
Mata Ni Quero sedikit berkedut ketika mendengar perkataan Shao Mingrui, bukankah itu terdengar berlebihan. Jika saudaraku tidak bisa, maka di sini tidak akan ada yang bisa.
Semua yang berada di sini merupakan kultivator berpengalaman, bahkan kebanyakan merupakan tetua Sekte Hati Surgawi, bagaimana bisa dibandingkan dengan seorang pemuda.
Ni Quero masih meragukan perkataan keponakannya, dia mencoba tidak terlalu memikirkan hal tersebut dan terus melawan beast yang masih berkeliaran.
Di sisi lain, Zhou Fan melesat menuju ke tempat tiga beast berada, di sana juga ada beberapa tetua yang sudah tidak bisa bertahan melawan ketiga beast tersebut.
Bham!
Kera bertangan tinju menghantam tanah dengan kuat, membuat tanah bergetar dan semua yang ada di sekitarnya terombang-ambing. Sekitar sepuluh tetua yang menghalangi pergerakan ketiga beast sontak harus berjibaku dengan goncangan yang dahsyat.
Dalam waktu bersamaan ketika para tetua tidak menyadari, laba laba berkepala merah menyemburkan benang.
Serigala berbulu emas tidak hanya diam, melesat dan menerjang satu persatu tetua yang telah kehilangan kewaspadaan.
Slash... Arg!
Ketika cakar tajam sepanjang 5 cm merobek kulit tubuh mereka, teriakan menggema hingga membuat semua orang memandang. Hanya sekejap mata tersisa lima orang, itupun sudah berada dalam jeratan benang laba-laba berkepala merah.
Semua mata memandang pertarungan tetua dengan tiga beast. Mereka tak mengharapkan pertarungan berakhir seperti ini, sekarang selain kekalahan seolah tidak ada lagi akhir yang masuk akal.
Namun bersamaan dengan itu sebuah serangan tombak besar bersiap menghujam tiga beast yang berdiri berdampingan.
Blar!
Serangan itu mampu membuat tiga beast mundur, tapi tetap saja tidak akan mudah mengalahkan mereka.
Zhou Fan berdiri dengan tombaknya, kini semua mata tertuju kepadanya, dia bak bintang di tengah langit malam. Lentera yang membawa harapan.
"Serangan itu bahkan lebih kuat dari pada gabungan sepuluh tetua, bagaimana dia melakukannya?" Ni Quero yang sudah membereskan lawannya memandang Zhou Fan dengan tatapan heran sekaligus penasaran.
Shao Mingrui meski berada dalam pertarungan, melirik Zhou Fan dengan bangga. Sungguh tak menyangka dia memiliki hubungan dengan seorang sepertinya.
__ADS_1
Grah!
Laba-laba berkepala merah mengaum marah, tawanan yang sudah susah payah ditangkap malah lepas ketika harus menghindari serangan Zhou Fan.
Lima tetua yang berhasil meloloskan diri melirik ke tempat Zhou Fan. Wajah yang tampak asing membuat mereka bertanya tanya siapakah pemuda membawa tombak tersebut.
Belum sempat mereka puas mengamati Zhou Fan, Ni Quero mendekat dan langsung menyadarkan mereka. "Tetua sekalian, kita harus segera menepi, atau hanya akan menjadi beban bagi junior Zhou."
Kelima tetua yang dalam kondisi terluka tidak bisa berkata apapun, mereka langsung mengikuti ke mana Ni Quero melesat.
"Tetua Ni, sepertinya kau mengenal pemuda itu, siapa dia?" Salah satu tetua tak tahan dengan rasa penasarannya, meski telah melesat pergi, lirikan matanya tak henti hentinya mengarah ke tempat pertarungan.
"Dia adalah saudara dari keponakanku, tidak ada waktu menjelaskannya, yang terpenting dia bukan musuh." Ni Quero sambil berkata menebaskan pedang membelah jalan, membersihkan kawanan beast yang menghadang.
Lima tetua tak lagi berada di area jangkauan serangan ketiga beast, mereka memulihkan diri untuk bertarung kembali, mereka tidak yakin seorang pemuda dapat mengalahkan tiga beast tingkat tujuh puncak.
Sementara Zhou Fan masih berdiri di tempatnya, berseberangan dengan tiga beast sudah bersiap akan menyerang.
