
Cala seakan lupa dengan waktu karna merasa nyaman dengan suasana taman bunga yang memiliki berbagai jenis dan warna, sampai jam makan siang bi Ani mengingatkan Cala untuk segera makan.
" bi, temani Cala makan ya ?" pinta Cala
" maaf nona bibi tidak berani " jawab bi Ani
" tapi Cala tidak terbiasa makan sendiri bi, temani Cala ya ?" pinta Cala lagi
" baiklah bibi akan berdiri di samping nona menemani nona makan " jawab bi Ani
" maksud Cala bibi makan bersama Cala " ujar Cala sambil menatap bi Ani
" maaf nona " jawab bi Ani
" baiklah, baiklah " jawab Cala yang kemudian memulai makanya dengan tak berselera.
setelah selesai makan siang Cala membantu membereskan meja makan, dan beberapa pekerjaan lainya dengan alasan agar dirinya bisa juga melakukan kegiatan seperti layaknya seorang istri karna bi Ani yang selalu menolak dan menahan Cala agar tidak melakukan pekerjaan seperti yang dirinya lakukan.
__ADS_1
.
.
malam hari tepat jam delapan malam Gio berjalan masuk kedalam rumahnya dan langsung menuju kamar, di lihatnya Cala yang sedang duduk di depan meja riasnya menyisir rambut hitamnya.
" sediakan air hangat dan pakaian ku " ucap Gio tanpa jawaban Cala mengerjakan apa yang di minta suaminya.
" airnya sudah siap " ucap Cala memberitahu Gio yang berlalu masuk kedalam kamar mandi.
Cala menyiapkan pakaian ganti Gio, setelahnya dia berjalan kearah balkon menebar pandangan matanya kesegala arah dan menghembusakn napas perlahan, sambil memejamkan matanya, cukup lama dia menikmati waktunya, sampai sedang tangan kekar melingkar di pinggangnya, membuat jantung Cala berpacu dan diam membeku.
" tidak ada, aku hanya sedikit membantu bi Ani " jawab Cala
apa dia sedang kehilangan akalnya, dengan bersikap baik padaku ? . Cala
Gio memutar tubuh Cala menghadapnya dan mencium bibir Cala dengan rakus, membimbing Cala secara perlahan menuju kasur untuk melepaskan hasrat yang tidak dapat di tahanya.
__ADS_1
setelah semua selesai Cala memilih untuk membersihkan diri kekamar mandi, membiarkan Gio yang tertidur pulas " dia baik pada ku karna hanya ingin napsunya selesai " gumam Cala dengan tangan menghapus air matanya, dengan cepat Cala menyelesaikan mandinya berganti pakaian dan mengambil posisi nyaman di atas sofa, karna Cala tidak ingin esok pagi Gio marah padanya saat melihat Cala tidur di satu kasur yang sama.
.
.
selama seminggu ini Gio sama sekali tak pernah memarahi atau bersikap kasar pada Cala, apa ini rencana baru yang dilakukan Gio ? apa Gio ingin membuat Cala semakin mencintainya lalu akan membuang Cala ? bukanya Gio bilang ingin menyakiti dan menghancurkan Cala hingga dirinya merasa dendamnya sudah terbalas semua ?
Cala terus menebak dengan segala macam perkiraan apa saja yang akan terjadi pada dirinya, tetapi tak satupun yang bisa Cala yakini jika Gio tiba-tiba berubah baik padanya, jika Cala berharap Gio akan mencintainya, tentu saja Cala sangat berharap, tetapi kembali lagi pernikahan yang mereka jalani bukan karna keinginan atau rasa cinta yang sama melainkan berdasar dengan dendam yang membendung besar di hati Gio.
Cala tidak ingin terbuai dengan kelembutan dan perhatian yang di berikan Gio, dia takut jika ini akan menjadi awal penderitaan yang lebih menyakitkan, Cala harus mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi, menguatkan hatinya, menebalkan dinding hati atau membunuh rasa yakin yang ada di hatinya.
" makanlah lebih banyak " ucap Gio saat mereka sedang makan malam bersama
" iya " jawab Cala tanpa melihat kearah Gio yang menyeringai tipis.
********
__ADS_1
hai... maaf jika cerita ini memiliki waktu update terlalu lama, aku akan mengusahakan agar bisa lebih sering untuk update
terimakasih, untuk kalian semua yang memberikan dukungan untuk cerita ini 😊 😘 ❤