Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
LCCS2


__ADS_3

Izzan yang sudah sampai di Jerman, kembali menatap bangunan rumah mewah yang sudah sangat lama tak pernah lagi di kunjunginya, dimana rumah ini menjadi saksi cerita kehidupan mama nya, berat langkah kaki untuk menapak di ringankan dengan rasa rindu namun penuh lara dalam benak kenangan.


kedatangan Izzan di sambut hangat oleh para pelayan yang memang masih di pekerjakan oleh papa nya guna merawat rumah dan semua hal yang ada di rumah mewah ini, semua nya masih sama seperti 17 tahun lalu, tak ada yang berbeda sama sekali, Izzan menatap sendu pada foto mama nya yang tersenyum dengan sangat cantik, kerinduan itu kembali menyeruak di hati dan pikirannya.


keinginan hati untuk memeluk mama nya sudah tidak bisa lagi dirasakan nya, kembali membuatnya sakit hati pada sang papa, jika saja dulu papa nya berlaku baik pada mama nya mungkin saat ini dia masih bisa memeluk mama nya, masih bisa tertawa dan tersenyum pada mama nya, ingin sekali mendengar omelan mama nya karena kenakalanya, semua hanya menjadi harapan yang sudah pasti tak akan di rasakan nya, kenapa hanya karena kesalahan satu orang yang menerima akibatnya semua orang ?


Izzan kembali menelusuri setiap ruangan yang sering di gunakan mama nya terutama di dapur, Izzan duduk di salah satu kursi dengan pandangan mata terus menatap pada dapur.


"mama Izzan ingin ikan bakar?" pinta Izzan kecil


"baiklah mama akan memasak untuk pangeran kecil mama" jawab Cala


"bagaimana apa ini enak ?" tanya Cala setelah menghidangkan dan menyuapkan sepotong ikan bakar pada anak tampanya

__ADS_1


"lezat sekali, Izzan akan menghabiskan semuanya" jawab Izzan penuh semangat.


"habiskan lah, dan pelan-pelan saat memakanya" ujar Cala


teringat kenangan masa kecil nya bersama sang mama, membuat Izzan meneteskan air mata, inilah hidup yang harus di jalaninya, tak bisa berjalan sesuai dengan kemauan dan rencana nya, harapan hanyalah harapan, yang di jalani adalah kenyataan, begitulah takdir yang tak selalu berpihak pada diri.


.


.


setiap usaha yang dilakukanya pada pekerjaan membuahkan hasil besar, berhasil menyingkirkan para penghianat yang merusak citra dan berusaha menghancurkan perusahaan milik papa nya tak mendapat kesempatan darinya, semua di bereskan dengan adil menurut Izzan, adil menurut Izzan ialah mengembalikan apa yang di terima nya, tidak perduli pada seorang pria ataupun wanita, kejam maka akan di balas lebih kejam, manis maka akan di balas dengan lebih manis.


hampir semua orang di kalangan pembisnis dari yang tua hingga yang muda mengenal Izzan sebagai pembisnis kejam, angkuh, bahkan sombong, hampir sama dengan papa dan mama nya dulu, wajah datar nan dingin itu menjadi pemandangan setiap orang yang bekerja pada nya, wajah itu akan berada pada mode lembut hanya pada keluarganya terutama pada adik kesayangan nya, sesuai dengan janji nya pada sang mama, dirinya harus bisa menjaga adik perempuan yang sangat manja itu.

__ADS_1


seperti hari ini, hari terakhir dirinya menyelesaikan semua perkara pada perusahaan sang papa, dengan di akhiri mengirim seorang pria tua pada penjara bawah tanah karena sudah berani menyebarkan berita buruk mengenai perusahaan.


Dika seorang yang dulu mendampingi Gio, meringis melihat keponakan nya yang sama sekali tak berkedip pada setiap hal yang dilakukan, memang buah tak akan jauh jatuh dari pohonya, tetapi Izzan menjadi lebih kejam di bandingkan Gio, Dika hanya berharap suatu saat keponakan nya ini tak akan mengulang kesalahan papa nya, biarlah saat ini Izzan melakukan apa yang di maunya, dan berharap sebuah kebahagian akan menghampiri dan menemaninya sepanjang hidup Izzan.


"istirahat lah nak" ucap Dika


"paman, aku tidak ingin seperti ini tetapi hati ku sudah tidak ada lagi sejak kepergian mama" ucap Izzan dengan tatapan kosong yang lurus kedepan


"paman mengerti, tetapi kau masih memiliki kesempatan untuk menemukan kebahagian mu nak" jawab Dika.


Izzan hanya mendengarkan, dia tersenyum miris, bahagia ? mungkinkah ? ingin rasanya Izzan tertawa terbahak-bahak, karena semuanya terasa menyakitkan dan lucu di luar nalar.


Dika menatap sedih pada keponakanya, dirinya berpikir apakah ini karma ? dulu dirinya hidup tanpa kasih sayang seorang ayah, dan Cala yang memiliki orang tua lengkap penuh kasih sayang, apakah ini balasan pada Cala dengan meninggalkan anaknya tanpa kasih sayang seorang ibu ? Tidak, Bukan seperti ini yang di harapkan Dika, adiknya sudah sangat menderita dulu, hingga akhir hayat nya, kini dirinya harus membantu keponakan nya agar menemukan kebahagian dengan sempurna, dan itulah janjinya pada sang adik.

__ADS_1


tidak dengan Gio dan Dika saja yang merasa menyesal, Devi dan kedua orang tua Gio, masih sama merasakan perih dinhati mereka hingga sekarang, hanya untaian doa yang bisa mereka berikan pada Cala, seorang wanita ceria yang terkenal angkuh dan sombong namun di balik semua itu banyak kebaikan yang tak terlihat telah dilakukan nya, yang kini masih di teruskan oleh Izzan.


jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, komen, vote dan Rate ya, salam sayang dari author yang masih amatiran 😘 ❤


__ADS_2