"Mereka tidak seperti beast pada umumnya, mereka bisa melakukan gerakan gabungan, menyelaraskan serangan menutup segala celah yang dapat dimanfaatkan." Zhou Fan mengamati dalam diam, tepat sesaat sebelum ketiganya mendekat, kakinya menghantam permukaan tanah dan melompat menghindari serangan.
Kera bertangan tinju menjulurkan ekor hendak mengait kaki Zhou Fan, beruntung dengan cepat dia menekuk lututnya.
Ketiga beast berbalik, mereka kembali berhadapan. Zhou Fan masih dengan tombaknya, sementara laba-laba berkepala merah seolah ingin mengeluarkan sesuatu dari mulutnya.
"Dia ingin mengeluarkan benang, sepertinya itu adalah serangan pembuka, dan setelah itu dua beast lain akan menyerang." Zhou Fan telah mengamati setiap gerakan ketiga beast itu, mereka bagai tim yang saling melengkapi, mereka bergerak beriringan dan menyerang bersamaan.
Shas...
Benang hijau meluncur hendak melilit tubuh Zhou Fan, spontan Zhou Fan menghadang dengan tombaknya. Namun yang tidak dia ketahui, benang itu lengket seperti lem, ketika akan menarik tombak, tidak bisa terlepas dengan mudah.
Serigala berbulu emas memburu dengan geraman yang terus terdengar, di sisi lain kera bertangan tinju melompat dan menyiapkan tangan tinjunya menghantam dari atas.
Zhou Fan melirik Zhou Jim yang tengah memangsa beberapa beast di sekitarnya, di moncongnya terdapat seonggok tulang, merupakan tulang dari beast yang telah dia kalahkan.
__ADS_1
Shuit...
Zhou Jim langsung melepaskan tulang di antara giginya, melesat ke tempat Zhou Fan dan menghalau serangan serigala berbulu emas.
Plash!
Zhou Fan melompat sambil mengayunkan kaki, dia melepaskan tombak dan menyerang kera bertangan tinju.
Serangan bisa teratasi, Zhou Jim berhadapan dengan serigala berbulu emas, sementara Zhou Fan menyibukkan diri dengan laba-laba berkepala merah serta kera bertangan tinju.
Mata Zhou Fan mencari, sekilas dia melihat tombaknya terpelanting ke atas setelah dia melepaskan cengkeramannya. Ketika melihat tombaknya meluncur dari atas dengan cepat, dia melompat dan langsung mengarahkannya ke kepala laba-laba berkepala merah.
Namun keberadaan kera bertangan tinju membuat semua menjadi semakin sulit, terpaksa dia harus menarik tubuhnya ketika kera tersebut menyerang dengan salah satu tangannya.
Namun tak sampai di sana, memanfaatkan posisi kera bertangan tinju yang masih melayang, Zhou Fan melemparkan tombak sambil mengeluarkan jurusnya. 'Tombak Naga'
Seketika mata tombak mengeluarkan bentuk menyerupai kepala naga. Tombak meluncur cepat, menebus kepala kera bertangan tinju.
Tubuh kera bertangan tinju seolah menghantam sebuah batu besar, yang semula melayang langsung terjungkal ke belakang.
Bam...
Hantaman terdengar sedikit berat, tubuh setinggi tiga meter itu jatuh menghujam tanah dengan karas.
Semua mata mengetahuinya, mereka menjadi saksi seorang pemuda membunuh membunuh kera bertangan tinju yang merupakan beast tingkat tujuh puncak.
Meski dalam pertarungan, mereka tak berhenti mengungkapkan kekaguman. Apa yang telah dilakukan Zhou Fan membakar semangat para kultivator yang berjuang.
"Masih ada harapan, ayo berjuang!" Perlahan tapi pasti, semua orang menyatukan kekuatan melawan kawanan beast yang terlihat begitu dominan.
Lima tetua yang juga menyaksikan, begitu terkejut dengan keberhasilan Zhou Fan. Lawan yang tidak bisa mereka kalahkan bersepuluh, malah dapat dikalahkan oleh seorang pemuda, itupun hanya dengan seekor serigala berbulu merah yang menemaninya.
"Legenda, dia akan menjadi legenda!"
__ADS_1