
Gio dan Cala sudah berada di Jerman, saat ini mereka berada di rumah Gio, sedang Cala memilih mengistirahatkan tubuhnya yang terasa remuk, bagaimana tidak setelah melayani napsu suaminya dia harus langsung ikut penerbangan ke Jerman yang tidak sebentar.
sebulan berlalu merka berada di Jerman, Cala sudah kembali pada aktifitasnya bekerja, Gio mengembalikan segala fasilitas miliknya, ponsel, mobil dan lainya.
seperti hari ini Cala yang ditemani Sonya bertemu dengan rekan bisnisnya yang tak lain adalah tuan Vernandes yang beberapa bulan terakhir ini mengulur kerja sama karna terus meminta bertemu dengan Cala secara langsung.
" semua sudah sesuai dengan kesepakatan tuan, lalu apalagi yang harus kita bahas ?" tanya Cala dengan wajah datar
" aku ingin menagih janjimu, menemaniku makan malam " ujar Vernandes
" maaf tapi aku tidak bisa " jawab Cala
" kau sudah berjanji nona " sahut Vernandes
" baiklah Sonya yang akan mewakilkan ku " jawab Cala sedang Sonya membulatkan matanya saat mendengar ucapan Cala
" apa begini sikap asli dari seorang Cala Fahad ? setelah mendapat apa yang di inginkan lalu mengacuhkan ?" tanya Vernandes yang mulai tidak suka oleh penolakan Cala
" tuan kerja sama ini menguntungkan kita berdua, dan aku tidak pernah mengatakan jika aku yang akan datang di undangan mu " jawab Cala
" permisi " ucap Cala yang siap melangkahkan kakinya tetapi salah satu tanganya di cekal lebih dulu oleh Vernades.
" tidak ada yang boleh menolak ku nona, sekalipun itu kau " ucap Vernandes
" dan aku tidak suka dipaksa oleh mu" sahut Cala menghempaskan tangan Vernandes lalu dengan cepat melangkah meninggalkan pria sombong di belakangnya, dan kembali ke kantornya.
__ADS_1
" Sonya apa lagi jadwal kita ?" tanya Cala
" nona ada janji temu dengan tuan Gio " jawab Sonya
" batalkan saja " ucap Cala sambil memijit pangkal hidungnya.
.
.
siang berganti malam tetapi Cala belum juga kembali kerumah yang menjadi tempat tinggalnya dengan Gio, Cala masih menikmati waktu santainya di sebuah Cafe yang menjadi tempatnya melampiaskan kekesalan dengan cara melamun.
Cala menatap Tajam seorang pria yang tiba-tiba saja mengejutkanya dengan menggerbak meja tempatnya duduk.
" kau menolak ajakan makan malam ku, tetapi membuang waktu mu disini " ujar pria yang bernama Vernandes
" baiklah ku anggap ini waktu makan malam kita bersama " ucap Vernandes dengan santai sambil memilih menu untuk makanannya.
" kau menghindariku ? dengan senang hati aku akan menyampaikan pad publik jika kita memiliki hubungan " ancam Vernandes yang membuat Cala menghentikan langkahnya.
" lakukan lah " bisik Cala dan melanjutkan langkahnya.
.
.
__ADS_1
" wow nyonya Cala Melviano baru pulang bekerja " ucap Gio
" aku lelah " jawab Cala yang berharap dapat menghindari perdebatan dengan Gio
" benarkah ? lalu bagaimana dengan kencan mu nona ?" tanya Gio dengan nada mengejek
" tentu saja berjalan lancar " jawab ketus Cala
" bagus, apa kau sedang mencari dewa penolong untuk mu ? atau kau kembali ingin bermain-main dengan ku Cala ?" tanya Gio
" terserah apapun yang ada di dalam pikiran mu tuan " sahut Cala sambil melangkah cepat meninggalkan Gio yang mengepalkan tangannya.
" Dika, awasi terus mereka berdua " perintah Gio pada Dika yang sejak tadi diam menjadi pendengar perdebatan suami istri yang memang tak pernah akur.
" ikut aku " ucap Gio lagi lalu mereka masuk kedalam ruang kerja Gio yang ada di rumahnya.
setelah selesai membersihkan diri, Cala yang merasa haus kembali keluar dari kamarnya menuju dapur untuk mengambil minum, saat Cala sedang menuang air kedalam gelas, Cala memperhatikan seseorang yang berjalan kearahnya dari ekor matanya.
" nona sebaiknya anda benar-benar menjaga nama baik tuan " ucap Dika
" apa tuan mu yang menyuruh mu ?" tanya Cala
" jadilah istri yang baik dan penurut pada tuan jika nona ingin semuanya baik-baik saja " ucap Dika lagi
" cih' kau terlalu ikut campur " sahut Cala
__ADS_1
" nona ku sarankan anda memanfaatkan waktu dengan baik " ucap Dika lalu meninggalkan Cala di dapur, Cala memcoba mencerna ucapan Dika dengan helaan napas.
" peringatan apalagi ini ?" gumam lirih Cala dan kembali ke kamarnya.