Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
bab 11


__ADS_3

Ardi benar-benar menepati ucapannya mengantar Cala kembali kerumahnya walaupun Cala sempat memintanya untuk di antar ke club yang biasa di datanginya tetapi Ardi sama sekali tidak mau menurutinya dan membuat Cala kesal.


" udah sampai, sana om pulang dan ini sudah impas, buat bayarannya " ujar Cala dengan wajah cemberutnya.


" iya, lain kali kalo keluar sama cowok jangan pakai dress begini, bisa gak tahan iman cowoknya " sahut Ardi dengan senyum anehnya menatap Cala


Cala memicingkan matanya menatap Ardi yang masih terus tersenyum " cih, jangan kelewat mesum ya om, sadar usia " ucap Cala sambil keluar dari mobil Ardi, sedangkan Ardi masih terkekeh mendengar jawaban Cala.


" udah buruan sana pulang ngapain masih disini " usir Cala


" yakinnih gak mau main sama om? om tunggu deh kamu ganti baju " goda Ardi


" bodo amat " ujar Cala sambil membanting pintu mobil Cala dan berjalan cepat masuk kedalam rumahnya.


PPRRAAAAAAAANNNNKKKKK.......


suara pecahan kaca yang tak lain vas bunga yang di banting oleh Raka untuk mengalihkan emosi agar tidak melampiaskan pada istrinya yang saat ini tengah menatapnya tajam.


" KAU PIKIR HANYA HIDUP MU YANG HANCUR, KARNA PERBUATAN MU HIDUPKU HANCUR " teriak Devi dengan ucapannya pada Raka


" sudah ku katakan yang sejujurnya tapi kau masih saja membahasnya " jawab Raka

__ADS_1


" APA KALIAN TIDAK BOSAN BERTENGKAR?, KENAPA KALIAN TIDAK BERCERAI SAJA ? Cala rasa rumah ini tidak akan ada bedanya dengan ada atau tidak adanya kalian berdua!! " ucap Cala sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, hatinya kembali teriris mendengar dan melihat pertengkaran kedua orang tuanya, menahan matanya yang mulai panas menahan butiran bening agar tidak terjatuh.


" ayah ceraikan saja bunda, dan kalian berdua bisa bebas dengan kehidupan kalian, kalian benar-benar melupakan tanggung jawab kalian jadi untuk apa kalian bersama ?" ucap Cala lagi dengan menahan hatinya yang semakin sesak, mengucapkan kata pahit yang sangat bertentangan dengan hati dan pikiranya


" Cala jaga bicara mu " ucap Devi


" pergi kekamar mu " perintah Raka


" KALIAN EGOIS, AKU MEMBENCI KALIAN BERDUA, kalian tau aku merasa seperti bukan anak kalian, aku merasa seperti yatim piatu " teriak Cala lalu berjalan menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya, Devi dan Raka terdiam mendengar ucapan anak mereka, dan ikut masuk kedalam kamar mereka dengan rasa bersalah dan emosi menjadi satu.


di dalam kamar Cala merasakan tubuhnya gemetar menahan puncak emosi, hingga tidak dapat di tahanya lagi air mata yang sudah siap tumpah di wajahnya, " aku benci, aku benci, aku benci " gumam Cala di sela tangisnya.


kenapa Cala tidak bisa memiliki kebahagian seperti teman yang lain ? kenapa keluarganya begitu kacau ? apa sebenarnya yang terjadi ? kenapa selalu perdebatan yang di dapatnya dari kedua orang tuanya ? dulu keluarga tidak seperti ini ? Cala merindukan kedamaian hidupnya dulu.


.


.


sedangkan di pesta pertunangan Gio dan Vina, masih cukup ramai dengan tamu yang berdatangan tetapi tidak dengan Vina yang wajahnya mendadak berubah pucat seketika setelah menerima kotak hadiah dari rivalnya.


" sialan, aku terlalu menganggap remeh anak kecil itu " gumam Vina

__ADS_1


" ada apa ? dan ini hadiah dari siapa ? " tanya Gio sambil mencoba meraih kotak yang ada di tangan Vina


" enggak kok ini dari temen aku " jawab Vina gugup sambil menjauhkan kotak yang di pegangnya dari Gio


" sini aku liat " ujar Gio


" nanti aja setelah selesai acara ya " jawab Vina yang semakin gugup membuat Gio juga semakin curiga dengan isi kotak yang di pegang Vina.


Dua jam kemudian acara pesta pertunangan selesai, saat ini Gio dan Vina masih berada dalam kamar yang tadi sempat mereka gunakan untuk beristirahat.


" kamu mau jelasin ini apa enggak ?" tanya Gio sambil memperlihatkan isi kotak yang membuatmu penasaran sejak tadi.


" Gio dengerin aku, ini kami ketemu gak sengaja aku gak tau aja cowok itu tiba-tiba datang dan sok kenal " jawab Vina


" mending kamu pikirin lagi, kamu yakin cinta sama aku atau enggak " ucap Gio yang langsung keluar dari kamar meninggalkan Vina yang terdiam.


" awas aja kalo aku ketemu kamu, Cala aku bakal balas kamu, ini sudah bener-bener kelewatan, kamu sukses merusak acara pertunangan aku sama Gio " gumam Vina dengan marah.


***********


kok aku ngerasa sepi ya disini ? gimana ya supaya rame juga disini ?

__ADS_1


terimakasih untuk kalian yang sudah mampir dan membaca cerita ini, jangan lupa dukung dengan like, komen dan vote ya ❤❤❤


__ADS_2