Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 74 : Serupa Tapi Tak Sama


__ADS_3

"Sepuluh ribu, inti sari beast ini akan menjadi milikmu. Bagaimana, ini cukup murah mengingat ini adalah barang berharga." Pria paruh baya mengatakan dengan begitu enteng, seolah sepuluh ribu adalah jumlah yang sedikit.


Ciu San hampir tersedak ludah sendiri. "Apa kau bilang, sepuluh ribu? Bahkan kami satu bulan hanya menghasilkan lima sampai enam ribu dari hasil menjaga jalan. Dan kau mengatakan sepuluh ribu dengan begitu mudah?!"


Pria paruh baya melirik tidak suka. "Kau tidak mengerti barang berharga, ini adalah intisari beast yang keberadaannya sungguh langka. Jika dilebur ini setidaknya bisa digunakan untuk sepuluh pill tingkat kesepuluh, tidak hanya itu, jika alkemis itu cukup terampil, bukan tidak mungkin dapat menciptakan pill jiwa."


Zhou Fan menyipitkan mata, pill jiwa? Itu adalah keberadaan tertinggi di antara tingkatan pill. Di Kitab Emperor sendiri Zhou Fan pernah membaca jika tingkatan tertinggi sebuah pill adalah pill tingkat jiwa.


Sebuah pill akan dikategorikan sebagai pill tingkat jiwa jika pill tersebut mempunyai jiwa di dalamnya, jiwa itu adalah kesadaran yang dimiliki pill, bisa berwujud beast ataupun sejenisnya.


Pill tingkat jiwa setidaknya sebanding dengan sepuluh pill tingkat kesepuluh. Tentu khasiat yang mengagumkan dibarengi dengan bahan yang langka serta tingkat kesulitan dalam prosesnya.


"Intisari beast tingkat kesepuluh memang merupakan salah satu bahan dasar dalam pembuatan pill tingkat jiwa, tapi tidak mudah membuatnya ...." Zhi Long berkata sambil meraih intisari di tangan pria paruh baya.


" ... Selain itu tidak akan banyak orang yang bisa meleburkan intisari beast, bahkan kebanyakan mereka enggan untuk melakukannya karena jika tidak berhasil akan ada efek samping." Zhi Long tersenyum, kemudian dia kembali berkata. "Lima ribu, atau lupakan."


Pria paruh baya berpikir, memang benar yang dikatakan pria gempal di depannya. Dia sudah satu bulan menawarkan intisari beast itu kepada beberapa orang, tapi tidak ada yang mau membelinya karena tidak yakin dapat mengolahnya.


"Saudaraku, jangan lima ribu, sembilan ribu lima ratus, anggap saja lima ratus adalah potongan perkenalan." Pria paruh baya berkata sambil mengharukan tengkuk kepala.


Zhou Fan melihat ekspresi wajah pria paruh baya, senyum licik terukir di wajannya. "Lima ribu, aku hanya ada lima ribu."


"Bagaimana jika sembilan ribu? Aku akan melepas intisari itu, dan juga satu barang di lapak ini." Pria paruh baya menjajakan barang dagangannya.


Namun Zhou Fan masih diam, tak memberikan tanggapan.


"Delapan ribu ...."


"Tujuh ribu ...."

__ADS_1


"Ini adalah adalah harga akhirnya enam ribu." Pria paruh baya berjaya sambil menarik nafas panjang.


Hem...


"Lupakan, batasku adalah lima ribu. Meski aku sangat tertarik, tapi harganya terlalu tinggi." Zhou Fan menggelengkan kepala sambil berpura pura pergi.


Pria paruh baya menggertakkan gigi. "Baik! Lima ribu, ini menjadi milikmu." Sambil berkata dia melempar intisari kepada Zhou Fan.


Zhou Fan menangkap intisari dengan satu tangan, dia kemudian mengayunkan tangan mengeluarkan uang kertas untuk membayar. "Lima ribu," ucap Zhou Fan sambil tersenyum.


"Tuan muda, kau membeli intisari itu, apakah kau dapat meleburkannya?" Zhi Long menatap dengan pandangan heran sekaligus penasaran.


"Kau akan tahu setelah aku mencobanya." Zhou Fan belum pernah melebur intisari beast tingkat kesepuluh, dia hanya bisa mencoba, berhasil atau tidak itu bergantung pada keterampilan dan sedikit keberuntungan.


