
suara dari bel pintu mengusik Cala yang sedang berganti pakaian untuk bersip berangkat kerja, membuatnya urung meneruskan aktifitasnya, dengan hanya menggunakan kimono mandi Cala melangkah ke arah pintu, tanpa berpikir mengenai siapa yang datang pagi-pagi sekali.
" om Ardi " ucap Cala keheranan
" hai Cala, lama tidak berjumpa " jawab Ardi dengan senyum mengembang.
" kenapa kau ada disini om?" tanya Cala
" aku kesini karena ayah mu yang menghubungi ku, apa ayah mu ada ?" tanya Ardi yang terus menatap Cala tanpa berkedip.
" ya, ayah berada di dalam kamarnya, ayo ku antarkan " ajak Cala
" bisakah lain kali kau menggunakan pakaian lengkap mu dulu sebelum membuka pintu untuk tamu " ucap Ardi di belakang Cala
" kupikir suami ku yang datang " sahut Cala yang merasa kesal sekaligus malu, " masuklah itu kamar ayah" ujar Cala sambil menunjukkan kamar yang di temoati Raka
" baiklah " jawab Ardi melangkah masuk kedalam kamar Raka, sedang Cala akan kembali kekamarnya suara bel dari apartemenya kembali berbunyi, lagi Cala melangkah untuk membuka pintu.
Cala menatap diam suaminya yang juga menatapnya, lalu memerobos masuk begitu saja bersama dengan Dika.
" Dika alihkan tatapan mata mu " ucap Gio
" baik tuan " jawab Dika
kau ini berlebihan tuan, Cala adalah adikku.
ck' Dika berdecak saat pikirannya mengakui Cala sebagai adiknya.
" apa yang kau lakukan, cepat ganti pakaian mu " perintah Gio dengan tatapan tajam pada Cala yang langsung meninggalkan dua orang pria dewasa menuju kamarnya.
.
.
" ayah " panggil Cala saat melihat 4 pria beda usia berkumpul
" bagaimana keadaan ayah ?" tanya Cala
" ayah baik-baik saja, hanya sedikit berkonsultasi dengan Ardi, ayo kita sarapan bersama " jawab Raka yang di setujui oleh semua orang.
Ardi memperhatikan Cala dan Gio secara bergantian, tatapan penuh tanya dan rasa penasaran memenuhi kepalanya, sampai akhirnya dia meberanikan diri untuk bertanya.
" Cala dimana suami mu ?" tanya Ardi
__ADS_1
" Gio, di hadapan mu " jawab Cala
" apa !?" sahut Ardi yang terkejut dan membulatkan matanya menghadap pada Cala.
" ayah, aku dan Cala akan berangkat kerja sekarang, tidak apapa jika kami pergi ?" tanya Gio pada Raka
" tidak nak pergilah, dan ya Dika bolehkan aku berbicara sebentar dengan mu ?" jawab Raka dan melepas pertanyaan pada Dika.
Dika menatap pada tuanya, dan anggukan kecil sebagai jawaban Gio, " baiklah tuan " jawab Dika.
kemudian Gio dan Cala beranjak dari duduk mereka, sedang Ardi masih dengan rasa terkejutnya, " tunggu " ucap Ardi sambil mengejar sepasang suami istri yang sudah tak terlihat lagi, buru-buru berpamitan dengan Raka dan segera pergi meninggalkan apartemen Cala.
" ck' aku tertinggal berita besar " gumam Ardi yang sama sekali tak mendapat kesempatan meminta penjelasan dari Gio dan Cala.
.
.
di dalam mobil Cala hanya diam sedang Gio menatapnya tajam, memindai tubuh istrinya dari ujung atas hingga bawah , " apa kau juga membuka pintu untuk Ardi dengan kimono seperti tadi ?" tanya Gio
" ya " jawab Cala tanpa melihat ke arah Gio
" apa kau juga begitu murahan ?" tanya Gio yang sudah mengeraskan rahangnya menahan rasa tidak rela di hatinya.
" ulangi perkataan mu " ucap Gio dengan tangan yang mencengkram kuat pipi Cala tidak tertinggal tatapan tajam yang menusuk pada manik coklat milik Cala.
" Gio " ucap Cala dengan ringisan menahan sakit di kedua pipinya.
