Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
Bab 41


__ADS_3

" lakukan semua yang kalian bisa, dan ingat kalian harus bisa menyembuhkan istri dan anak ku, jika kalian gagal kalian akan ikut aku kubur " ucap Gio penuh emosi


" tuan kami hanya dokter bukan Tuhan " jawab seorang dokter


" kau mencoba menentang ku?"tanya Gio dengan tatapan tajam pada dokter yang seketika menundukkan kepalanya


" kami akan berusaha tuan, bantu kami dengan doa" ucap dokter senior yang mencoba memberikan ketenangan pada Gio


" kalian harus melakukanya jika tidak kalian tau risiko nya " ucap Gio penuh penekanan.


" kapan oprasinya akan di lakukan ?" tanya seseorang yang berada di belakang Gio.


" lima belas menit lagi tuan " jawab dokter, pada pria yang berdiri tegap di hadapan nya dan tak lain adalah Dika.


" aku ingin memenuhi keinginan adikku menemaninya melahirkan, karena dia mengatakan jika dia takut harus mengahadapi oprasi sendiri" ucap Dika


dokter itu tak langsung menjawab tetapi menatap Gio seakan meminta persetujuan nya, sedang Dika masih berdiri dengan tenang menunggu jawaban dari sang dokter, anggukan kecil sebagai jawaban dari Gio yang kemudian dokter mempersilahkan Dika ikut masuk kedalam ruang operasi.


Gio duduk diam di kursi tunggu, hatinya tidak rela, menyesal sudah pasti, marah tentu saja, bagaimana mungkin dia bisa kehilangan lagi ? Tuhan kau pasti memberikan keajaiban pada istri ku kan ? tanya nya di hati.


tidak tau apa lagi yang harus di lakukan nya, Gio tak mampu berpikir, kepalanya di penuhi dengan bayangan segala hal yang dilakukannya pada Cala, otak nya bekerja seperti kaset rusak yang tak bisa berdamai, hati nya seakan tak ada lagi rasa selain perih dan hancur, Izzan anaknya tak mau melihatnya tak mau di peluknya, anak kecil itu juga duduk di kursi lain sama sekali tak ingin di sentuh oleh Gio, benar-benar menambah kepahitan yang di rasanya.


jam menunjuk angka 3 pagi tetapi belum ada hasil dari semua tindakan yang di lakukan dokter, kenapa selama ini dia tidak tau jika Cala sedang sakit ? sadarlah Gio itu semua karna dirimu tak memperhatikan istrimu !, kau tidak melihat bagaimana kondisi tubuhnya yang semakin hari terlihat mengurus, kau tidak pernah bertanya bagaimana keadaan nya, kau tidak pernah melihatnya menahan rasa sakit di perut bawahnya, bahkan kau dengan tega memaksanya melayani mu, kau bukan manusia Gio. kau sungguh kejam, sayang nya wanita bodoh itu sangat mencintai mu hingga di saat ini.


.


.

__ADS_1


" masuklah Cala ingin bertemu dengan mu " ucap Dika menyampaiakan pesan Cala dan dirinya baru saja datang dari ruangan khusus bayi, melihat keponakanya yang baru saja di lahirkan, bersyukur bayi perempuan itu sangat sehat, walau terlahir secara prematur keadaan sangat sempurna seperti bayi yang di lahirkan dengan usia kandungan normal, mungkin ini salah satu keajaiban Tuhan.


Gio berjalan pelan memasuki ruangan dimana Cala di rawat, wanita itu masih saja bisa tersenyum, walau keadaanya sudah sangat tidak baik. " selamat siang " ucap Gio dengan canggung dan gugup.


" apa kau sudah melihat anak ku ?" tanya Cala yang di angguki Gio dengan cepat.


" Gio boleh aku bertanya ?" tanyanya lagi dengan suara lemah


" tanyakan apa saja yang kau ingin tau" jawab Gio


" apa kau bisa menyayangi anak-anak ku ?" tanya Cala


" aku menyayangi mereka, dan juga dirimu " jawab Gio


" apa kau bisa mencintai mereka ?" tanya Cala lagi


" aku sangat mencintai mu Cala, dan aku akan mencintai anak-anak kita" jawab Gio, sedang Cala yang mendengar pernyataan suaminya kembali meneteskan air mata, hati nya seakan terbang, akhirnya setelah sekian lama dia mendapat pengakuan itu, Cala menangis dengan masih tersenyum.


