Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 76 : Mengunjungi Klan


__ADS_3

Zhou Fan setelah berhasil melebur intisari beast tingkat kesepuluh menyimpannya di dalam botol giok. Itu adalah bahan utama jika ingin membuat pill tingkat jiwa.


Namun Zhou Fan tidak yakin dapat membuat pill tingkat jiwa, meskipun ingin dia tidak bisa membuatnya lantaran tidak memiliki cukup bahan untuk membuat pill.


Hari demi hari berlalu, tak terasa satu minggu sudah Zhou Fan berada di kediaman Klan Song.


Tetua agung kini telah pulih sepenuhnya, ketika ia berjalan, aura dominan sangat kuat dirasakan. Pria tua bernama Song Dayi itu sepertinya telah di tingkat petarung suci bintang dua, karena auranya sedikit lebih kuat dibandingkan Zhou Fan saat tidak menakan kultivasinya.


Di aula klan, nampak hiruk pikuk orang berdatangan ingin menghadiri pertemuan. Baik orang dewasa ataupun anak anak berangsur memasuki pintu ruangan.


Aula Klan Song setidaknya sanggup menampung ratusan orang, ruangan berlantai satu itu sangatlah luas mengimbangi populasi yang ada di dalam klan.


Pertemuan itu hanya berlangsung sesaat, inti permasalahan yang dibahas mengenai keberpihakan klan terhadap salah satu pangeran. Tentu saja mereka berpihak kepada Shao Mingrui yang merupakan darah keturunan mereka.


Aula secara bertahap kembali sepi, menyisakan beberapa orang saja termasuk Zhou Fan dan beberapa orang lainnya.


"Tetua, mungkin ini adalah saatnya menyatukan Kota Chen di bawah kendali kita." Zhou Fan menyuarakan maksudnya.


"Hem... Bagaimana menurutmu?" Song Dayi mengakui jika Zhou Fan memiliki pandangan yang luas, terlepas dari umurnya yang masih muda.


"Yang paling tepat adalah mendatangi mereka satu persatu, kabar kesembuhan tetua juga harus dipertahankan, tidak boleh ada yang mendengar kabar ini, khususnya orang dari luar kota."


Song Dayi mengangguk mendengar pendapat Zhou Fan, dia juga berpikir demikian. Lebih baik datang secara langsung untuk menunjukkan niat baik kepada mereka, tentu hal ini akan dibalas baik juga.


"Cara ini terlalu naif, kita adalah klan nomor satu di Kota Chen, kenapa harus mendatangi mereka, jika harus datang merekalah yang seharusnya datang." Song Akoi melipat tangannya di depan dada, wajahnya angkuh menunjukkan kesan arogan.

__ADS_1


Zhou Fan sekilas melirik, hanya sekilas setelah itu menggelengkan kepala perlahan.


Apa yang dilakukan Zhou Fan tak luput dari pengamatan Song Akoi, membuat pria tua itu terbakar amarah. "Apa maksudmu dengan menggelengkan kepala?! Kau hanya orang baru, tak tahu siapa Klan Song sebenarnya."


Zhou Fan menanggapi dengan tersenyum. "Tetua Akoi, seharusnya kau tahu ada begitu banyak klan di Kota Chen, meski Klan Song adalah yang terbesar, apakah sanggup menahan serangan jika mereka semua bersatu? Mereka segan dengan kebesaran Klan Song, tapi mereka tidak takut."


Pemikiran Song Akoi ini kurang lebih sama dengan pemikiran Klan Ci di Kota Bei Xian yang menganggap diri mereka adalah penguasa, tapi saat semua bersatu tidak ada yang bisa mereka perbuat selain menundukkan wajah dan pergi dengan menanggung malu.


Song Akoi terdiam untuk beberapa saat, tapi hanya beberapa detik karena dia langsung berkata. "Segan? Itu adalah kata lain dari takut, jika mereka yakin dapat mengalahkan kebesaran Klan Song, apakah mereka masih merendah dan bersikap seperti itu?"


"Kekaisaran tanpa penduduk hanyalah tanah kosong tak bertuan, begitu pula dengan Klan Song tanpa klan lainnya. Situasi saat ini kita membutuhkan mereka, jika mereka bergabung atas dasar paksaan apakah kau pikir akan baik bagi pasukan lainnya?" Zhou Fan melirik Song Akoi. Diktaktor adalah suatu yang harus dihindari, jika dibiarkan maka itu akan menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja.


