kepada putri kaisar di istana kaisar, siapa mereka sebenarnya?" Zhou Fan yakin jika mereka bukan kelompok biasa, mungkin ada yang telah merencanakan ini semua.


Wosh...


Lima orang berpakaian hitam melesat, Han Li'er yang terlarut dalam pikirannya tak menyadari lima orang melesat ke arahnya. Zhou Fan mengedarkan pandangan, tak melihat satupun penjaga yang melintas. Mau tak mau dia harus turun tangan.


Han Li'er memandang bulan, dia seolah bukan Han Li'er yang banyak orang kenal. Malam ini ia berbeda, malam ini dirinya merasakan suatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Mata Han Li'er tiba-tiba terbelalak, ia mendengar pergerakan dari arah belakang. Sontak memutar tubuhnya dan sebuah tebasan menuju ke arahnya.


Dengan secepat kilat Han Li'er mengeluarkan senjata, berusaha menahan serangan lima orang berpakaian hitam. Namun, menghadapi lima orang sekaligus ia tak mampu melakukannya. Lima orang berpakaian hitam menyerang dan tak memberikan ruang, tak ayal Han Li'er berada dalam situasi yang buruk.


Dalam keadaan terdesak Han Li'er berusaha bertahan, "Siapa kalian! Beraninya memasuki istana dan menyerang keluarga istana!"


Lima orang tak menghiraukan, terus menyerang sampai Han Li'er kehilangan senjata. Han Li'er mundur dan mencoba mencari orang untuk dimintai pertolongan, tapi sama sekali tidak ada yang datang.


"Kemana semua penjaga, bagaimana mungkin tak ada satupun dari mereka yang melintas." Han Li'er menggertakkan gigi, langkah kaki perlahan mundur karena tak mungkin menghadapi lima orang berpakaian hitam.


"Tuan putri kedua, ikutlah bersama kami." Satu dari lima orang mendekat, tapi baru satu langkah sesosok bayangan melesat dan langsung mendaratkan sebuah sepakan.


Bugh!


Kaki menghujam perut, tubuh pria berpakaian hitam yang mendekat langsung terhempas bahkan hampir jatuh dari balkon.


Han Li'er yang melihat siapa penolongnya pun membuka mata agak lebar. Tak mengira yang datang adalah dia, pria yang sempat ia pikirkan sebelumnya.


Zhou Fan menoleh ke belakang tanpa membalikkan tubuhnya, berkata kepada Han Li'er. "Tuan putri, sebaiknya engkau masuk ke dalam ruangan dan menutup pintu balkon."


Han Li'er termenung di tempatnya, tapi pada akhirnya mengikuti apa yang dikatakan Zhou Fan. Tersisa enam pria yang saling berhadapan. "Bocah, kau mencari masalah!"

__ADS_1


Zhou Fan menarik sedikit sudut bibirnya, "Mari kita lihat apa yang bisa kalian lakukan."


__ADS_2