
" apa aku boleh meminta bantuan mu kak ?" tanya Cala pada Dika
" tidak " jawab Dika singkat, Cala menatap Dika dengan tatapan memohon sedang Dika hanya memalingkan wajahnya menghindari tatapan adiknya.
" aku mohon ?" ucap Cala dengan penuh harap
" Cih' sejak kapan seorang Cala yang terkenal angkuh dan sombong memohon " cibir Dika
" aku rasa tidak salah meminta bantuan pada seorang kakak" sahut Cala
" lekas katakan " ujar Dika, mendengar jawaban dari kakak nya membuat Cala tersenyum bahagia dan mulai mengatakan permintaan sekaligus permohonannya, ada kebingungan tersendiri di hati Dika saat mendengar apa yang di ucapkan adiknya namun tak membuatnya mengeluarkan pertanyaan pada Cala.
.
.
" apa yang kau lakukan pada wanita ku ?" tanya Gio
" aku ? sepertinya kau dalah orang bertanya !" jawab Cala
" kau pikir aku tidak tau apa saja yang kau lakukan " bentak Gio
" ck' jika kau tau lalu untuk apa kau bertanya " sahut Cala lalu mencoba menghindari Gio yang menghalangi geraknya.
terlambat Gio mencengkram kuat lenganya dan menatap tajam Cala, " kau harus di beri pelajaran " ujar Gio lalu menghempaskan Cala ke atas kasur.
Gi merobek pakaian Cala, dan mulai melepas kendali tangan dan bibirnya pada tubuh istrinya, " HENTIKAN " teriak Cala.
" Gio, aku mohon hentikan, jangan lagi menyentuh ku, aku sedang hamil Gio, hiks.... hikss..... " mohon Cala
" memohonlah terus padaku, aku suka melihat reaksi mu seperti ini, kau semakin membuat ku bernafsu " balas Gio
" breng***, AKU BERSUMPAH KAU AKAN MENYESAL GIO" teriak Cala
" GIO SAKIT, HIKS....HIKS...." teriak Cala
lelah, tubuh Cala benar-benar terasa remuk, perut bawah nya terasa sangat nyeri, Cala mencoba bangun dari tidurnya dan meraih selimut untuk menutup tubuhnya, di lihatnya Izzan yang berdiri tak jauh darinya yang juga menatapnya dengan genangan air mata yang siap menetes, tangan kecil itu memeluk mama nya, " maafkan Izzan yang belum bisa menjaga mama" ucapnya.
" mama baik-baik saja, hanya mama mohon tepatilah janji mu untuk menjaga adikmu nanti nak " pinta Cala yang di angguki Izzan.
.
__ADS_1
.
" Izzan ayo ikut papa " ajak Gio
" tidak mau, aku mau menemani mama " jawab Izzan
" kau sudah setiap hari bersama mama mu, ikutlah papa hari ini" ucap Gio
" tidak mau, waktuku lebih berharga dengan mama " sahut Izzan lalu meninggalkan Gio dan Cala di meja makan.
" itukan hasil didikan mu ?" tanya Gio penuh sindiran
" iya " jawab Cala lalu beranjak dari duduknya dan menyusul anaknya.
" ibu dan anak yang sama " gerutu Gio
" boleh mama masuk sayang ?" tanya Cala setelah berada di ambang pintu kamar anaknya.
" masuk saja ma " jawab Izzan
" boleh mama berbicara ?" tanya Cala lagi dan anggukan sebagai jawaban Izzan
" bolehkan jika mama meminta Izzan tidak berdebat dengan papa ? mama mohon ingat lah selalu pesan mama menjadi anak baik dan tak membantah orang tua, papa sangat menyayangi mu, hanya saja dia tidak tau cara menunjukkan kasih sayang, kau harus paham dengan karakter papa mu nak, mengertilah papa mu sudah sangat lelah dengan pekerjaan sebaiknya kita mengalah, agar keluarga kita selalu tentram sayang " jelas Cala
" Izzan menyayangi papa, ma, tetapi Izzan tidak suka saat papa selalu saja marah pada mama" ujar Izzan
" tidak sayang, papa mu marah bukan karna di sengaja tetapi karena mama memiliki kesalahan, jadi mama mohon bersikap lah menjadi anak baik" pinta Cala yang hanya di angguki Izzan lalu memeluk mamanya dengan mata yang menatap pada papanya yang diam-diam sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
.
