Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
LCCS2 Bab 12


__ADS_3

hari ini Nura mendapat kejutan di ulang tahun yang ke 18 tahun, wajah cantik itu tampak sangat bahagia, walau hanya berkumpul dengan keluarganya saja, sayang nya momen bahagia ini juga sekaligus mengingatkan kenangan buruk 18 tahun lalu, karena esok hari juga merupakan tepat hari peringatan meninggalnya Cala Fahad, istri dari seorang yang bernama Gio, ibu dari Izzan dan Nura.


ke esokan harinya, Gio, Izzan, Nura, Dika dan keluarga lainya sudah berada di rumah terakhir Cala, mereka semua berkumpul untuk memperingati hari dimana seorang wanita cantik menghembuskan napas terakhirny, setelah berjuang untuk melahirkan anaknya dan melawan penyakit yang merenggut hidupnya.


setelah menabur bunga di atas gundukan tanah, mereka semua diam dengan pemikiran masing-masing, suasana haru dalam kesedihan sangat jelas menyelimuti sekelompok orang itu.


Gio menatap lurus pada batu yang bertulis nama istrinya, rasa sesal itu tak pernah berkurang di hatinya, jika di ingat, semua sangat menyakitkan, kenapa dulu dirinya tak mengakui saja jika pada akhirnya juga mencintai Cala? kenapa mata dan hatinya harus menuruti rasa gengsi yang berakibat sangat fatal pada hidupnya? karena dirinyalah kedua anak nya tak lagi dapat menikmati kasih sayang seorang ibu, karena ke egoisan hidupnya tak pernah tenang, karena sebuah keangkuhan membuatnya memiliki jarak yang sangat jauh dengan anak laki-lakinya, ya semua adalah kesalahan Gio, yang terlalu gelap dalam pemikiran, seharusnya dia sadar jika takdir sudah berjalan maka tak ada yang bisa merubahnya.


Dika yang dulu di penuhi dengan rasa iri di hatinya pada sang adik, sekarang juga menerima hasil dari perbuatanya, hanya bisa berandai-andai, Andaikan aku seperti ini, andaikan aku tidak seperti itu, andaikan saja adikku masih disini, andaikan saja aku mau mengalah. Percuma saja semua hanya tinggal angan dan menunggu waktu mereka dapat berjumpa kembali.

__ADS_1


Izzan bertanya di dalam hatinya, apakah mama akan bangga dengan apa yang berhasil di raihnya? apakah mama akan suka dengan sifat anaknya yang sekarang? apakah mama akan marah padanya, jika dia menjadi seorang yang kejam?. Izzan tau jawaban mama nya pasti tak akan mau jika anaknya menjadi seorang yang arogan, tentu saja Cala ingin anaknya menjadi seorang yang baik dan bijaksana, Izzan berjanji jika dia memiliki kesempatan menikah dan memiliki istri dia akan memperlakukan istrinya dengan baik, tidak ingin menyakiti seorang wanita yang di cintainya. Izzan masih begitu mencintai mama nya, bahkan hingga di usia 25 tahun ini dia masih di sibukkan dengan pekerjaan, karena yang di inginkan Izzan adalah sebuah pelukan hangat dari mama nya, ucapan bangga dari mama, dan semangat yang di berikan mama.


Nura gadis yang baru saja semalam genap berusia 18 tahun, menyeka air matanya, walau dirinya tak sempat bertemu sang mama, namun dia dapat merasakan rasa sakit pada hatinya, mencintai mama yang telah tiada terasa begitu berbeda, setiap cerita tentang mama nya yang di dengar dari oma Devi selalu membuatnya merasa penasaran akan sosok mama, tetapi semua hanya menjadi keinginan di hatinya, Nura hanya ingin meniru sedikit kebiasaan yang dilakukan mama nya, selalu ceria di saat apapun yang di rasakan, tak ingin memnyusahkan orang lain, dan menjadi seorang yang baik.


.


.


"selamat beristirahat istriku" ucap Gio

__ADS_1


"Izzan mencintai mama" ucap Izzan


"Nura akan membuat mama bangga" ucap Nura


"kakak merindukan mu Cala" ucap Dika


setelah mengucapkan kalimat pengantar tidur mereka semua perlahan mulai memejamkan mata, berharap dapat bertemu orang yang mereka cintai di dalam mimpi.


selamat membaca, terimakasih banyak untuk like, komen dan vote nya.

__ADS_1


__ADS_2