Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
Bab 35


__ADS_3

Gio sedang melakukan kegiatan rutin untuk berolah raga pagi dengan berlari-lari kecil, setelah di rumah dirinya di sambut dengan Izzan yang masih belajar berjalan beberapa langkah dan tertatih, bayi yang baru berusia enam belas bulan itu semakin terlihat lucu dan menggemaskan.


" ppaapapaaa. ... " ocehnya menyambut Gio dengan kedua tangan yang direntangkannya.


" hai boy, kau kenapa bisa berada disini dimana mama mu ?" tanya Gio


" papa papa " begitulah kiranya jawaban Izzan yang membuat Gio gemas dan menggendongnya.


" Izzan " panggil Cala sambil mengambil alih anaknya dari gendongan Gio dan membawanya masuk kedalam kamar Izzan tanpa memperdulikan Gio yang menatapnya.


" teruslah seperti itu Cala " ucap Gio yang sama sekali gak terdengar oleh Cala


.


.


" anak mama yang sangat tampan semakin tampan setelah mandi " ucap Cala sambil menciumi perut anaknya yang tertawa-tawa geli dan tangan yang berusaha menjauhkan kepala Cala dari perutnya.


" paa pa papaa " celoteh Izzan


" iiisshh .... kau ini, mama yang selalu bersama dengan mu kenapa kata pertama yang kau ucapkan hanya papa kenapa tidak mama, hah " protes Cala pada Izzan yang hanya menampilkan gusinya


" gemas sekali " ucap Cala lagi dan semakin senang mengajak anaknya bermain, tanpa Cala sadari Gio memperhatikan dari pintu kamar Izzan.


apakah dengan terus begini kau akan melupakan cintamu Cala ?. aku sampai lupa dengan tujuan ku menikahi mu, benar-benar membuat ku merasa sesak sendiri. batin Gio

__ADS_1


" Heeemmmm " suara deheman dari Gio mengalihkan perhatian Cala dari anaknya dan menatap pada suaminya yang berjalan masuk kedalam kamar Izzan.


" Cala jawab pertanyaan ku " ujar Gio


" baik " jawab Cala


" apa kau masih mencintai ku ?" tanya Gio


" aku tidak tahu " jawab Cala


" bagaimana bisa tidak tau ?" tanya Gio


" kenapa bertanya ? bukankah kau yang memintaku setiap waktu untuk melupakan rasa cinta itu ?" jawab Cala dengan pertanyaan.


" lalu ?" tanya Gio yang membuat Cala berdecak kesal dan mengabaikan suaminya.


" tunggu sebentar " ujar Cala lalu beranjak dari kasur keluar kamar dan tak lama kembali bersama bi Ani untuk menemani Izzan dan dia mengajak suaminya untuk pergi kekamar mereka.


" kenapa begitu ingin tau dengan perasaan ku ? apa itu penting sekarang ? jika kau begitu penasaran aku akan menjawabnya sekarang " ujar Cala


" tentu itu penting karena aku memiliki sebuah permainan baru untuk mu " jawab Gio asal yang membuat Cala kecewa, berharap jika suaminya akan mau mengakui perasaannya pada Cala.


" aku sudah tidak mencintai mu lagi, semuanya sudah aku berikan pada Izzan, dan aku masih bertahan disini karena siap menerima semua permainan mu, semoga kau puas dengan jawaban ku " ujar Cala


entah apa yang ada di dalam pikiran Gio saat ini jawaban Cala sangat menusuk hatinya, dan membuatnya kesal, Gio tak bisa menerima pernyataan Cala, di dalam hatinya Gio ingin Cala terus mencintainya, tetapi akalnya selalu berusaha menolak semuanya.

