Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 224 : Menghilangkan Aura Petir


__ADS_3

"Tuan muda, engkau kembali?"


Zhou Jim keluar bersama Ciu San dan juga Zhi Long. Padahal baru saja kaki melintasi gerbang, tapi serigalanya itu telah mendeteksi aroma tubuhnya dan membawa serta Dua Kapak Kembar bersamanya.


"Tuan muda, bagaimana dengan dewa beast singa bersayap itu?" Zhi Long tahu betul kekuatan dewa beast sudah mencapai puncak petarung dewa, yakni bintang sembilan. Meski semua telah mengetahui bahwa serangan beast telah diakhiri, tak ada yang tahu bagaimana kabar dewa beast tingkat sembilan.


Zhou Fan mengeluarkan kristal beast, berwarna biru gelap dengan sedikit petir menyelimuti permukaannya.


Mata Zhi Long terbelalak, mengamati kristal beast di depan mata bergantian dengan tuan mudanya. "Tuan muda, i-ini ...."


"Dewa beast itu telah tiada, ini adalah kristal miliknya."


Ciu San terkejut, mendekatkan wajahnya dan menelisik kristal seukuran kepala orang dewasa. "Kristal ini angat besar, kekuatan yang terkandung juga tidak lemah. Selain itu terdapat dua unsur, es dan petir. Tuan muda, apakah kristal ini dapat digunakan sebagai pelengkap kristal beast yang kesepuluh?"


Zhou Fan ikut memandang krital di tangannya, yang dikatakan Ciu San membuatnya bimbang. Ia juga tak tahu apakah kristal ini sudah termasuk dalam ketentuan yang ditetapkan atau tidak. Namun jika harus mencari lagi tak tahu bagaimana ia dapat menemukannya.


Bersamaan dengan itu Sian Lou muncul, tapi ia terkejut dengan perubahan muridnya.


"Ada apa guru?" Zhou Fan yang melihat ekspresi aneh pada sang guru merasa heran, bertanya setelah menyimpan kristal dewa beast.


"Apakah yang baru saja kau simpan adalah kristal dewa beast singa bersayap?" Meski sedikit sulit untuk percaya, tak ada alasan lain selain meyakinkan dirinya. Dari pancaran aura serta ukurannya saja sudah menunjukkan itu bukan kristal beast biasa.


"Benar guru, yang tadi adalah kristal dewa beast singa bersayap. Dia telah tiada, tak akan ada ancaman untuk daratan dewa ataupun daratan Tian Hu."


Mendengar jawaban Zhou Fan mulut Sian Lou terbuka agak lebar, "Apakah itu menjelaskan kekuatanmu yang sekarang?"


Zhou Fan tersenyum canggung, menggaruk tengkuk kepala merasa tak enak. "Ini juga berkat guru, murid ini telah naik tingkat menjadi petarung dewa bintang tujuh."


Ciu San dan Zhi Long melotot terkejut, mereka berdua sudah menebak kekuatan sang tuan muda tidak berada dalam jangkauan keduanya, tapi tak mengira akan sekuat itu. Bukan hanya Dua Kapak Kembar, bahkan Sian Lou pun tertegun dan agak sulit untuk berkata.

__ADS_1


"Ah... Kau telah melambung begitu tinggi, aku bahkan tak pernah mengajarimu, semua itu karena usahamu sendiri. Sekarang aku tak pantas menjadi gurumu." Sian Lou tersenyum kecut, ia tidak menyangka muridnya akan segera melampaui dirinya. Meski terdapat perasaan aneh, tak menutup kemungkinan ia bangga karena telah memiliki seorang murid yang luar biasa.


"Guru, engkau jangan berkata demikian. Aku memiliki prinsip, guru akan selalu menjadi guru. Bahkan lima tahun, sepuluh tahun kemudian engkau juga akan tetap menjadi guruku."


Perkataan Zhou Fan membuat Sian Lou mengusap air mata terharu. Ia sangat diberkahi langit karena memiliki kesempatan untuk menjadi guru seorang seperti Zhou Fan.


"Ayo ke ruangan ku, ada yang ingin aku tanyakan kepadamu." Sian Lou mengajak Zhou Fan yang baru saja kembali, bahkan tak memberi kesempatan untuk mengunjungi ruangan miliknya sendiri.


Dua Kapak Kembar kembali, tak lagi menganggu acara guru dan murid yang nampak akan membahas suatu yang serius.


...


"Sebenarnya apa yang kau lakukan dengan mengumpulkan kristal beast elemen es?"


Zhou Fan yang menundukkan kepala langsung memandang Sian Lou dengan terkejut. "Bagaimana engkau mengetahuinya guru?"


"Saat pertarungan kau melawan beast beruang mata merah, setelah mengalahkannya kau langsung mengambil kristal beast di dalam tubuhnya. Ekspresimu begitu senang, seolah mendapat sebuah barang tak ternilai harganya. Kemudian kau bertarung dengan dewa beast singa bersayap juga bukankah mengincar kristal beast miliknya?"


Tak sedikit waktu yang dibutuhkan untuk menceritakan kisahnya kepada sang guru, mulai dari keadaan istri serta putrinya yang memiliki kondisi fisik matahari.


