
masih di butik, Cala yang melihat jika bundanya khawatir sedikit memanfaatkan keadaan untuk mencari perhatian Devi, " hiks....hiks.... bunda tangan Cala sakit " rengek Cala
" diam, salah kamu sendiri sangat ceroboh, bunda sudah sering mengingatkan kamu untuk berhati-hati dalam hal apapun " ucap Devi memarahi Cala, membuat anak gadisnya mencebik menghapus air mata dengan kasar.
" tidak apa tante, aku akan membantu Cala agar sampai tidak tertinggal bekas luka " ucap Ardi setelah mengobati luka Cala
" mana mungkin luka bakar pasti akan meninggalkan bekas " sahut Cala yang kesal
" setidaknya itu akan pudar " jawab Ardi
" lakukan apapun untuk menghilangkan bekas lukanya nanti " ujar Devi
" baiklah tante " jawab Ardi dan tanpa bicara lagi Devi meninggalkan Cala dengan Ardi di dalam ruangannya.
" kenapa anak manja sepertimu bisa tertumpah air panas ?" tanya Ardi
" bukan urusan mu, obati saja " sahut Cala
" baiklah tapi apa bayaran untuk ku ?" tanya Ardi
" bukanya bunda sudah bayar kamu mahal om? masih aja minta bayaran dari aku " ujar Cala
" jika begitu maka pekerjaan ku selesai, dan kamu bisa mencari dokter lain untuk membantumu menghilangkan bekasnya nanti " ucap Ardi sambil membereskan peralatan medisnya.
" ck' berapa yang kamu minta ?" tanya Cala
" aku tidak berminat uang mu " sahut Ardi
__ADS_1
" lalu ?" tanya Cala
" minggu depan dampingi aku dalam acara pesta teman ku " ucap Ardi
" aku tidak mau " jawab Cala
" baiklah, aku permisi " ujar Ardi
" cih, kamu menang om " ucap Cala dengan ekspresi wajah sinis
" baiklah aku akan menjemput mu tepat jam tujuh malam, dan berdandanlah secantik mungkin " ucap Ardi dibarengi dengan senyum manisnya.
" aku sudah cantik tanpa harus menggunakan make up berlebihan" sahut Cala
" nah jangan lupa untuk oleskan ini keluka mu, dan aku pergi dulu cantik " ucap Ardi sambil mengacak-acak rambut Cala
" PERGILAH " teriak Cala yang di barengi tawa Ardi sambil berjalan keluar ruangan Devi.
.
.
" apa benar aku sudah benar-benar jatuh cinta pada Gio ?"
" tapi kenapa begitu aku memiliki perasaan cinta harus pria yang dimiliki wanita lain ?!"
" ck' ayah dan bunda bersama karna cinta dan memiliki aku sebagai anak yang tidak di cintai, lalu apa arti cinta sebenarnya ? kenapa jika orang yang berurusan dengan cinta tidak bisa hanya bahagia tanpa ada permasalah ? bukankah cinta seharusnya mempersatukan perbedaan ?" oceh Cala sambil terus menatap pantulan dirinya
__ADS_1
" hah lebih baik aku tidur, melupakan segalanya untuk malam ini " gumam Cala lagi, sambil berjalan menuju kasur empuk miliknya dan mulai mencari posisi paling nyaman untuk tidurnya.
.
.
" Gio seminggu lagi acara pertunangan kita, apa kamu akan terus mendiamkan aku karna ucapan anak kecil itu ?" tanya Vina namun Gio masih diam dan dengan santai menyesap kopi miliknya
" baiklah jika kamu terus seperti ini, sebaiknya kita batalkan saja acara pertunangan itu dan kamu yakinkan saja dulu benar-benar hatimu, apakah kamu sudah yakin untuk bersamaku !" ucap Vina sambil beranjak dari duduknya.
" aku sangat tidak suka denga kelakuan mu yang seperti ini, terlalu gampang memutuskan " ucap Gio
" lalu aku harus seperti apa? aku sudah menjelaskan semuanya padamu ?" tanya Vina
" baiklah lebih baik aku pulang dulu, kamu istirahatlah jangan terlalu lelah dan jangan berpikir yang macam-macam lagi, aku tidak suka kamu berbicara sembarangan seperti tadi " ucap Gio mengalah dan memberi kecupan pada kening Vina
" maafkan aku yang terlalu menuruti keegoisanku ?" ucap Vina
" aku mencintaimu Vina " ucap Gio yang membuat Vina tersenyum
" aku juga sangat mencintaimu Gio " jawab Vina dan Giopun berpamitan untuk pulang dari rumah Vina.
********"*******
terimakasih buat teman-teman pembaca, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, coment dan vote ya 😘
jika berkenan klik bintang yang ada di depan dan berikan rate kalian untuk cerita ini, satu lagi hati kalian harus ❤ seperti ini ya agar selalu tau ketika cerita ini sudah di up.
__ADS_1
salam sayang dari aku untuk kalian 😘😘
******