Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
LCCS2 Bab 11


__ADS_3

"NGGAK BOLEH" suara bariton dari belakang mereka menjadi jawaban pertanyaan Ahza.


"abang" ucap Mita


Izzan dan Alam tersenyum kecut, melihat betapa posesifnya Faid pada saudari kembarnya, dan tentu saja bagai angin segar untuk Ahza, dia memiliki alasan tepat agar tidak pergi keluar rumah.


"yaaah abang gak ngasih izin" eluh Ahza dengan raut wajah yg di buat kecewa


Izzan yang berdiri tak jauh dari Ahza, hanya tersenyum tipis, karena memahami trik yg di lakukan Ahza, "apa tante Mita memberikan izin ?" tanya Izzan


"tante ngasih izin kok" jawab Mita dengan senyum


"mami" sahut Ahza dan Faid bersamaan, sedang Mita tersenyum melihatnya


"terimakasih tante" ucap Izzan dan pada ahirnya Ahza kembali pergi dengan Izzan untuk makan malam bersama


.


.


Ahza masih berperang dengan pikirannya, tidak ada lagi kesempatan mempertahankan uang nya, beberapa kali Ahza mencoba menghubungi Izzan tak ada sama sekali respon yang di terima nya.

__ADS_1


"baiklah aku menyerah" ucap Ahza sambil mengetikkan angka nominal di layar ponselnya.


"ya Tuhan tabungan ku"


"baby maafkan mami, kalian harus ikut pria pelit itu"


"aku merasa berdosa sekali melepas anak-anak ku"


"bagaimana bisa seperti ini, anak-anak ku"


"hhhuuuwwwaaaaaaaaaa" teriak Ahza dengan kesal


tiga bulan berlalu, sejak hari dimana mereka tidak lagi pergi seperti perjanjian untuk makan malam bersama, karena merasa kesal dengan prilaku Ahza akhirnya Izzan memilih menghentikan perjanjian mereka dan menagih uang perbaikan mobil pada Ahza, sejak saat itu pula, Ahza dan Izzan tak lagi bertemu, Ahza sudah mulai di sibukkan dengan kegiatan awal kuliahnya, setelah sebulan yang lalu berpisah dengan abang nya yang melanjutkan kuliah di Jepang.


.


.


Alam, pria yang menjadi teman Ahza di kampus barunya, selaku membantunya dalam banyak hal entah tugas kuliah atau hanya sekedar menggangu Ahza dengan kejailan- kejailanya.


Nura gadis ceria nan centil itu menjadi sedikit pendiam, sejak mengetahui niat papa nya untuk sebuah perjodohan, bahkan dirinya baru saja tau 2 minggu yang lalu jika pria yang di sukainya bahkan memilih melanjutkan pendidikan ke Jepang, tanpa ada satu orang pun yang berniat memberitahunya.

__ADS_1


Nura dan Ahza yang berbeda kampus pun semakin jarang menjalin komunikasi, Nura yang bercita-cita menjadi dokter memilih kampus yang sesuai dengan keinginanya, mengingat kepergian mama nya karena sebuah penyakit yang mematikan membuatnya termotivasi untuk menjadi seorang dokter yang bisa membantu banyak orang.


Izzan yang saat ini sedang berdiri dengan gagah dan aroganya di hadapan seorang pria yang tersungkur lemah di hadapannya setelah menjadi pelampiasan amarah seorang Izzan Fahad, karena telah melakukan penghianatan padanya.


Izzan Fahad pria yang jika sedang marah itu akan sangat menakutkan, hal ini semakin membuat dirinya membenci keberadaanya karena bagaimanapun sifat dan sikap Gio ayah nya melekat padanya sangat berbeda dengan sikap dan sifat ibunya, setiap kali Izzan berusaha merubah sikap nya semua justru semakin membuatnya kesal.


.


.


"Za dimana ?" tanya Nura dari seberang panggilan telfon


"masih di kampus" jawab Ahza


"balik ngampus jalan yu?" ajak Nura


"gak, males, aku mau tidur dan belajar" jawab Ahza


"kesel ya !? ngajak kamu jalan, ya udah sana nikmatin aja waktu kamu sama kasur dan kertas-kertas kamu" oceh Nura


"bye" sahuta Ahza dan memutus panggilan telfonnya dengan cuek, lalu kembali melanjutkan makan siang nya

__ADS_1


__ADS_2