
" apa kau ingin ku temani nona ?" tanya seorang pria
" tidak " jawab Cala ketus tanpa melihat
" tapi aku ingin kau menemaniku " ujar pria itu lagi
" pergilah " usir Cala
" tentu kita akan pergi bersama " ujar pria yang menatap Cala dengan intens
" lepas " teriak Cala saat pria disebelahnya meraih tanganya
" Gio " ucap Cala dengan mata yang membulat sempurna
" kita bertemu kembali nona, bagaimana apakah tidak ingin ku temani ?" tanya Gio
" pergilah tuan " jawab Cala
" aku sungguh tidak menyangka seorang CEO seperti mu masih dengan santai duduk di sebuah club, di saat sedang ada badai menerpa bisnis mu " ujar Gio yang membuat Cala menatapnya tajam.
" apa maksud mu tuan ?" tanya Cala
" tidak, aku hanya mengingatkan mu " jawab Gio
" selamat menikmati waktu tentram mu nona " bisik Gio tepat pada telinga Cala.
Cala mencoba mendorong tubuh Gio tetapi sama sekali tak membuat pria itu bergeser, Cala memicingkan mata bulatnya dengan tajam pada Gio yang menyeringai penuh, cukup lama mereka saling menatap, hingga suara gemulai membuyarkan tatapan mereka.
" WWOOW, WWOOW, Cala, siapa pria tampan ini ? apa dia pria mu ?" tanya Jojo
__ADS_1
" bukan " jawab Cala
" perkenalkan aku Gio, calon suami Cala " jawab Gio sambil mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Jojo yang sedikit centil, sedang Cala tersedak oleh salivanya sendiri mendengar ucapan Gio dengan mata yang memicing pada Gio.
" iiihh kau sudah saja memiliki calon suami tapi sama sekali tidak pernah berubah dengan wajah menyebalkan itu, dan bagaiman pria tampan ini bisa jatuh cinta pada wanita dingin seperti kau Cala ?' tanya Jojo yang terus saja berbicara semakin membuat Cala kesal.
" dia hanya bercanda, aku bahkan tidak mengenalnya " jawab Cala sambil berlalu meninggalkan Gio dan jojo, Gio yang tersenyum penuh arti, sedang Jojo yang menjadi bingung dengan jawaban Cala
" apa kau berusaha mengejar Cala ku tuan ?" tanya Jojo
" kau tau itu " jawab Gio sambil berjalan cepat menyusul Cala.
.
.
saat Cala akan masuk kedalam mobilnya dengan cepat pula pintu mobil itu tertutup lagi oleh dorongan Gio, lalu menghimpit tubuh Cala bersandar pada mobil.
" aku tidak membutuhkan " jawab Cala
" menikah dengan ku atau perusahaan orang tua mu hancur tanpa sisa, kau bisa memilih salah satunya " ucap Gio
" kau ja---" ucapan Cala terhenti saat Gio mengecup bibirnya
" kau bisa menjawab ku besok pagi " ujar Gio kemudian meninggalkan Cala yang masih diam membeku ditempatnya.
sesaat kemudian Cala menggelengkan kepalanya menepis pikiran-pikiran yang takkaruan dan bergegas masuk kedalam mobilnya meninggalkan tempat yang awalnya akan di jadikan pelampiasan untuk menghilangkan kegundahanya justru menambahnya semakin banyak.
.
__ADS_1
.
" apa yang terjadi pada perusahaan ?" tanya Raka dari seberang telfon yang menempel di telinga Cala
" aku akan mengatasinya " jawab Cala
" ingat perusahaan ayah adalah hidup ayah, jangan kecewakan ayah, jika memang kamu tidak mampu katakan pada ayah Cala, ayah akan membantu mu mencari solusi " ucap Raka
" iya ayah " jawab Cala yang kemudian mengakhiri panggilan telfon secara sepihak.
" apa yang terjadi, sepagi ini ayah sudah menelfon ku " gumam Cala yang kemudian berjalan kekamar mandinya untuk membersihkan diri dan bersiap pergi bekerja.
setelah sampai di kantornya Cala menerima banyak laporan dari sekretarisnya Sonya, dengan wajah yang sejak datang keperusahaan sudah tidak bersahabat di tambah dengan kabar buruk tentang perusahaan semakin membuat raut wajah Cala terlihat menyeramkan bagi siapa saja yang melihatnya, tak berani banyak berbicara Sonya hanya melakukan apa saja yang di perintahkan oleh Cala.
" halo " jawab Cala menerima panggilan telfon tanpa melihat siapa yang menghubunginya
" bagaimana dengan kejutanku?" tanya si menelfon yang tak lain Gio
" kau bisa melakukan apapun yang kau mau " jawab Cala
" penawaran ku masih berlaku hingga esok pagi Cala " ucap Gio dan memutus panggilan telfon ya
" kenapa jadi begini ?" tanya Cala pada dirinya sendiri
" Tuhan apa ini awal karma ku ?" tanyanya lagi
Cala mencoba kembali konsentrasi pada pekerjaan namun semuanya sia-sia pikirannya terus berputar akan kejadian dimasa lalu yang sangat berhubungan dengan keadaanya sekarang.
*********
__ADS_1
terimakasih sudah mampir dan membaca
terimakasih untuk kalian yang juga memberi dukungan ❤❤❤