Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
bab 6


__ADS_3

Cala menghabiskan waktunya dengan berbagai macam kegiatan yang menurutnya bahkan tidak penting, shopping berbagai macam baju, sepatu, make up dan tas padahal tak satu pun dari barang yang di belinya akan benar-benar di pakainya.


seperti hari ini, Cala yang masih bosan menunggu jawaban dari surat lamaran kerjanya, memilih pergi kesalon untuk melakukan perawatan, memanjakan tubuhnya agar lebih rilex. saat masuk kesalon Cala melihat seorang perempuan yang tak lain adalah Vina kekasih Gio, pria yang di taksir oleh Cala.


" hai " sapa Cala


" iya " jawab Vina


" suka perawatan di sini juga ?" tanya Cala


" iya " jawab Vina


" mau berteman dengan ku ?" tanya Cala


" mana mungkin aku berteman dengan gadis yang dengan jelas memperlihatkan ketertarikanya pada kekasih ku " jawab Vina


" ya aku memang menyukai dia, tapi aku juga ingin berteman dengan kamu " jawab Cala


" hai nona ayolah, jangan mengajak ku bercanda, tidak mungkin aku berteman dengan mu " sahut Vina


" coba saja dulu berteman dengan gadis yang menyukai kekasih mu, apa kamu takut ?" tanya Cala


" aku tidak takut " jawab Vina


" tapi kamu jelas memperlihatkan ketakutan kak hehe " sahut Cala


" baiklah kita berteman, tapi aku tidak akan mudah untuk kamu kalahkan " ucap Vina penuh keyakinan dan memandang remeh Cala


" yeeeyyy, akhirnya aku memiliki teman, aku berani bersaing dengan mu, aku yakin Gio akan menyukai ku 😃" ucap Cala

__ADS_1


" jangan terlalu halu nona, lebih baik sekarang kita melakukan perawatan, agar otak mu berfungsi dengan baik" ajak Vina


" oke, kamu yang bayar kak " ujar Cala


" enak aja, kamu yang perawatan aku yang bayar " sahut Vina


" anggap saja sebagai perayaan pertemanan sekaligus persaingan kita " ujar Cala santai


" terserah " sahut Vina


mereka berdua melakukan perawatan hingga memakan waktu hampir lima jam lamanya sampai selesai, saat melakukan pembayaran Vina menggerutu kesal pada Cala yang ternyata biaya perawatan yang di pakai Cala jauh lebih mahal dari pada dirinya, hingga Vina harus mengeluarkan uang lebih banyak, walau sebenanrnya bukan masalah yang besar bagi Vina, tetapi tetap saja dia tidak suka di kerjai oleh Cala yang dianggapnya masih seperti anak kecil.


" sialan dia ngebodohin aku, enak dia habis perawatan pergi, aku kekuras tagihan disini, awas aja bakal aku bales " gerut Vina di dalam hatinya dengan terus berjalan keluar dari salon kecantikan.


tak berselang lama suara dering hp Vina berbunyi memberitahukan bahwa ada sebuah pesan masuk, Vina dengan cepat membuka pesan dan berharap jika kekasihnyalah yang menghubunginya, tetapi justru pesan dari gadis kecil licik yang baru saja mengerjainya.


" hai rival, bagaimana salam pembuka ku, cukup murahkan ? aku yakin lima belas juta hanya sedikit dari uang jajan mu, but thank oke, salam sayang dari teman baru mu, Cala " isi pesan yang semakin membuat Vina kesal


.


.


" huuh aku lapar tapi sangat malas untuk makan " keluh Cala seorang diri, karna sudah tidak bisa menahan rasa laparnya Cala akhirnya memutuskan pergi ke salah satu cafe favoritnya.


setelah berada dalam cafe dan memesan makanannya, Cala menunggu sambil memainkan hpnya, namun seseorang mengalihkan perhatiannya dari hp ketika orang itu dengan santai duduk di depan Cala.


" hai cantik " sapa pria di depan Cala


" kau merusak suasana " jawab Cala dengan wajah kesalnya

__ADS_1


" hahaha ayolah kita lama tidak bertemu, apa kamu tidak rindu dengan ketampanan ku ?" tanya pria di hadapan Cala


"Cih' pergilah om, jangan sampai kamu juga merusak selera makan ku " usir Cala tanpa melihat ke arah orang di hadapanya.


Ardiansyah pramana, anak dari Budi pramana yang merupakan dokter keluarga Fahad, hubungan mereka cukup dekat dan sudah seperti keluarga, hanya saja usia ardi sepuluh tahun lebih tua dari Cala, dan hal itu pula yang di jadikan alasan Cala memanggil ardi dengan sebutan om, dan menurut Cala agar Ardi sadar jika mereka memiliki jarak yang sangat jauh untuk ada hubungan lebih dari sekedar rekan bisnis di keluarganya, karna Cala juga tahu jika Ardi berusaha mendekatinya.


" ayo makan " ucap Ardi saat pesanan mereka sudah terhidang


" ck' kamu benar-benar perusak nafsu " ujar Cala sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya, sedangkan Ardi hanya tersenyum mendengar gerutuan Cala.


setelah selesai makan, Cala bergegas membayar makanannya dan hendak meninggalkan Ardi begitu saja, tetapi Ardi dengan cepat mengikuti langkah Cala yang menuju mobilnya.


" cantik ayo pergi bersenang-senang dengan om " ajak Ardi dengan kedipan mata genit menggoda Cala


" pergilah om, aku yakin uang mu tak akan cukup untuk mengajak ku bersenang-senang " sahut Cala sambil membuka pintu mobilnya.


" wah kamu meremehkan ku, kalo hanya untuk ngejajanin kamu, om masih sanggup " jawab Ardi masih dengan senyum nakal


" sudahlah Cala mau pulang " ucap Cala yang malas meladeni Ardi


" apa kau yakin tidak mau bermain bersama om ? om akan menuruti apapun yang kau mau " ucap Ardi penuh pancingan


" uang ku lebih banyak dari mu om, dan minggirlah kau menghalangi ku " ucap Cala dengan sinis


" hahaha baiklah, hati-hati cantik " ucap Ardi yang hanya di angguki Cala, dan setelah mobil Cala tak terlihat lagi, Ardi juga segera melajukan mobilnya meninggalkan area parkir cafe.


*************


terimakasih sudah membaca, jangan lupa dukungan dengan like, komen dan vote ya 😘

__ADS_1


baca juga karya aku yang lain yuk 😁


__ADS_2