Setelah mendengar cerita Zhou Fan secara lengkap Sian Lou sudah paham, dia tak menyangka jika muridnya ini memiliki beban yang sangat berat di pundaknya. Tanggung jawab seorang suami dan ayah yang memaksanya melintasi lautan dan menempuh perjalanan menuju daratan tak dikenal.


Namun semua usaha yang dilakukan tak ada yang sia-sia, sekarang dia telah menjadi seorang legenda. Dengan usia yang begitu muda menjadi pilar utama dalam sejarah daratan dewa, bahkan kisah ini akan menyebar sampai ke seluruh daratan Tian Hu.


"Namun ada satu masalah, guru." Ucapan Zhou Fan membuat Sian Lou lepas dari bayang-bayang pikirannya. Langsung menoleh dan menyimak dengan seksama.


"Aku tak tahu apakah kristal dewa beast singa bersayap dapat digunakan sebagai penawar atau tidak. Pasalnya kristal beast ini juga menyimpan kekuatan petir yang kuat, aku khawatir akan berpengaruh pada proses penyembuhan." Zhou Fan masih bimbang dengan permasalahan ini. Jika berkemungkinan bahaya dia tak akan berani mengambil keputusan itu, lebih baik menemukan gantinya meski tak tahu kapan kesempatan itu ada.


"Coba kau keluarkan kristal dewa beast itu," pinta Sian Lou kepada Zhou Fan.

__ADS_1


Awalnya Zhou Fan heran, tapi tetap mengeluarkan kristal dewa beast seperti yang dikatakan sang guru. "Bahkan kekuatan petir yang terkandung lebih dari lima puluh persen. Mungkin aku harus kembali mencari kristal beast elemen es, aku tak mau mengambil resiko."


"Tak perlu, kau tak perlu mencari kristal beast lain."


Zhou Fan menengadahkan wajah, memandang Sian Lou dengan lekat. "Apa maksudmu, guru?"


"Kristal beast ini memang tak akan bagus jika kau sertakan dalam sepuluh kristal guna penyembuhan, kekuatan petir dapat meningkatkan sirkulasi darah dan akan mengakibatkan kematian. Namun, aku memiliki satu cara untuk menghilangkan kekuatan petir di dalam kristal beast ini."


"Guru, sungguh kau dapat melakukannya?!" Zhou Fan sangat antusias, bahkan tanpa sadar kakinya telah berdiri dari tempat duduknya.


Sian Lou mengangguk. "Namun kita membutuhkan bantuan dua pengawalmu itu," ucapnya yang langsung ditangkap oleh Zhou Fan.


"Tunggu sebentar guru, aku akan memanggil mereka." Tak beberapa lama Zhou Fan kembali dengan membawa serta Dua Kapak Kembar.


"Ini mereka. Engkau dapat memulai prosesnya, guru." Zhou Fan duduk kembali, sementara Dua Kapak Kembar tak tahu apa yang akan mereka alami, berdiri seolah menjadi bahan percobaan.


"Baik, aku akan menjelaskan sedikit tentang bagaimana aku menghilangkan kekuatan petir di dalam kristal dewa beast ini." Sian Lou bangkit dan meletakkan kristal dewa beast di atas meja.


"Aku melihat mereka berdua memiliki kecocokan yang tinggi terhadap petir, terlebih teknik meteka juga bertipe petir. Ini bisa sekaligus menjadi keuntungan bagi mereka." Sian Lou kemudian membuka ruang dan semua yang ada di sana mengikutinya.


Mereka tiba di tanah lapang yang ada di belakang Klan Sian, menempatkan sebuah batu secara melingkar Sian Lou menyuruh Ciu San dan Zhi Long duduk di sana. "Kalian serap kekuatan petir sebanyak mungkin, tapi jangan terlalu memaksakan diri karena akan mengakibatkan serangan balik dan itu sangat fatal."


Zhou Fan mengamati dari jauh, melihat sang guru mengatur Dua Kapak Kembar agar berada di tempat yang benar.


Setelah mengatur dua saudara kembar itu Sian Lou memegang kristal dewa beast dengan tangan kanan sementara tangan kiri memusatkan tenaga dalam dan perlahan keluar aura yang kuat dari dirinya.


Zhou Fan masih mengamati karena tak tahu apa yang akan dilakukan gurunya. Namun melihat persiapan dan juga permulaan proses ini, Zhou Fan mendapat beberapa gambaran. "Apakah guru akan memindahkan kekuatan petir itu kepada Ciu San dan Zhi Long? Apakah itu dapat dilakukan?"


Sian Lou yang merasa telah cukup mengumpulkan tenaga dalam langsung mengangkat kristal dewa beast dan menyalurkan tenaga dalamnya. Sambil memejamkan mata ia mulai mengendalikan kristal dewa beast dan di saat bersamaan kekuatan petir keluar dan menyambar apapun yang ada di sekitar.

__ADS_1


"Serap sebanyak yang kalian bisa." Sian Lou terus mengalirkan tenaga dalam menguras kekuatan petir yang terkandung dalam kristal dewa beast.


Zhou Fan mengerti, bukan memindahkan tapi mengeluarkan kekuatan petir dan Dua Kapak Kembar ada hanya untuk memanfaatkan kekuatan petir itu agar tidak terbuang sia-sia.


__ADS_2