
suara tawa dari gadis cantik itu semakin menggelegar di dalam kantor Izzan, siapa lagi yang berani tertawa seperti itu jika bukan Nura sang adik, bahkan Nura masih saja tertawa sambil meletakkan 2 gelas berisi minuman di atas meja.
"ooopppssss" ucap Nura sambil menutup mulutnya karena di tatap tajam oleh dua orang sekaligus.
"lebih baik kalian pergi, aku sudah mendapat yang ku inginkan, Nura" ujar Izzan yang bertambah kesal.
"tidak mau, tadi asisten kakak bilang kalian ada rapat masih 2 jam lagi, aku mau istirahat sebentar disini" jawab Nura
"ini tidak baik, lebih baik kita pulang Ra" ajak Ahza
"sebentar lagi, aku masih ingin tertawa, karena ini pertama kalinya aku mendengar kakak ku mendapat umpatan dari seorang gadis haha...." ujar Nura tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
"katakan pada teman mu itu, dia harus mengganti jas ku" ucap Izzan pada Nura ynag sebenarnya mengarah pada Ahza
"ck' kau pelit sekali kak, lagi pula ini hanya jas, kau bisa membelinya lagi, kasian uang mu jika tidak di gunakan nanti berjamur" sahut Nura
"lagi pula, sahabat ku tidak bersalah, kau tau jika gadis seperti kamu pasti tidak bisa mencuci, kau yang benar-benar salah, maka nikmatilah kerugian mu" imbuh Nura
"kamu memang sahabat ku Nura Cala Melviano" puji Ahza yang di angguki oleh Nura, suatu kebahagian tersendiri bagi Nura jika mendapat kesempatan untuk menindas kakaknya yang selalu bersikap angkuh itu.
__ADS_1
"sejak kapan kau berani padaku?" tanya Izzan pada Nura
"sejak aku mencintai mu kak" jawab Nura
"ayo Ahza kita pergi saja, lebih baik kita makan-makan dari pada disini menemani PRIA BALOK" ucap Nura dengan sengaja menekan kata pria balok.
"pergi, lekaslah pergi" usir Izzan yang kesal dengan tingkah adiknya, memalukan di permainkan oleh dua orang gadis kecil.
"maaf" ucap Ahza lalu segera mengikuti langkah Nura sedikit berlari, tingkah nya itu membuat Izzan tersenyum tipis.
"lucu" gumam nya.
.
.
"enggak, semalam di pesta aku gak sengaja nabrak kakak kamu, dan jasnya kotor, trus dia minta aku tanggung jawab dan tadi kamu minta temani aku ketempat kakak mu, jadi sekalian aku balikin tapi ya gitu jas nya rusak" jawab Ahza dengan penjelasan sedang Nura hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
"aku kira kalian punya hubungan, karena kakak ku pernah bilang kalo dia punya kekasih" ujar Nura
__ADS_1
Deg.....
hati Ahza seperti tersengat sesuatu yang tak terlihat, entah kenapa dia merasa tidak suka dengan cerita Nura barusan, tapi kenapa? itu semua bukan urusan Ahza, mau Izzan punya ataupun tidak punya kekasih tidak ada hubungannya dengan dia!
"bukan urusan ku"jawab Ahza cetus
Nura tersenyum melihat reaksi sahabatnya, "padahal aku berharap itu kamu, agar aku bisa memiliki kesempatan lebih banyak untuk mendekati Faid" ucap Nura
"aku tidak setuju jika abang Faid bersama dengan mu" sahut Ahza
"kenapa?" tanya Nura
"karena aku tidak mau abang bersama gadis centil seperti mu" jawab Ahza
"aku tidak centil, tapi para pria itu yang memang suka dengan ku, lagi pula jika kamu menjadi suadar ipar ku itu merupakan keberuntungan untuk mu" jawab Nura dengan sinis
"sama sekali tidak, aku sudah memiliki semua nya" sahut Ahza
"terserah" jawab Nura tanpa ingin berdebat lagi, lalu mereka menyelesaikan makan dan pergi untuk pulang kerumah masing-masing.
__ADS_1