" maka kau harus bertahan, kau harus sembuh dan membalas perbuatan ku padamu, kau harus menghukum ku, dengan apapun itu, aku mohon kau harus semangat " ucap Gio dengan tangan yang mengusap cepat air matanya.


" aku bahagia kau mau mengakui rasa cinta mu, hati ku terasa tenang dan nyaman, sekali lagi maafkan aku" ucap Cala tak memudarkan senyumnya


" kau harus sembuh, aku membutuhkan mu dan anak-anak juga membutuhkan mu, aku akan mengatakan setiap waktu jika aku mencintai mu, dan aku siap menerima hukuman mu" ujar Gio dengan menggengam tangan mungil Cala


" bolehkan mengajak ku ke taman, aku ingin melihat matahari " pinta Cala


" tunggu sebentar aku akan bertanya pada dokter " jawab Gio

__ADS_1


.


.


" Izzan, mama sangat menyayangi dan mencintai mu, katakan pada adik mu mama juga mencintainya, mama mohon bantu mama menjaga adik mu dan menurutlah pada papa dan om Dika juga oma dan opa " pesan Cala, saat ini mereka berada di taman rumah sakit, Gio, Izzan dan Dika sementara keluarga lain orang tua dan mertuanya sedang dalam perjalanan.


" mama tidak akan kemana-mana, mama akan selalu bersama Izzan dan adik, Izzan tidak mau bersama papa " jawab Izzan


" jagoan mama tidak boleh menangis, kau harus menjadi pelindung untuk adik mu, ingat pesan mama jika mama akan terus ada di hati mu dan selalu mengawasi mu" jawab Cala dengan suara yang semakin lemah


" kak kau ingat janji mu padaku kan ?" tanya Cala dan Dika hanya menggukkan kepalanya sebagai jawaban tak ingin terus menatap pada mata sang adik yang membuat hatinya hancur.


tangan Cala bergerak menyentuh tangan Gio yang ada di pundaknya, pria itu berdiri di belakang Cala dan menjaga istrinyabyang duduk di atas kursi roda " gendong aku " pinta Cala dengan cepat Gio menggendong istrinya dan membawanya duduk pada kursi taman yang di ikuti Izzan di sebelahnya, Dika dan dokter siaga selalu memperhatikan.


" aku mencintai mu, terimakasih Gio " ucap Cala lagi dengan suara yang hampir tak di dengar, tangan yang berada di pipi Gio, mulai lemah dan terjatuh, mata bulat yang indah itu mulai tertutup, senyum pucat itu pun sudah hilang bersama dengan nafas yang tak lagi berhembus.


" CALA, BANGUN CALA AKU MOHON CALAA" teriak Gio sedang dokter dengan sigap melihat keadaan Cala dan menggelengkan kepala dan mengucapkan tanggal, hari dan jam meninggalnya Cala Fahad.


Gio terus memeluk erat tubuh pucat tak bernyawa itu, dengan tangis histeris tak berbeda dengan Izzan, bahkan bayi yang baru semalam di lahirkan istrinya itu juga sedang menangis histeris di dalam box bayinya.


Dika terduduk lemas dalam pelukan sang ibu sedang Devi yang baru saja datang dan mengerti dengan keadaan langsung tak sadarkan diri, kedua orang tua Gio saling berpelukan menangisi kepergian menantu yang sangat mereka sayangi.


" bawa aku bersama mu Cala, huhuhu hiks ...hikss....." ucap Gio


" aku mencintai mu Cala, aku mohon maafkan aku, hukum aku dengan cara lain jangan seperti ini Cala, hukum aku "


" Tuhan tukar saja nyawa nya dengan ku, kenapa istriku yang kau ambil, kembalikan dia Tuhan" teriak Gio.

__ADS_1


bagaimana ? jika sudah begini siapa yang akan menyalahkan siapa ? siapa yang pantas di salahkan dan di hukum ? takdir ? bahkan takdir tak akan mengerti jika kau terus menyumpahinya, atau kau terus mengutuknya, sadarlah setiap hal, dan sekecil apapun pasti akan mendapat balasan, hati Gio terus berperang dengan otaknya beradu kata mencari pembelaan yang tak di temukan sama sekali.


Terimakasih, sudah membaca dan memberi dukungan, semoga kalian semua suka dengan cerita ini.


__ADS_2