
Hari demi hari berlalu, tak terasa sudah satu minggu sejak kejadian di hutan kabut.
Kabar hilangnya rombongan Patriark Klan Ci sudah menyebar ke seluruh Kota Bei Xian.
Adanya kabar ini membuat Kota Bei Xian tidak bisa merasakan ketenangan, karena Tetua Agung Klan Ci terus meneror dengan ancaman ancaman yang tidak masuk akal.
Semua terkena imbas karena masalah ini, meski begitu belum ada yang mengambil tindakan atas tekanan yang mereka dapatkan.
Klan Ci merupakan Klan besar, tentu itu bukan sekedar julukan. Itu mencerminkan betapa digdayanya Klan Ci di Kota Bei Xian.
Tetua Agung Klan Ci merupakan kartu AS yang tersembunyi, sebelumnya tidak ada yang mengetahui keberadaannya selain Klan Ci. Namun ketika kabar hilangnya Patriark Klan Ci menyebar, Tetua Agung tidak mau hanya diam.
Dia mendatangi setiap klan yang ada dan mengeluarkan peringatan peringatan kepada para patriark di sana.
Di Kota Bei Xian, tidak ada yang bisa menandingi kekuatan tetua agung, setidaknya itu yang terjadi jika Penatua Dong yang memiliki kekuatan setara dengannya tidak berada di kediaman pangeran ketiga.
"Pangeran, anda harus menindaklanjuti Klan Ci, mereka sangat keterlaluan, bertindak seenaknya bahkan menghancurkan aset klan lainnya."
"Klan Ci harus disingkirkan, mereka tidak bisa menindas kami dengan kekuatan mereka."
Shao Mingrui memandang kerumunan orang yang berkumpul di halaman kediamannya. Mereka ini merupakan perwakilan dari berbagai klan yang sempat mendapatkan peringatan dari tetua agung Klan Ci.
Zhou Fan yang berdiri di samping Shao Mingrui membisikkan sesuatu. Putra ketiga kaisar itu mangut mangut, senyum juga terlukis jelas di wajahnya.
Untuk sesaat Shao Mingrui hanya diam, dia mengambil nafas dalam dalam dan membuangnya keluar.
"Klan Ci memang harus ditindaklanjuti, demi Kota Bei Xian Klan Ci harus di keluarkan." Shao Mingrui berkata dengan suara lantang, membuat semua orang di sana terdiam.
Beberapa saat tidak ada yang bersuara, suasana menjadi sedikit sepi.
Zhou Fan tersenyum, dia kemudian berteriak. "Usir Klan Ci dari kota ini!"
"Usir Klan Ci dari kota ini!"
"Usir Klan Ci dari kota ini!"
Semua orang di sana berteriak gemuruh, tidak ada yang tidak menyambut usulan ini.
__ADS_1
Shao Mingrui semakin mengembangkan senyumnya. "Ini adalah kesempatan untuk membersihkan Klan Ci."
Zhou Fan mengangkat tangan, membuat semua orang berhenti melakukan orasi.
"Saudaraku, mari kita menuju Klan Ci dan lawan mereka bersama!"
Mendengar teriakan pemuda itu, semua orang kembali bergemuruh dan mengeluarkan senjata. Dari pedang, golok hingga tombak, bersatu menjulang ke atas.
Semua orang berbondong bondong menuju ke tempat kediaman Klan Ci, kini wajah penuh kemarahan terlihat jelas di wajah mereka.
"Tak ku sangka kau memiliki mulut yang sangat berbisa." Shao Mingrui melirik Zhou Fan yang berdiri di sampingnya.
Pemuda itu malah terkekeh, kemudian membalas dengan santai. "Otak diberikan untuk berpikir."
Shao Mingrui termenung mendengar jawaban Zhou Fan, sedang pemuda itu telah bergabung dengan pasukan masa yang terus mengungkapkan kemarahan terhadap Klan Ci.
Otak untuk berpikir?
Ketika menyadari makna tersirat dari kalimat itu, Shao Mingrui mencebik kesal dan dengan cepat menyusul Zhou Fan.
***
"Klan Ci telah menculik putraku, bahkan mengancam Klan Xiu. Ini adalah kesempatan, kenapa harus dilewatkan?"
Zhou Fan tersenyum, dia melirik ke belakang, setidaknya ada sekitar ratusan orang yang telah bergabung dalam pasukan.
