Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
Bab 28


__ADS_3

Gio tanpa perasaan memghempaskan Cala begitu saja setelah mereka berada di dalam kamar, amarahnya kembali muncul setelah melihat Cala, inilah yang ditakutkanya karna itu dia memutuskan untuk tidak menemui Cala selama di rumah sakit.


" katakan apa maslaahmu sampai kau rutinengkonsumsi obat tidur ?" tanya Gio dengan bentakan


" karna aku tidak bisa tidur " jawab Cala


" lalu, bagaimana dengan obat ini ?" tanya Gio melempar sebotol obat penenang


" aku sudah lama mengkonsumsi itu " jawab Cala


" pantas kelakuan mu seperti orang tidak waras " maki Gio


" kau benar ! lalu kapan kau akan membuang ku ?" tanya Calaa


" setelah aku puas " jawab Gio melangkah meninggalkan Cala


" PUAS? APA BELUM PUAS,? KAU SUDAH KEHILANGAN ANAK MU, KAU SUDAH BERHASIL MEMBALAS PADAKU SEPERTI YANG DI ALAMI VINA ! MASIH BELUM CUKUP ? KENAPA HARUS MENGULUR WAKTU, TUNTASKAN SEMUANYA SEKARANG " teriak Cala menghentikan langkah Gio


" KAU INGIN, BAIKLAH " sahut Gio mendekati Cala


" ya, semuanya sudah terjadi lalu apalagi yang bisa kuharapkan ? aku tidak akan berusaha untuk memperbaiki semuanya, biarlah berjalan sesuai dengan rencana mu " ucap Cala penuh dengan keputus asaan.


" aku bahkan tidak mengerti dengan hati ku, walau kau selalu bersikap kejam padaku tetapi aku masih merasa mencintaimu, kau ingin menekan ku hingga aku membenci mu bukan ? tetapi nyatanya aku tetap menyimpan rasa itu, aku berdoa pada Tuhan setidaknya biarkan orang yang kucintai bahagia atau hapus rasa cinta ku padamu, tetapi sampai sekarang Tuhan belum mengabulkan permintaan ku "


" aku tidak lagi berharap kau akan membalas cintaku seperti dulu Gio, karna aku tau cintamu hanya untuk Vina, aku merelakan diriku sendiri menjadi objek pelampiasan dendam mu atau sebenarnya rasa bersalah mu Gio "


" aku akan berhenti melawan mu, aku akan coba untuk lebih mengerti lagi bagaimana perasaan mu Gio, selesaikan lah rasa dendam mu padaku, agar jika kau sudah merasa selesai kau tidak lagi menyimpan sesal dan kekecewaan mu terhadap Vina dan aku, setalah itu aku harap kau bisa hidup lebih baik dan berbahagia Gio " ungkap Cala dengan menahan rasa panas, gemetar dan gugup pada dirinya.


" jangan berharap aku akan terpengaruh dengan ucapan mu " jawab Gio


" tidak ada yang kuharapkan Gio, aku hanya ingin kau bahagia dengan hidup mu " jawab Cala


.


.

__ADS_1


" ibu, sebenarnya aku sudah bertemu denganya, dan aku membiarkanya masuk dalam lingkaran neraka, agar aku dapat ikut menyalurkan rasa sakit hati mu " ucap seorang pria yang duduk berhadapan dengan ibunya


" siapa maksud mu nak ?" sang ibu


" gadis kecil itu, anak dari Raka Fahad " jawabnya


" apa yang kau lakukan pada adikmu Dika ?" tanya ibunya yang bernama Sarah


" dia bukan adik ku bu " sahut Dika


" bagaimanapun kalian memiliki ayah yang sama Dika, katakan pada ibu apa yang kau lakukan ?" tanya Sarah menatap tajam pada anaknya.


" aku hanya membiarkannya menikah dengan atasanku yang berniat balas dendam padanya, apa ibu tau jika gadis kecil itu menyebabkan kematian calon istri atasanku, dan juga calon anak mereka " ujar Dika


" kenapa kau begitu jahat Dika, ibu tidak pernah mengajarkan mu untuk berbuat jahat !?" tanya Sarah


" dia pantas menerima agar dia bisa merasakan kesakitan, selama ini dia hidup terlalu nyaman dengan kedua orang tuanya dan kemewahan yang mereka miliki, tanpa memikirkan kita " jawab Dika


" ibu tidak setuju dengan mu, bagaimanapun kau menolak dia adik mu dan kau seharusnya melindunginya bukan ikut menyakitinya " bentak Sarah


" lalu bagaimana dengan ibu yang di tinggalkan pria itu ? apa ibu baik-baik saja ketika dia menikah dengan wanita lain dan memiliki keluarga bahagia ? bukankah ibu sampai seperti ini karna ketidak adilan yang ibu terima dari pria brengsek itu " cerca Dika


