
bulan telah berlalu bahkan tahun juga sudah beberapa kali berganti, tak juga Cala mendapat pengakuan. dari Gio suaminya, menyakitkan bukan sepuluh tahun berumah tangga tak mendapat tempat di hati suami mu ? hanya sebagai tempat melepas nafsu, dan mengurus segala kebutuhan nya, begitu besar cinta Gio pada kekasihnya Vina sampai mampu membuatnya menutup hati untuk wanita lain yang bahkan setiap hari melayaninya.
hari ini tepat ulang tahun Izzan yang kedelapan tahun, Cala mengajak Gio untuk merayakan hari bahagia anak mereka, tetapi kalian tau apa jawaban Gio " kau bisa melakukanya sendiri seperti biasanya karena aku sibuk " ucap Gio dengan jelas, Caka hanya ingin sekali saja Gio menemani anaknya saat berulang tahun, karena selama ini Gio tak pernah melakukanya.
hari ulang tahun tiba, Cala tetap berharap jika suaminya itu datang menemani anaknya, tetapi hanya Dika yang datang menemani keponakan nya itu, sudahlah tanpa harusenjelaskan panjang lebar pada Izzan, anak itu sudah mengerti dan justru mencoba menghibur mama nya yang terlihat sedih.
mengingat Dika, ya kakak nya itu sekarang mengelola perusahaan keluarga Fahad, karena ayahnya Raka telah meninggal dunia akibat kecelakaan tiga tahun yang lalu, dan karena desakan dari Cala dan Sarah akhirnya Dika menerima, dengan perjanjian dia hanya bekerja dan menunggu Izzan dewasa, mau tidak mau Cala menyetujuinya, walau sikap kakaknya itu tak berbeda jauh dari suaminya hanya lembut pada Izzan saja, bahkan sampai di usianya sekarang yang sudah hampir kepala empat masih belum memikirkan untuk menikah.
.
.
" Gio bagaimana jika aku kembali hamil ?" tanya Cala saat mereka masih berada di dalam kamar
" gugurkan saja " jawab Gio santai
" lalu kenapa saat aku mengandung Izzan kau tidak menyuruh ku untuk menggugurkannya ?" tanya Cala menahan amarah di wajahnya yang mulai terasa panas
" terserah kau saja " sahut Gio dengan malas lalu berjalan keluar kamar dan langsung pergi kantornya, tanpa perduli dengan keadaan istrinya saat ini.
" baiklah " jawab Cala walau tak di dengar oleh suaminya.
__ADS_1
.
.
Cala duduk di salah satu cafe menunggu kedatangan kakaknya, dengan alasan ingin membicarakan sesuatu yang penting, setelah satu jam menunggu Dika gak juga datang dan justru memberinya kabar jika ada pekerjaan mendadak yang harus di selesaikannya, dengan helaan nafas Cala beranjak dari duduknya.
" apa dia simpanan baru mu Gio ?" tanya Cala setelah sampai pada meja yang di tempati Gio dengan seorang wanita
" jaga bicara mu " bentak Gio, membuat hati Cala benar-benar perih, dirinya di bentak di hadapan wanita yang saat ini menyunggingkan senyum
" aku hanya bertanya, kenapa kau marah ?" jawab Cala dengan pertanyaan dan tak lupa ekspresi yang sangat santai
" ck' pergilah jangan merusak selera makan ku " ujar Gio
" kau siapa berani sekali menggangu kekasih ku, apa kau seorang perebut hah " ujar wanita tak tau malu yang bersama Gio
" apa kau ingin berkenalan dengan ku nona ?" tanya Cala
" tidak penting " sahutnya, " sayang lebih baik kita pergi, atau ke apartemen ku saja, kau sudah berjanji akan menemaniku seharian ini " ucap wanita itu dengan genit
" DIAM LAH " bentak Gio membuat Cala tersenyum devil, senyum yang hanya muncul saat dia bertemu dengan lawannya seperti sekarang, karena ini bukan yang pertama kalinya Cala mendapati Gio bersama wanita lain.
__ADS_1
" baiklah aku permisi, selamat menikmati waktu kalian " ucap Cala sambil berlalu meninggalkan sepasang kekasih yang masih berada di posisi mereka.
.
.
"Izzan, sayang " panggil Cala pada anaknya yang sedang belajar
" mama " ucap Izzan
" berikan mama pelukan sayang " pinta Cala, Izzan bergerak cepat memeluk mamanya, dia tau jika sedang seperti ini pasti mamanya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, Izzan bisa merasakan kegelisahan di hati Cala.
" apa Izzan akan senang jika memiliki adik ?" tanya Cala setelah melepas pelukan mereka, menatap lekat wajah anaknya
" tentu, itu berarti Izzan akan memiliki teman selain mama dan bi Ani " jawab Izzan semangat
" baiklah, berjanjilah pada mama jika nanti adik mu lahir, kau harus menjaganya, menyayanginya seperti mama yang sangat mencintai mu" pinta Cala
" tentu ma, Izzan akan melakukan apapun asalkan mama bahagia " jawab Izzan yang kembali memeluk mamanya.
" baiklah, lanjutkan belajar mu dan jangan tidur larut, mama mau kekamar dulu " ucap Cala lalu meninggalkan ciuman pada kening anaknya.
__ADS_1
" Selamat malam mama " ucap Izzan yang di angguki Cala.