__ADS_1


sekarang tanpa Gio benar-benar sadari dirinya sudah menindih Cala yang mencoba memberontak pada Gio, tak ingin lagi melayani napsu suaminya itulah yang di putuskan Cala agar dapat menghapus rasa cinta pada Gio, dirinya sudah benar-benar membulatkan tekat untuk mengakhiri semua dan fokus pada anaknya, itulah yang di rencanakan Cala dari pikirannya tetapi hatinya selalu saja masih berpegang kuat dengan nama Gio.


" Gio aku mohon, berhentilah mempermainkan aku, kau selalu saja menarik ulur hati ku, disaat aku sudah berulang kali membulatkan tekad melepasmu kau selalu saja datang padaku begini " ucap Cala dengan suara lirih


" karena itu yang aku inginkan " jawab Gio sambil melanjutkan aktivitas nya menguasai tubuh istrinya.


" carilah gadis lain yang bisa kau cintai agar kau bahagia Gio, mari kita berpisah dan aku mohon untuk melupakan semua kejadian masa lalu " ucap Cala


" karena jika terus bersama aku tidak bisa menjamin akan benar-benar melupakan cintaku yang justru akan semakin kuat padamu " sambung Cala yang terisak.


" katakan dengan jujur apa yang ada di dalam hati mu padaku " tegas Gio, sedang Cala menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus menetes.


" Cala " ucap Gio


" aku menyerah Gio, sejak kau mengurungku di dalam ruangan gelap itu aku sudah menyerah, aku takut setiap hari aku di bayangi rasa takut dan rasa bersalah, kejadian kak Vina bukan karena aku sengaja, aku benar-benar tidak sengaja, dan kau sebagai seorang suami sudah membalaskan apa yang kak Vina rasakan padaku, aku sudah merasakan bagaimana tidak di cintai selama hidup ku, dari semua orang yang ada di sekitar ku, aku juga sudah merasakan kehilangan yang sangat menyakitkan dan penolakan mu setiap saat, lalu apa lagi yang harus aku akui padamu Gio, aku hanya memintaku membiarkan ku merawat anak ku, tidak dengan hal lainya, bahkan aku berusaha untuk menuruti mu membuang rasa cinta ku yang semakin kuat dan dalam pada mu, agar kau juga bisa merasakan kebahagian, maafkan aku Gio, aku mohon hentikan semua ini, aku tidak bisa mengatakan jika aku tidak mencintai mu " jelas Cala


" tidak akan sampai kapanpun aku tidak akan melepasmu, aku menyayangi mu Cala " ucap Gio dengan tegas menatap pada istrinya yang masih terisak.


" mau kah kau memaafkan aku ? kita mulai semuanya dari awal ? mau kah kau memberikan ku kesempatan ?" tanya Gio beruntun, sudah tidak lagi memperdulikan rasa gengsi dan hal lainya yang mencoba menghalangi hatinya untuk berterus terang pada Cala.


Cala dengan susah menelan salivanya, benarkah apa yang di dengarnya malam ini ? benarkah kata-kata itu keluar dari mulut Gio suaminya ? benarkah ? apakah ini mimpi ? tidak selama ini Cala tidak pernah berharap atau berusaha memperbaiki keadaan hanya mengikuti alur dengan jalanya.


bagaimana sekarang Cala harus menjawab pertanyaan suaminya ? haruskan dia menjawab dengan kata ' Iya' ? akalnya terus saja menolak tetapi tidak dengan hati Cala yang langsung memerintahkanya untuk menganggukkan kepala, Cala menatap dalam pada mata Gio mencari jika saja ada kebohongan namun Cala terlalu lemah dan terbuai suasana oleh cinta dan ungkapan rasa sayang dari Gio untuknya, Cala menerima setiap sentuhan yang di lakukan Gio padanya, dan untuk malam ini Cala melupakan keberadaan Izzan yang terlelap sangat nyenyak.


*********

__ADS_1


hai teman-teman pembaca, aku mau bilang Terimakasih untuk kalian semua yang selalu memberikan dukungan pada cerita ini, Love U, semoga hari kalian selalu di limpahi kebahagian 😘


__ADS_2