" kau harus tau Dika, Raka ayah mu dan dia tidak bersalah, ibu begini karna kesalahan ibu sendiri, jangan menjadi jahat hanya karna kau tidak mau mengerti keadaan " ucap Sarah


" aku tau semuanya tentang mu bu, bukankah dia sengaja meninggalkan mu dan menelantarkan kita " ujar Dika


" tidak nak, tidak seperti itu, dengarkan lah, "


" ibu dan ayah mu dulu sahabat, ibu menyimpan rasa padanya sedang ibu tau jika ayah mu menjalin hubungan dengan Devi, saat itu ibu egois, ibulah yang menjebak ayah mu, hingga ibu memiliki mu, dan di saat kau berusia 9 tahun ibu datang pada Raka untuk memberitahukan kebenaran tentang mu, saat itu adik mu berusia 5 tahun, Devi meminta ayah mu untuk bertanggung jawab, tetapi ibu tak tega melihat gadis kecil yang menangis ketakutan saat orang tuanya bertengkar, ibu memilih mengalah karna anak ibu seorang laki-laki yang pasti akan menjadi pria hebat, sedang gadis kecil itu dia rapuh dan sangat membutuhkan kedua orang tuanya, dan ibu yang memutuskan untuk pergi, dan meminta tolong pada paman ibu untuk membantu hingga kita bisa tinggal di sini " jelas Sarah yang menyesali perbuatanya.


" maka dari itu, sayangilah adik mu nak, jangan menambah luka di hatinya, cukup dulu ibu yang menjadi luka di keluarga mereka " sambung Sarah


" itu berarti aku bersalah ? hampir setahun ini dia begitu menderita bu, bagaimana bisa aku mengatakan yang sebenarnya pada dia ?" tanya Dika, pantas saja selama dia mengikuti Gio hatinya tak benar-benar bisa tertawa melihat Cala tersiksa, sejak awal Dika mengetahui jika Cala adalah adiknya tetapi rasa benci menguasai hatinya, saat ini dia benar-benar menyesal namun juga malu untuk memgakuinya.


" mungkin aku bisa perlahan menerima Cala, tetapi tidak dengan Raka, bagaimanpun dia mengetahui ibu memiliki anak tetapi dia tak memcarimu, padahal dia bisa menggunakan kekuasaan nya " ucap Dika

__ADS_1


" dengarkan ibu nak, jangan memulai suatu hal yang buruk walau itu kecil jika kau tidak ingin menyesal seumur hidup mu " ucap Sarah memberikan peringatan pada Dika.


" maafkan aku bu " jawab Dika


" aku harus kembali kepekerjaan ku " sambung Dika


" Dik, bolehkah ibu bertemu adik mu ?" tanya Sarah penuh harapan


" aku tidak berjanji karna tuan Gio sangat ketat padanya, tapi akan ku coba " jawab Dika lalu melanjutkan langkahnya.


.


.


Gio berusaha mencerna setiap kalimat Cala, dia uring-uringan sendiri di dalam ruang kerjanya, rencananya tak berjalan lurus sesuai keinginanya, yang diingkanya saat ini adalah Cala memohon untuk di bebaskan darinya bukan malah semakin menyerahkan dirinya, apalagi pengakuan cinta Cala padanya walau bukan hal asing tetapi kenapa membuat Gio semakin berat meneruskan rencana menyiksa Cala, bahkan hatinya bisa tiba-tiba berdetag sangat cepat saat melihat senyum tipis dari bibir istrinya.


apa mungkin dengan waktu yang hampir satu tahun ini membuat hatinya meluluh ? tidak mungkinkan Gio mulai melepas rasa bencinya pada Cala ? bagaimana dengan Vina jika mengetahui Gio mulai melemah akan dendam nya ? apakah Vina akan memaafkanya nanti ? tetapi berulang kali menyakiti Cala bukan kepuasan yang di dapat selalu dirinyalah yang merasa lebih hancur.


apa Gio harus memulai berdamai dengan hatinya ? menyadari semuanya ? memaafkan Cala begitu saja ?


"aaaarrrgggggg........" teriak Gio dan membuat ruanganya yang semula rapi menjadi begitu kacau.


sedang di luar ruanganya Cala membantu ibu mertuanya mempersiapkan makan malam untuk mereka sambil berbincang-bincang.


" Cala, apa mami boleh bertanya ?" tanya Ny. Winda


" tentu mi " jawab Cala


" apa kau mencintai suami mu nak ?" tanya Ny. Winda


Cala tersenyum mendengar pertanyaan mertuanya, " Cala mencintainya Mi, sangat " jawab Cala


" bertahanlah, mami akan membantu mu sebisa mami " jawab Winda sambil memeluk menantunya


" terimakasih mi " jawab Cala yang membalas pelukan ibu mertuanya.

__ADS_1


" panggilan suami mu, dan papi mu untuk makan malam " perintah Ny.Winda


" baiklah " jawab Cala lalu melakukan apa yang di perintah oleh mami Winda.


__ADS_2