"Yang kau katakan tidak berdasar, kau -- "


Song Akoi menggeram marah, tidak cukup mempermalukannya satu kali, sekarang mencoba mencari muka di depan tetua agung. Di matanya, Zhou Fan bagai seekor lalat yang harus disingkirkan.


Tetua lainnya setuju, mereka juga berpikir mendatangi setiap klan itu adalah cara menunjukkan ketulusan. Selain itu dengan mendatangi setiap klan, berita pulihnya Song Dayi dapat diminimalisir.


"Baiklah, aku akan berangkat sekarang juga. Kau ikut denganku." Song Dayi berdiri dan berjalan ke arah Zhou Fan.


"Rui'er, kau tata kepemimpinan mu dalam pasukan. Pasukan baru membutuhkan sedikit waktu untuk penyesuaian." Song Dayi berkata kepada cucunya yang langsung diangguki oleh Shao Mingrui.


"Ayo berangkat!" Song Dayi setelah berkata sudah tidak berada di tempatnya, dia bagai angin yang bisa datang pergi begitu saja.


Sedetik kemudian Zhou Fan menyusul, dia pun melesat cepat, gerakannya tak lebih lambat dari Song Dayi.

__ADS_1


"Seberapa kuat sebenarnya dia, bahkan kecepatannya hampir menyamai kecepatan tetua agung." Tetua Ouyang berkata sambil menatap jejak kepergian dua sosok tersebut.


"Jika boleh berpendapat, mungkin dia saat ini berada di petarung senior bintang delapan." Penatua Song berkata sambil mengumbar senyum kecut, dia yang sudah berusia senja saja baru di petarung senior bintang dua, tapi seorang generasi muda sudah melampauinya.


Tetua Ouyang termenung. "Kau jangan bercanda penatua, usianya masih begitu muda, apakah masuk akal dia mempunyai kultivasi setinggi itu?"


Tetua lainnya ikut mengangguk, setuju dengan pandangan Tetua Ouyang. Bukankah terlalu mengerikan jika benar memiliki kekuatan seperti yang dikatakan, bahkan di antara mereka - para tetua hanya Tetua Ouyang yang memiliki kultivasi petarung senior bintang delapan.


"Sebenarnya aku pun sulit untuk mengatakannya, tapi itu berdasarkan pengamatan. Tetua sekalian harus tahu jika satu tahun lalu kultivasinya masih berada di bawah ku, tapi entah apa yang dia hadapi dalam kurun waktu tersebut sampai dapat menjadi seperti sekarang." Tetua Ouyang menahan nafas untuk beberapa saat, dia sedikit ragu atas penjelasan Penatua Song, tapi tiada alasan bagi dua untuk berbohong.


Penatua Song menghela nafas, dia juga merasa tertekan ketika menceritakan hal ini kepada para tetua.


"Menurut tuan muda pertama, dia juga merupakan alkemis -- "


"Cukup, penatua. Jika kau mengatakannya lagi, mungkin kami tidak akan bisa naik tingkat." Tetua Ouyang menutup telinga dan pergi meniggalkan aula tanpa menghiraukan penjelasan lebih lanjut Penatua Song tentang Zhou Fan.


Tetua yang lain pun beranjak dari sana, mereka sama seperti Tetua Ouyang, memikirkan betapa mengerikannya sosok Zhou Fan.


Namun berbeda dengan Song Akoi, dia satu satunya tetua yang tidak percaya dengan cerita Song Giuli. Dalam pandangannya, Penatua Song terlalu melebih lebihkan, bagaimana mungkin seorang pemuda memiliki kultivasi petarung senior bintang delapan.


Mengenai kecepatan, itu mungkin hanya kebetulan, jikapun tidak pasti karena memiliki kelebihan dalam hal kecepatan.


Penatua Song sekali lagi menghela nafas, setelah tenang dia pergi menyusul Shao Mingrui yang sudah terlebih dahulu ke tempat pelatihan.


"Bersama dengan tuan muda Zhou, aku harus menyiapkan mental yang kuat. Jika tidak, mungkin aku akan seperti mereka." Ciu San menggeleng dan pergi ke ruangannya bersama dengan saudara kembarnya.

__ADS_1


__ADS_2