Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
LCCS2 Bab 5


__ADS_3

sesampainya di mall, Nura, Ahza dan Izzan, mulai berjalan mengelilingi mall, sambil menunggu kedatangan Faid, selang 30 menit berkeliling ponsel Ahza berdering, memberitahukan adanya panggilan masuk.


"iya bang". jawab Ahza


"...."


"iya kita tungguin, cepetan" jawab Ahza, lalu mematikan panggilan telfon nya, sedang Nura sudah kegirangan mengetahui siapa yang menghubungi sahabatnya itu.


"Za...Za, aku udah rapi belum?" tanya Nura sambil merapikan rambut dan pakaian nya.


"iya" jawab singkat Ahza yang jelas sangat tau dengan gelagat sahabat nya.


"iihhh.... kamu di tanya bener-bener" kesal Nura yang tak di respon oleh Ahza


"lagi pula kenapa kau begitu centil, HAH?" tanya Izzan


"ya Tuhan, aku lupa jika ada kakak ku disini" gumam Nura dengan suara yang sangat lirih, Nura menatap kakaknya yang sudah menataonya tajam menunggu jawaban darinya.


senyum terpaksa Nura berikan, "ya kan kita habis keliling dan pasti penampilan ku berantakan, karena aku harus terus terlihat cantik" jawab Nura


"hai... kesayangan abang" ucap Faid sambil mencubit pipi adiknya.


"abang" kesal Ahza dengan tatapan sinisnya.


"hai.... Faid" sapa Nura dengan senyum yang di buat semanis mungkin


"hemmm..." sahut Faid acuh, tanpa memperdulikan wajah cemberut gadis cantik itu dia menggandenga adiknya untuk segera berkeliling lagi di dalam mall.


"jadi laki-laki seperti itu yang kau suka?" tanya Izzan dengan senyum meledek adiknya yang bertambah kesal, lalu berjalan menyusul Ahza dan Faid dengan menghentak-henatakkan kaki, sedang Izzan hanya menggelengkan kepalanya.


.

__ADS_1


.


"Ahza bener gak mau pulang bareng kita aja?" tanya Nura memastikan sekali lagi pada sahabatnya


"enggak aku sama abang ku aja" jawab Ahza


"ya udah kalo gitu" sahut Nura yang sebenarnya kecewa, dirinya ingin jika dia lah yang berada di belakang Faid, berharap jika pria yang di sukainya mau menawarkan tumpangan, tapi sepertinya saudara kembar itu tidak peka sama sekali.


Nura hanya bisa melihat, bagaimana Ahza naik keatas motor abangnya, dan membayangkan bisa memeluk laki-laki itu dari belakang, "Huh" keluh nya.


tak berbeda dengan Izzan yang di dalam hatinya sebenarnya juga berharap jika gadis kecil itu mau ikut dengan mereka lagi, hanya saja Izzan dapat dengan baik menutupi rasa kecewa nya, apalagi tadi dia sempat beradu argumen dengan Faid, yang masih membahas kejadian telah lalu dimana Ahza tak sengaja terjatuh di depan mobilnya.


"kak seminggu lagi pengumuman kelulusan sekolah, setelah lulus nanti apa aku boleh berpacaran ?" tanya Nura


"kau yakin ingin memiliki hubungan ? apa menurut mu ada laki-laki yang mau menjadikan mu pacarnya?" tanya Izzan dengan nada mengejek adiknya


"aku salah bertanya, kau saja tidak pernah memiliki pacar" sahut Nura


"kau kan pria kejam, dingin, sombong, angkuh dan satu lagi wajah mu yang datar seperti balok kayu, mana ada gadis yang tertarik dengan mu" ejek Nura


"kau yakin ingin mengenal kekasih ku? apa kau tidak akan cemburu?" tanya Izzan


"tentu saja aku tidak akan cemburu, tetapi aku kasihan pada gadis itu, betapa sialnya dia memiliki mu sebagai kekasihnya" jawab Nura


"kau ini anak kecil tau apa, dan ingat sebelum lulus kuliah kau tidak ku izinkan memiliki pacar" ujar Izzan dengan tegas.


.


.


"apa abang benar-benar akan ke Jepang melanjutkan kuliah?" tanya Ahza

__ADS_1


"iya sayang" jawab Faid


"lalu bagaimana dengan Ahza?" tanyanya lagi


"Ahza kan disini ada mami, papa, papi, kak Jihan dan Danish, ada juga kelurga kita yang lain" jawab Faid


"Ahza ikut abang kuliah di sana aja boleh ?" Faid menatap adiknya yang terlihat sangat sedih, mereka memang saudara kembar tetapi Ahza selalu lebih manja padanya, Faid mengusap lembut puncak kepala adiknya, "kasian mami, kalo kamu ikut abang juga ke Jepang, kak Jihan juga kan sekarang jarang di rumah dia sibuk kerja sayang" ucap Faid mencoba memberi pengertian pada adiknya.


"heemm.... baiklah" jawab Ahza dengan lesu.


" ya sudah sekarang ayo kita turun dan makan malam" ajak Faid yang di angguki oleh Ahza.


"kak Gilang" teriak Ahza kegirangan, melihat pria tampan yang tak lain adalah sepupunya anak dari kakak maminya.


Gilang yang melihat adik sepupunya berlari kearahnya langsung merentangkan kedua tangannya, menyambut adik nya yang manja itu kedalam pelukan nya.


"kakak kapan datang ?" tanya Ahza


"tadi siang" jawab Gilang


"kenapa tidak memberi kabar ? apa ada oleh-oleh untuk Ahza?" tanya Ahza


"kamu ini, bukanya menanyakan kabar kakak mu, malah oleh-oleh yang di tanya" sahut papanya


"syukurlah kakak lupa membelikan mu oleh-oleh" jawab Gilang


"aku menyesal telah berlari memeluk mu" ujar Ahza dengan bibir yang sudah mengerucut kesal lalu berjalan mendekat pada maminya.


"anak mami tidak boleh seperti itu" ucap Mita dengan lembut.


"sudah ayo kita makan malam dulu, nanti kita sambung lagi acara ngobrolnya, papa sudah lapar" ujar Wahyu

__ADS_1


__ADS_2