.
" Gio bisakah besok kau menemani ku untuk berkonsultasi kandungan ku, sekalian ada yang ingin aku bicarakan padamu?" tanya Cala dengan tatapan penuh harap
" aku sibuk " jawab Cala
" hanya sekali ini saja, untuk pertama kali dan terakhir kalinya di usia kandungan ku yang sudah memasuki bulan ketujuh " pinta Cala dengan mengisi lembut perut buncitnyaa
" apa yang ingin kau bicarakan ? katakan sekarang saja " ujar Gio
" tidak bisa, kau harus menemaniku besok " jawab Cala
__ADS_1
" kau selalu saja menyusahkan ku" ucap Gio dengan kesal menatap istrinya.
" kau mau ?" tanya Cala
" jam berapa ?" tanya Gio
" aku memiliki janji jam 9 pagi besok, setelah sarapan dan mengantar Izzan sekolah kita bisa langsung kerumah sakit" jawab Cala antusias.
" baiklah" jawab Gio dengan lembut
" kemarilah" perintah Gio, dengan patuh Cala mendekat pada suaminya yang tiba-tiba memeluknya.
maafkan aku Cala, 10 tahun ini aku tak bersikap baik padamu, tetapi kau masih dengan baik bertahan, aku selalu mengacuhkan mu, menghindari mu agar aku tak melakukan kekerasan pada mu, maafkan aku sayang, aku benar-benar merasa nyaman saat memeluk mu seperti ini, semua lelah ku teras hilang, semoga Tuhan selalu menjaga mu. gumam Gio di hatinya.
" aku tidak mengerti dengan hati ku Cala " ucap Gio
" ada apa ?" jawab Cala dengan pertanyaan
" hati ku tak pernah merasa tenang, aku selalu menyakitimu, dan kau masih bisa bertahan di sisi ku " jawab Gio dengan kedua tangan yang menangkup pipi istrinya.
" tak apa, masih banyak waktu untuk mu memikirkan nya dan meyakinkan hati mu, tetapi terimakasih kerena sudah memberikan ku izin mencintai mu" ucap Cala yang kembali masuk kedalam pelukan suaminya.
" istirahat lah, kau harus menjaga kandungan mu dengan baik" perintah Gio sambil membimbing istrinya berjalan kekasur.
" aku ingin kau menemaniku tidur " pinta Cala
" baiklah, kemarilah mendekat agar aku bisa memeluk mu " perintah Gio dengan segera Cala mendekat dan merasa nyaman berada di pelukan suaminya.
seandainya saja kau selalu seperti ini, aku pasti sangat bahagia, tetapi semua kembali pada kenyataan yang sudah ku terima, aku hanya ingin seperti ini sampai aku melahirkan Tuhan, agar aku bisa menjaga diri dan tidak memandang rasa sakit hati lagi.
" apa kau sudah tau jenis kelamin anak ini ?" tanya Gio
" perempuan, anak di dalam perut ku perempuan, dan aku harap dia nanti bisa menjadi gadis baik, yang penuh kasih sayang, dan kau sebagai papa nya harus melindunginya dengan nyawa mu " jawab Cala senang
" kau harus mendidiknya gar tidakenjadi penggangu seperti dirimu " sahut Gio
" ck' lupakan aku, anak perempuan adalah tanggung jawab besar seorang ayah" sahut Cala yang tak mau mengalah.
" tidurlah, jangan sampai sakit dan menyusahkan ku" ujar Gio memeluk erat istrinya.
sedang Cala menatap dengan teliti setiap garis wajah suaminya, sesekali tersenyum dan air mata menetes, " semoga Tuhan memberiku kesempatan agar bisa memiliki waktu lebih bersama mu " ucap Cala dengan lirih takut menggangu tidur suaminya.
__ADS_1
mendekati bab-bab akhir ya teman-teman.
terimakasih untuk kalian yang selalu memberikan dukungan aku ❤ kalian