Niat awal membeli untuk Zhou Jim, tapi mendengar manfaat intisari beast tingkat kesepuluh, dia tidak boleh melewatkan kesempatan dalam membuat pill untuk dirinya.


"Kau juga seorang alkemis?"


Zhou Fan berhenti ketika di depannya muncul seorang pria tua. Wajah pria tua ini tampak sengit menatapnya, seolah mempunyai masalah terhadapnya.


"Tetua Akoi, alkemis atau bukan, aku rasa tidak ada hubungan dengan orang lain." Zhou Fan menjawab dengan nada ramah, meski kalimat yang keluar sedikit kasar.


Zhou Fan tidak perlu bersikap baik terhadap pria tua itu, sejak awal Tetua Akoi tidak menghendaki keberadaannya. Padahal dia hanya membantu tetua agung, tapi entah mengapa itu malah menyinggungnya.


"Heh... Meski kau adalah seorang alkemis, paling tinggi kau hanya tingkat dua. Kau membeli intisari dengan harga mahal apakah berguna? Hanya alkemis tingkat lima yang sanggup mengolahnya." Tetua Akoi tak sengaja melihat Zhou Fan membeli intisari beast dari pria paruh baya, sebelum ini dia juga ditawari, tapi karena tidak mampu mengolahnya dia tidak membeli intisari beast tersebut.


Dia berpikir tidak akan ada yang membeli intisari beast, tapi Zhou Fan membelinya. Dia tidak bisa mengolahnya, apakah Zhou Fan bisa, itu tidak mungkin. Hanya seorang pemuda apakah lebih baik darinya dalam hal pembuatan pill, mustahil!


Zhou Fan tak mempedulikan Tetua Akoi, dia berjalan menjauh dan berniat kembali ke kediaman tetua agung.

__ADS_1


"Heh... Hanya ingin pamer, aku tahu kau tak bisa melakukannya, tak bisa meleburnya." Andai Tetua Akoi mengetahui bahwa Zhou Fan merupakan alkemis tingkat ke lima, mungkin dia akan batuk darah karena malu.


"Tuan muda, pria tua itu sangat mengganggu, bolehkah aku menutup mulutnya?" Ciu San melirik ke belakang, dia yakin dapat mengalahkan tetua yang memiliki tingkat kultivasi petarung senior bintang dua tersebut.


"Tidak perlu, membunuhnya sama saja merendahkan diri setara dengannya. Menghadapi seorang sepertinya, hanya membutuhkan sedikit usaha, dia pasti akan sadar tempatnya di mana." Zhou Fan berkata tanpa memalingkan pandangan dari jalanan di depan.


Huh...


"Dia beruntung karena tuan muda berkata demikian, jika tidak aku pastikan dia memiliki akhir yang buruk." Ciu San mendengus dan tak lagi menghiraukan Song Akoi.


"Tuan muda, maafkan kakakku. Dia memang seperti itu, selalu berlebihan." Zhi Long berkata dengan wajah tenang, tak mempedulikan tatapan tajam Ciu San yang terus mengarah ke arahnya.


Zhou Fan hanya mengangguk. Bersama dengan mereka dia mulai menyadari perbedaan sifat di antara keduanya. Ciu San ini sedikit berpikir banyak bertindak, dia adalah pribadi yang menggunakan otot dalam menyelesaikan permasalahan.


Zhi Long berbeda, kepribadiannya lebih tenang. Selain itu Zhi Long memiliki pengetahuan yang luas, dia merupakan kebalikan saudara kembarnya.


"Tuan muda Zhou?"


Penatua Song datang dengan terburu buru, sepertinya ada suatu yang penting. "Tuan muda Zhou, tetua agung telah siuman. Dia ingin bertemu denganmu, penyelamatnya."


Zhou Fan mengangguk. Dia kemudian menyuruh Zhi Long serta Ciu San untuk membeli air roh, karena untuk melebur intisari beast dia membutuhkan bahan tersebut.


"Kalian bisa membeli apapun yang kalian inginkan, tentu saja tidak lebih dari uang yang aku berikan." Setelah berkata Zhou Fan pergi bersama Song Giuli.


Ciu San memandang kepergian Zhou Fan. "Tuan muda begitu kuat dan mengagumkan, tidak hanya bisa menyembuhkan orang tapi juga merupakan seorang alkemis. Aku yakin dengan mengikutinya kita tidak akan menyesal."


Hem...


Zhi Long hanya berdehem, kemudian melesat mencari bahan yang dibutuhkan.

__ADS_1


__ADS_2