
setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh jam penerbangan Cala dan Gio telah sampai di Indonesia, lelah sangat di rasakan Cala hingga dia tidak sadar tertidur didalam mobil yang di tumpanginya bersama Gio.
Gio menatap Cala yang tertidur dengan seringai tipis, membenarkan anak rambut yang ikut terjatuh, bahkan dalam perjalanan mereka tak saling berbicara, saling mengacuhkan dan tak mau tau apa yang dilakukan oleh Cala asalkan gadis itu masih terlihat oleh matanya.
" kau itu sebenarnya sangat cantik, tetapi sayang kecantikan mu sangat berbeda dengan perbuatanmu, maka bersiaplah dengan semua hal yang kau terima dari ku " ucap Gio
kini mobil yang membawa sepasang anak manusia itu telah berhenti di sebuah rumah besar dan sangat mewah milik Gio, setelah pintu mobil terbuka, Gio turun dengan angkuhnya dan memerintahkan asistenya untuk membangunkan Cala.
" tuan sepertinya nona Cala demam " ucap Dika si asisten
" bawa dia masuk dan hubungi dokter keluarga " ujar Gio
Dika dengan sangat hati-hati menggendong tubuh Cala yang terasa panas, bahkan Cala sempat beberapa kali bergumam tetapi tidak membuka matanya, Dika berjalan di belakang Gio hingga mereka masuk kesalah satu kamar tamu untuk membaringkan Cala sambil menunggu kedatangan dokter.
" nona, sangat kelelahan dan sepertinya memiliki tekanan, dan nona harus benar-benar istirahat, aku akan meninggalkan obat dan vitamin untuk nona " ujar dokter menjelaskan setelah melakukan perawatan pada Cala.
" terimakasih dokter " jawab Dika
" baiklah saya permisi " ujar dokter dan melangkahkan kakinya
" Dik istirahatlah " perintah Gio
" baik tuan " jawab Dika
__ADS_1
Gio berjalan mendekat dan duduk di samping Cala yang masih terpejam " baru seperti ini saja kau sudah sakit, bagaimana dengan siksaan ku nanti " ujar Gio
" apapun asalkan kau puas, dan hutang ku lunas " jawab Cala yang ternyata sudah membuka matanya dan berusaha untuk duduk.
" tentu kau harus merasakan apa yang Vina rasakan " sahut Gio " istirahatlah besok pagi pernikahan kita akan terlaksana, tidak perduli dengan keadaan mu, apapun itu" sambung Gio dan berjalan keluar kamar menuju kamar pribadinya.
Cala membuang nafas kasar, menangis untuk melegakan hatinya, Cala bukan seorang super hero yang kuat, dia hanya gadis biasa yabg juga memiliki sisi rapuh dan mudah hancur, Cala harus menanamkan jika dirinya mampu di otaknya, hingga Cala tertidur karna lelah menangis.
.
.
semua persiapan pernikahan selesai dalam waktu singkat, bahkan kedua orang tua Cala juga sudah ada di rumah Gio, entah apa yang dikatakan Gio pada kedua orang tua Cala hingga mau memberikan restu pada pernikahan ini.
" terimakasih sudah membantu ayah Cala, maafkan ayah yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk mu " ucap Raka penuh sesal karna memilih setuju permintaan Gio menikahi anaknya demi perusahaan yang siap di tutup, padahal dulu Raka memiliki pengaruh yang sangat besar, bahkan perusahaan Gio jauh di bawahnya, dan sekarang Gio mampu melampauinya dalam bisnis dengan sekejap, kemampuan Raka seakan menurun drastis sejak perceraianya dengan istrinya Devi semuanya berubah tak seperti sediakala.
" jaga diri ayah baik-baik, Cala senang bisa membantu ayah " jawab Cala yang menolak pelukan dari ayahnya, Cala melakukan itu agar dia tidak terbawa emosi oleh suasana duka baginya, bukan suasana pesta pernikahan yang membahagiakan.
Raka mengagguk paham dengan maksud anaknya, dan melirik sekilas pada menantunya yang tersenyum penuh kepadanya, " tolong jangan menyakitinya " pesan Raka yang hanya di balas senyuman oleh Gio, dan setelah Raka berpamitan untuk pulang lebih dulu
" apapun yang terjadi bunda akan selalu ada untuk mu " pesan Devi, sama halnya dengan Raka, Cala juga menolak pelukan dari bundanya, yang sebenarnya sangat di rindukan oleh Cala.
" terimakasih bunda, maafkan Cala " ucap Cala yang diangguki Devi
__ADS_1
" jika kamu sudah bosan bermain, kembalikan Cala padaku " ucap Devi dengan sinis pada Gio, mau tidak mau Devi merelakan anak gadisnya menikah dengan Gio dengan alasan hutang oleh perbuatan Cala di masa lalu agar tidak sampai pada publik.
" tentu bunda " jawab Gio dan tanpa melihat lagi kearah Cala, Devi mempercepat langkahnya menyusul Raka mantan suaminya.
.
.
" bagaimana apa kau puas Raka melihat anak mu, masuk kedalam kandang singa ?" tanya Devi yang berdiri tepat di belakang Raka, dengan cepat pula Raka mengusap air matanya agar tak terlihat oleh Devi
" kita tak ada urusan lagi Dev " sahut Raka
" apapun itu jika menyangkut anak, aku tidak akan melepaskan mu " ujar Devi
" kenapa hanya menyalahkan ku, kau ibunya yang seharusnya juga melindungi anak mu " ujar Raka
" semua karna tingkah mu yang memalukan " sahut Devi dan meninggalkan Raka, tanpa di sadari air matanya ikut menetes, menangisi bagaimana keluarganya hancur perlahan, mulai dari suami yang dulu ketahuan bermain wanita, berakhir dengan perceraian, masalah Cala tiga tahun yang lalu, hingga dia harus membiarkan anaknya masuk kedalam neraka.
tak berbeda dengan Raka yang kembali meneteskan air mata penuh penyesalan yang sangat terlambat, karna kesalahannya keluarganya hancur, walau semua sudah berubah tetapi bagaimanapun rasa sakit hati pada istrinya tak akan pernah hilang.
menjadi orang tua, yang baik dan benar tidaklah mudah, apalagi jika diri tak tahan akan godaan, bisa menjadi awal dari segala penderitaan orang yang disayangai, sana seperti Raka yang memulai semua, hingga tak dapat menjaga keluarga agar selalu bahagia, dan akhirnya Cala juga yabg selalu menjadi korban, penyesalan Raka semakin hari semakin bertambah dan tak dapat di hindarinya.
********
__ADS_1
hai terimakasih sudah mau mampir dan membaca, jangan lupa like, komen dan vote ya ❤❤❤