
Cala lagi-lagi mendesah kesal berbagai cara sudah di cobanya untuk menarik kembali para pemilik saham yang meninggalkannya, semua memang ulah Gio, agar Cala setuju dengan penawaran Gio menikah dengannya.
" apa aku harus meminta bantuan bang Alif dan Mita ?" tanya Cala pada dirinya sendiri
" hah aku sudah lama tidak menghubungi mereka bahkan kabar saja aku tidak tau, tiba-tiba aku datang meminta bantuan, ini akan memalukan "
" tapi aku harus mencobanya "
dengan yakin Cala mengukir layar ponselnya mencari kontak Mita tetapi belum sempat Cala melakukan panggilan lebih dulu ada panggilan masuk yang di terimanya.
" ya Bunda " jawab Cala
" bagaimana kabar mu ?" tanya Devi
" baik " jawab Cala
" bunda bertemu dengan tante Dini, dan tante Dini bilang jika Mita sekarang berpindah Kalimantan, apa kamu tau Cala ?" tanya Devi
" tidak, kenapa tiba-tiba Mita kekalimantan bunda ?" tanya Cala
" entahlah bunda tak berani banyak bertanya, bunda tiba-tiba rindu kebersamaan kita, karna itu bunda menghubungi mu, dan memberikan kabar tentnag sahabatmu, hubungi dia Cala sepertinya dia sedang ada masalah, atau katakan jika kau juga merindukan sahabat mu itu, dan Cala jika kamu lelah maka pulanglah dan tinggal bersama bunda " ucap Devi
" maaf tapi Cala belum bisa kembali " jawab Cala
" bun Cala sedang akan ada rapat, Cala tutup dulu telfonya " sambung Cala lalu meutus panggilan telfon dari Devi
cukup rumit memiliki keluarga dengan orang tua yang berpisah, sungguh kenangan masa kecil yang dulu manispun kini terasa hambar baginya, apalagi satu-satunya sahabat yang sangat disayanginya juga mulai jarang berkirim kabar dengannya.
__ADS_1
Cala mengurungkan niatnya menghubungi Mita, karna firasatnya mengatakan jika sahabatnya itu sedang tidak baik-baik saja, mungkin jika Cala selesai dengan urusan perusahaan dia akan menghubungi sahabatnya.
seharian berada di perusahaan bahkan hingga larut malam benar-benar tak memberikan hasil untuknya kembali menghidupkan keadaan perusahaan milik ayahnya, karna kelelahan Cala tanpa sadar tertidur di meja kerjanya dengan kedua tangan yang terlipat sebagai bantalan kepalanya.
tok....tok...tok...
Sonya masuk dengan wajah yang terlihat pucat dan tak tertinggal mata panda, karna kurangnya tidur dan kelelahan dengan kerja lemburnya semalam. Dia menatap iba pada Cala yang masih terlihat pulas dengan posisi tidur yang sangat tidak nyaman.
" kau pasti lebih lelah dari ku, tetapi kau sungguh keras kepala " gumam Sonya
" Nona, nona " panggil Sonya dengan suara pelan agar tidak mengejutkan Cala
" bagaimana ?" tanya Cala langsung saat membuka mata
" diluar ada tuan Gio, dia bilang sudah ada janji dengan nona " jawab Sonya
" katakan padanya sepuluh menit lagi " jawab Cala
.
.
" bagaimana ?" tanya Gio, Cala paham dengan arah pertanyaan Gio
" apa yang kudapat jika aku setuju menikah dengan mu ?" tanya Cala
Gio tersenyum " perusahaan mu akan kembali normal, dan kau dapat memiliki ku, pria yang dulu kau kejar-kejar tanpa malu " jawab Gio
__ADS_1
" pergilah, aku masih sangat sibuk meladeni mu " ujar Cala
" jika aku pergi itu berarti kesempatanmu telah hangus " jawab Gio
" bukankah itu tujuan mu tuan ?" tanya Cala
" benar, tetapi lebih tepatnya aku menginginkan kamu " jawab Gio
" kau ingin membalas dendam ?" tanya Cala
" tentu " jawab Gio
" baiklah jika itu tujuan mu besok kita menikah " jawab Cala
" kalo begitu sekarang juga kita kembali ke Indonesia, agar acara pernikahan besok berjalan lancar " ajak Gio
" perusahaan orang ku yang akan mengurusnya " sambung Gio
" baiklah " jawab Cala mengambil tas dan ponselnya.
setelah Cala memberikan intruksi pada Sonya dia mengikuti Gio dari belakang, keputusan tanpa berpikir yang diambilnya, demi perusahaan ayahnya, demi para karyawan yang bekerja untuknya dan demi membayar hutang dendam pria dihadapanya. Pintar tapi BODOH mungkin kata-kata itu lah yang tepat untuk Cala saat ini.
ingatkan Cala jika dia tak akan bisa lari setelah masuk kedalam kandang singa, dia harus rela jika tubuhnya mulai di cabik-cabik oleh pemangsanya.
hati dan dan otaknya berperang, antara masih bingung dengan keputusan yang begitu saja, dan tak dipungkiri ada rasa senang bisa bersama pria yang masih dicintai, namun di saat yang sama juga di ingin menangis, kenapa harus terjebak dalam lingkaran masa lalu ? akan seperti apa perlakuan Gio nanti padanya ? apakah benar Gio akan mengembalikan keadaan perusahaan seperti semula ? jika tidak bagaimana nasib para karyawannya yang menggantungkan hidup di perusahaan ayahnya ? Cala menguatkan hatinya jika yang dilakukan sudah benar, dan berharap Gio menepati ucapannya agar para karyawan dan ayahnya tidak kehilangan sumber kehidupan mereka.
*********
__ADS_1
terimakasih sudah mampir dan membaca
terimakasih sudah memberi dukungan dengan like, komen dan vote ❤❤❤