
Di usianya yang sudah lebih dari separuh abad, Gio Ervin Melviano masih terlihat sangat tampan dan gagah, masih eksis mengelola perusahaan nya, dia benar-benar menepati janijnya pada Izzan Fahad anak pertamanya untuk tidak menikah lagi, walau tanpa janji itu Gio juga tidak lagi ingin menikah, dia selalu menjaga cinta nya pada mendiang sang istri dan berharap di pertemukan di surga Tuhan nanti.
Dika Fahad kakak dari Cala Fahad, yang juga masih di sibukkan dengan pekerjaan perusahaan, yang akhirnya mau menikah dengan wanita yang di jodohkan ibunya, dan di usia yang sangat matang sudah memiliki seorang putra berusia 10 tahun, Darel Fahad nama yang di berikan Dika pada anaknya, sedang ibunya Sarah sudah juga pergi menyusul Cala ke surga Tuhan, dia tinggal bersama dengan Devi, yang semakin renta beruntung sang istri mau membantunya merawat Devi tanpa keluhan.
sebenarnya mereka semua tinggal bersama dalam satu rumah, Gio hanya akan pergi ke Jerman jika ada urusan bisnis selebihnya akan di tangani oleh orang kepercayaan nya, karena dia tidak ingin berlama-lama meninggalkan Indonesia, selain ada anak-anaknya dia juga ingin setiap waktu bisa datang ke makam istri tercintanya.
Terlambat mengakui perasaan pada dia yang telah pergi, memang membuat diri sangat menyesal, namun dari pada harus terus terpuruk bukankah lebih baik menjaga cinta itu ? harapan hanyalah tinggal harapan, karena semua mimpi akan terwujud jika kamu tidak mensia-siakan waktu, begitulah penyesalan yang selalu datang setelah waktu terbuang.
.
.
" Selamat pagiiiiiiii" teriak gadis cantik yang memakai seragam putih abu-abu dengan ceria menuruni anak tangga.
"pagi" jawab semua orang yang ada di meja makan, terkecuali seorang pria muda yang begitu dingin dengan santai melahap sarapanya.
__ADS_1
"kamu berangkat sekolah sama papa Nura ?" tanya Gio
"papa, sudah berapa kali Cala katakan jangan memanggil dengan nama Nura, panggil Cala, Cala" jawab anak gadis Gio dengan manja
"Cala itu nama wanita ku, dan kau lebih bagus di panggil Nura" sahut Gio
"lalu kenapa papa memberikan nama mama pada ku?" tanya Nura dengan memcebikkan bibirnya
"karena kau sangat mirip dengan mama mu" jawab Gio
Devi, Dika,Darel dan Ranti istri Dika hanya menggeleng kepala jika ayah dan anak itu sudah mulai berdebat, di leraipun mereka akan kembali berdebat, tetapi ini lah yang menjadikan suasana rumah tampak ramai.
Tuk...tuk.... ( mungkin gini ya suara sendok dan garpu di banting)
Izzan yang merasa kesal mendengar perdebatan nama setiap hari, menjatuhkan sendok garpu yang di peganganya dengan sengaja, lalu beranjak dari meja makan dan pergi begitu saja, menyita perhatian semua orang kembali diam dan melanjutkan sarapan mereka tanpa pembicaraan lagi.
__ADS_1
Gio paham betul dengan sikap anak pertamanya nya itu, walau sudah 17 tahun lama nya setelah kepergian sang mama Izzan masih sangat membatasi diri dari papa nya, dia selalu bersikap dingin, dan hanya melakukan apa yang menurutnya benar, anak itu lebih keras kepala dan egois di bandingkan Gio, sangat berbeda dengan Izzan kecil dulu yang sangat ceria jika sedang bersama mama nya, sedangkan Nura Cala Melviano anak keduanya itu sangat ceria seperti Cala, bawel dan selalu manja pada papa nya dan orang-orang terdekat, walau tidak sempat merasakan kasih sayang seorang mama tetapi Nura selalu mendapat perhatian lebih dari sang kakak, mengenal sosok sang ibu dari cerita papa, kakak, oma, paman, sudah sangat cukup bagi Nura untuk mencintai mama nya, wanita hebat yang berjuang menjaga dan melahirkan nya, walau dirinya sendiri sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Mereka bertiga tidak pernah lupa sekalipun selama 17 tahun ini selalu mengunjungi makam Cala, di sela waktu yang mereka miliki bahkan di setiap tahunya Gio selalu mengadakan syukuran kecil untuk memperingati hari ulang tahun istrinya, sayang nya apa saja yang di lakukan Gio tak bisa meluluhkan hati Izzan padanya, selain pada Nura adiknya, Izzan akan sangat berbeda, penuh dengan kelembutan dan kasih sayang.
.
.
Di usianya yang ke 25 tahun Izzan sudah menjadi pembisnis handal seperti mama nya, dia lebih bangga jika di katakan mirip Cala dari pada di samakan dengan Gio, Izzan kini memimpin perusahaan dari kakeknya dulu Raka, yang di kelola Cala dan Dika sampai pada akhirnya kembali pada Izzan.
Izzan ingin kembali mengelola perusahaan yang ada di Jerman tetapi dia masih tak tega meninggalkan adiknya, dengan terpaksa akhirnya Dika dan keluarga yang mengalah untuk mengelola perusahaan yang ada di Jerman.
sikap dingin dan angkuh yang melekat padanya membuat Izzan sangat di segani oleh para karyawan nya, apalagi jika harus berurusan dengan Izzan secara langsung mereka sangat menghindari karena Izzan tidak akan melepaskan begitu saja jika karyawanya melakukan sedikit saja kesalahan.
Bagaimana apa ada yang mau di lanjutkan dengan cerita Izzan atau Nura ?
__ADS_1
kasih jawaban kalian di komentar ya 😊