Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
Bab 21


__ADS_3

sudah satu hari Cala benar-benar tidak keluar dari kamarnya, bahkan para pelayan yang biasa mengantar makanan kekamarny juga tak ada yang berani datang, tidak ada hal apapun yang bisa dilakukan Cala selain berdiri menatap keluar jendela kamar, ingin menghubungi ayahnya tetapi dia bahkan tidak tau dimana ponselnya.


lapar tentu saja siapa yang tidak lapar jika satu hari penuh tidak makan, Cala memilih membaringkan tubuhnya di atas kasur dan memejamkan matanya, dalam waktu singkat dia tertidur dan tidak mendengar saat Gio yang baru saja masuk kedalam kamar.


Gio berdiri di ujung ranjang memperhatikan Cala yang tertidur, " dasar keras kepala " ucapnya lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


selesai membersihkan diri Gio melanjutkan pekerjaannya dengan duduk di sofa dan memangku laptopnya, sambil sesekali memperhatikan Cala.


jam sudah menunjuk angka dua belas, Gio menutup laptopnya dan berjalan menuju ranjang hendak membaringkan tubuhnya, mencari posisi ternyaman dan mulai memejamkan matanya.


" aaaaaaaaaakkkkhhhhh" teriak Cala yang langsung membuatnya bangun terduduk dan mengejutkan Gio.


" APA YANG KAU LAKUKAN " bentak Gio, sedang Cala masih menormalkan jantungnya yang sedang berlari maraton, inilah hal yang ditakutkan Cala mimpi buruk itu datang lagi, Cala membutuhkan obat penenangnya tetapi dia yakin jika Gio lebih senang melihatnya tersiksa seperti ini.

__ADS_1


" kau, kenapa kau tidak membunuhku saja ? agar dendam mu terbayat lunas, agar aku bisa bertemu kak Vina dan menerima hukuman darinya juga " ucap Cala dengan melayangkan tatapan tajam


" jangan pernah sekalipun kau menyebut namanya dengan mulut busuk mu " sahut Gio


" kenapa ? kau tidak berhak melarang ku " jawab Cala


" kau bertanya apa otak di kepalamu sudah tidak berfungsi ?" tanya Gio


" kau benar Gio, otak ku sudah tidak mampu untuk berpikir, karna itu aku menerima tawaran menikah dengan mu " jawab Cala dengan suara tinggi


suara tamparan yang mendarat tepat pada pipi Cala, belum hilang rasa sakit dari tamparan, Gio sudah menyeretnya kekamar mandi, menampung air di wastfel kamar mandi dan mendorong kepala Cala masuk kedalam air serta menahan tengkuk Cala dengan kedua tangan yang di cekal oleh Gio.


" INI YANG KAU INGINKAN HAH ?" bentak Gio tak memperdulikan Cala yang coba memberontak, tubuh Cala yang sudah lemah karna tidak makan seharian di tambah dengan siksaan Gio membuatnya cepat kehabisan tenaga.

__ADS_1


tak berselang lama Gio melepaskan Cala yang jatuh terduduk dan terbatuk-batuk dan berusaha mendapatkan oksigen, matanya terasa panas dan memerah, menahan rasa sakit hati yang kian bertambah, teebwsit rasa benci tetapi tidak boleh diteruskan, Cala terus mensugesti dirinya jika ini adalah hukuman kecil yang harus dilaluinya agar hidupnya tenang.


Gio berjongkok tepat dihadapan Cala, dan mencengkram kuat pipi Cala menghadapkan ke padanya " kenapa baru begitu saja kau sudah takut ?" tanya Gio, Cala tak memberikan jawaban


" ingat mulai besok kau harus bekerja bersama para pelayan, jika tidak kau tidak akan mendapatkan apapun, dan jika kau ingin membuat masalah tunggulah aku datang karna aku tidak segan memberikan mu pelajaran yang setimpal " ucap Gio yang kemudian meninggalkan Cala di kamar mandi sendirian.


lolos setetes air mata yang di ikuti teman-temanya, Cala mengusap kasar air matanya, tidak boleh seperti ini ucap Cala di dalam hatinya, Cala berusaha untuk bangun dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, mengganti pakaian yang basah dengan yang lain, ragu untuk melangkah ke ranjang dan memilih untuk duduk di sofa, mencoba memejamkan matanya melupakan segalanya untuk sementara waktu.


***********


Terimakasih sudah membaca jangan lupa like, komen dan Vote


❤❤❤❤

__ADS_1


baca juga karya ku yang lainya, bisa di lihat di profil ya 😘


__ADS_2