Klan Ci seharusnya dalam kondisi lemah saat ini, mengingat mereka telah kehilangan banyak orang di tangan pasukan pangeran ketiga. Dengan ratusan orang, pemuda itu yakin Klan Ci akan luluh lantah jika berani melawan.
Shao Mingrui yang berdiri di samping Zhou Fan perlahan berjalan mendekati gerbang kediaman Klan Ci.
"Katakan kepada tetua agung kalian, pangeran ketiga datang ingin bicara."
Dua penjaga yang sebenarnya sudah berdiri dengan kaki lemas itu pun mengangguk dengan patuh. Bagaimana tidak, sekarang mereka dihadapkan dengan ratusan orang berwajah garang dengan membawa golok serta pedang.
Tak lama pintu gerbang terbuka dan menampakkan puluhan orang memakai pakaian senada, selain itu di barisan paling depan seorang pria tua berjambang panjang berjalan dengan wajah datar.
Sekali lihat saja sudah tahu, jika pria tua ini yang dikatakan sebagai tetua agung. Selain berwibawa, pria tua itu nampak kuat dengan aura tirani.
__ADS_1
"Pangeran ketiga, ada keperluan apa sampai membawa banyak orang?" Meski jumlah mereka terpaut jauh, tetua agung sama sekali tidak gentar, dia percaya dengan kemampuannya di Kota Bei Xian tidak ada yang bisa menandinginya.
Pria tua itu belum mengetahui keberadaan Penatua Song yang berdiri tenang di belakang Shao Mingrui.
Shao Mingrui tak langsung menyampaikan maksud tujuannya. "Apakah benar, anda mengancam serta menindas klan lain di Kota Bei Xian?"
Tetua agung tertawa mendengar apa yang disampaikan Shao Mingrui, dia merasa ini sangat konyol.
"Pangeran, ini adalah dunia yang keras. Siapa yang kuat dia yang memutuskan, salahkan saja karena mereka tidak mampu menjaga klan masing masing."
Zhou Fan mengerutkan kening, saat dia ingin berkata, Patriark Xiu terlebih dahulu mengatakannya. "Yang berarti masalah Patriark Klan Ci juga karena ketidakmampuan anda."
Tetua agung menyatukan alisnya, dia menatap Patriark Xiu dengan sengit. "Memang itu karena ketidakmampuanku. Apa kau ada masalah, Patriark Xiu?"
Patriark Xiu menggeram marah, dia tidak bisa membalas perkataan tetua agung.
"Karena anda mengakuinya, maka Klan Ci harus meninggalkan Kota Bei Xian sekarang juga." Shao Mingrui berkata dengan nada tegas, seolah itu adalah sebuah perintah yang harus dilaksanakan.
Tetua agung bergeming di tempatnya, dia kemudian mengetukkan tongkat yang dia bawa.
Tak...
Permukaan tanah retak dan retakan itu menjalar sampai ke bawah kaki Shao Mingrui. "Jika aku tidak mau, kalian bisa apa?"
Shao Mingrui tersenyum mencibir, dia datang bukan tanpa persiapan. Itulah mengapa dia mengajak Penatua Song untuk datang.
"Jangan selalu melihat ke bawah, sesekali kau juga harus melihat ke samping." Shao Mingrui mengatakan kalimat yang sedikit sulit dimengerti, kening pria tua itu nampak bertumpuk.
Penatua Song perlahan berjalan ke depan, ketika dia sudah berada tepat di samping Shao Mingrui, pria tua itu berhenti.
"Penatua, seberapa yakin kau dapat mengalahkannya?"
"Enam puluh persen." Penatua Song berkata tanpa mempedulikan wajah geram tetua agung.
"Bajingan, siapa kau?! Beraninya berpikir mengalahkan tetua ini, setelah sadar kau akan kehilangan nyawamu." Tetua agung berkata dengan wajah memerah, dia sangat marah karena merasa dilecehkan atas perkataan Penatua Song.
Penatua Song bersikap acuh tak acuh, dan itu semakin menyulut kemarahan tetua agung.
__ADS_1
Shao Mingrui kembali menghadap ke depan. "Aku beri satu kesempatan, tinggalkan Kota Bei Xian, atau ku hancurkan bersama dengan kediaman kalian."