
Gio dan Cala pada akhirnya tidak jadi bekerja mereka berdua menghabiskan waktu di dalam kamar, Cala yang merasa bahagia dan perkataan Gio yang terus terniang di telinganya membuatnya selalu tersenyum tipis tidak ingin terlalu menunjukkan pada Gio.
" semoga Tuhan tak memberi ku harapan semu " gumam Cala di hatinya lalu terlelap dalam pelukan suaminya.
Gio menatap wajah istrinya dengan teliti, memperhatikan wajah cantik yang tidur pulas dengan hembusan nafas teratur, wajah polos yang menjadi favoritnya saat ini, apakah benar dirinya sudah mulai jatuh cinta pada Cala ? pengakuan apa tadi yang diucapkanya ? ingat di hati Gio hanya ada Vina ! Cala hanya menjadi pelampiasan ya saja, Gio harus tegas pada perasaannya sendiri tidak boleh sampai goyah.
" Dik beri pelajaran pada Vernandes " pesan yang dikirim oleh Gio pada asistenya, mengingat kejadian pagi tadi membuat Gio kembali merasa kesal, dan tidak rela jika pada akhirnya dia harus melepas Cala pada pria lain, labil mungkin kata itu yang cocok untuk Gio saat ini.
Gio memeluk erat istrinya dan mulai mengganggu tidur Cala dengan mulai melepas liar tangan dan bibirnya pada tubuh Cala yang masih polos.
" bunda tolong Cala " gumam Cala saat merasa tidurnya terganggu, lagi Gio merasa hatinya tersayat benda tak kasat mata mendengar rintihan istrinya, begitu kejamkah dirinya ? sama sekali tak perduli dengan perasaan istrinya.
Gio memutuskan untuk membersihkan diri, tetapi tangan Cala kembali melingkar di tubuhnya dengan erat, tak tega dengan itu Gio kembali merebahkan tubuhnya menemani istrinya untuk tidur siang.
.
.
__ADS_1
" Cala bangunlah ini sudah jam empat sore " ucap Gio dengan lembut sambil mengusap puncak kepala Cala
Cala membuka matanya perlahan, mengumpulkan nyawanya yang masih belum sempurna, lalu menatap suaminya yang juga menatapnya " maaf, aku terlalu lama tertidur " ucap Cala
" bangun lah, kita melewatkan makan siang, kau pasti lapar " ujar Gio
" baiklah " jawab Cala yang tak ingin melewatkan kesempatan saat Gio begitu lembut padanya.
pada akhirnya mereka berdua makan sore di dalam kamar karna Gio, yang tidak mau dan membiarkan Cala untuk beranjak dari kamar mereka.
" tapi bagaimana dengan perusahaan ayah ?" tanya Cala
" aku sudah mengatur orang dan aku sudah membicarakanya dengan ayah " jawab Gio
" apa ayah setuju ?" tanya Cala dan anggukan sebagai jawaban dari Gio
" baiklah " jawab Cala, " apa aku boleh ke apartemen menemui ayah ?" tanya Cala
__ADS_1
" kau di hukum tidak keluar kamar selama seminggu " jawab Gio
" tapi apa kesalahanku ? bukankah kau sudah memghukumku tadi ?" tanya Cala
" itu hanya sedikit hukuman " jawab Gio
" jangan keterlaluan Gio, aku hanya ingin bertemu ayah " ucap kesal Cala pada suaminya yang dengan santai menghabiskan makanannya.
" baiklah kau puaskan aku malam ini dan besok kau bisa bertemu ayah mu " ujar Gio
" tidak terimakasih, lebih baik aku di kamar selama seminggu " jawab Cala dan menyudahi acara makannya lalu hendak beranjak menuju balkon kamar.
" bagus kau sendiri yang memilih hukuman mu, seminggu ini kau tidak akan lepas dari ku, maka jaga stamina mu " ucap Gio dengan senyum licik menatap Cala yang terbengong mendengar ucapan Gio.
" kau breng*** Gio, kau menipu ku, aku tidak perduli dengan aturan mu " teriak Cala pada Gio yang berjalan keluar kamar mereka dengan senyum kemenangan.
Cala mengatakan jika kalian suka dengan ceritanya maka jangan lupa untuk like dan komen, vote seikhlasnya dan rate jika sempat. Terimakasih untuk yang selalu memberi dukungan 😘
__ADS_1