Deg.... deg.....
jantung Gio tiba-tiba berdetag sangat cepat, membuatnya langsung mengambil jarak dari Cala, ada apa ? kenapa dirinya merasa begitu gugup saat ini ? Gio mencoba menetralkan dirinya dari rasa gugup yang menyerang seluruh tubuhnya, ayolah ingatkan Gio dia tidak boleh sampai jatuh dalam permainan sendiri, seorang Gio harus selalu menang dalam hal apapun.
" turun " ucap Gio saat mereka sudah sampai di depan gedung yang menjadi tempat Cala bekerja.
Cala sudah berjalan masuk namun saat di loby dia harus berhenti karna seorang Vernandes yang datang tanpa permisi dan tiba-tiba menarik Cala sampai pada mobil miliknya yang terparkir.
" LEPASKAN " teriak Cala
" Cala jangan salahkan aku, aku begini karna mengejar mu, ku akui kau sangat sulit didekati dan di dapatkan, maka aku harus menggunakan cara ku yang licik untuk mendapatkan mu " ujar Vernandes dengan seringai di wajahnya.
" sudah kukatakan berulang kali kau salah jika mengejar ku, aku wanita bersuami, bukan gadis tanpa ikatan " sahut Cala
" cih jika kau memang memiliki suami, kau pasti tidak akan susah-susah mau bekerja, lagi pula aku tidak pernah melihat suami mu " jawab Vernandes dengan yakin
__ADS_1
" aku disini " jawab seorang yang baru bergabung dengan mereka berdua.
" tuan Gio / Gio " ucap Vernandes dan Cala bersamaan
Gio menarik kasar tangan Cala agar berada di belakangnya, sedang Vernandes sudah melayangkan sinyal peperangan padanya, namun di acuhkan oleh Gio.
" kau ingin melawan ku ?" tanya Gio
" kau yakin dia suami mu Cala ?" Vernandes justru bertanya pada Cala menghiraukam perkataan Gio yang semakin marah di buatnya.
" pria kejam dan kasar seperti ini yang kau pilih ?" smbung Vernades memberi provokasi pada pasangan suami istri itu.
" berhenti mengganggu istri ku, dan urus saja urusan mu " ujar Gio lagi
" hai tuan kau jangan terlalu percaya diri, aku yakin bisa merebut Cala dari mu " ujar Vernandes
BUGH.... BUGH.....
Gio tak lagi dapat menahan amarahnya, saat pria lain menginginkan wanitanya, setelah puas memberikan pukulan pada Vernades, Gio kembali membawa Cala masuk kedalam mobilnya, meninggalkan Vernandes yang tersungkur di tanah.
.
.
Bruuuk....
Gio melempar Cala dengan kasar di atas kasur, sekarang apalagi jika bukan giliran Cala yang menjadi pelampiasan kemarahan Gio.
selalu saja semuanya menjadi salah Cala, biarlah semuanya berjalan dan berlalu sesuai dengan alur dan aliran seperti air, menangispun sepertinya tidak akan membantu, diam ya lebih baik untuk diam, toh bagaimanapun semuanya sudah hancur.
" kau senang ada pria yang menyukai mu ?" bentak Gio
" dia begitu mengagumi mu "
" bahkan dia akan berusaha merebut mu "
" kau tau apa yang akan aku lakukan ?"
Gio terus saja berkata-kata tanpa ada jawaban dari Cala yang terus meringis menahan rasa sakit di setiap inci tubuhnya yang di perlakukan kasar oleh suaminya.
" kau cemburu ?" tanya Cala bukan ini bukan pertanyaan lebih tepat jika dinyatakan sebuah pernyataan yang membuat Gio diam seketika tak melanjutkan aktifitasnya, menatap pada wajah Cala yang terlihat pucat dan penuh keringat.
" ya kau benar, aku cemburu, karna kau hanya milikku " ujar Gio, Cala tersenyum mendengar ucapa Gio, hilang sudah semua rasa sakit yang di rasakan, hanya dengan pengakuan Gio jika suaminya itu merasa cemburu.
__ADS_1
bolehkan Cala mengartikan jika Gio sudah mulai membuka hatinya,? mulai mencintainya ? hanya ingin memiliki dirinya seorang ? bolehkah ? atau ini terlalu terburu-buru untuk Cala merasa senang ? bagaimana ? ya harus bagaimana Cala mengambil sikapnya ? apakah kalian bisa membantu Cala ?