
Izzan yang semakin hari semakin merasa tertarik dengan sahabat adiknya anak sahabat mama nya, memaksa diri untuk mengorek informasi dari adiknya mengenai Ahza.
gadis cantik yang selalu hadir di bayangan nya walau mereka sangat jarang bertemu, Izzan sangat ingat bagaimana mancunganya hidung gadis itu, bibir mungil yang seksi, mata bulat seperti mata kucing, juga pipi yang bersemu merah dengan alami, membuatnya tersenyum sendiri.
"aku akan memberikan kontak nya jika kakak mengijinkan ku menjalin hubungan juga" ucap Nura membuat kesepakatan dengan sang kakak
"katakan siapa laki-laki yang kau sukai?" tanya Izzan
"Faid" jawab Nura
"aku tidak setuju, dan tanpa bantuan mu aku juga bisa mendapat kontaknya" sahut Izzan lalu berjalan keluar dari kamar adiknya, meninggalkan gadis cantik yang merasa kesal dengan dirinya.
.
__ADS_1
.
Izzan POV
belum sampai sepuluh menit aku mendapat informasi kontak milik Ahza, dengan sengaja aku mengirim pesan padanya tetapi sudah hampir satu jam bahkan pesan ku tak di balasnya, sampai aku di buat kesal olehnya.
ingin aku menelfonya tetapi ku urungkan, karena tidak mungkin aku akan begitu mencolokkan diri, dan memberitahukan pada gadis itu jika aku merasa penasaran padanya.
lelah menunggu balasan pesan yang kukirim tanpa ku sadari aku terlelap, aku merasa ada seseorang yang memperbaiki letak selimut ku, dan menatap ku cukup lama, aku tau siapa yang melakukan itu dan sudah pasti itu papa.
setiap kali aku mencoba membuka diri, bayangan wajah mama saat menangis selalu melintas di mata ku, saat mama memohon pada papa untuk tidak mengabaikan kami, dan bayangan perlakuan buruk papa lainya, membuatku kembali menutup hatiku, walau mama selalu berusaha menutupi semua masalah dari ku, dan sayangnya aku selalu mengetahui semuanya.
aku selalu menuruti emosi di dalam hati, melampiaskan kekesalan ku dengan berbagai cara tanpa di ketahui oleh keluarga ku, tetapi beberapa bulan terakhir hati ku terasa hangat setiap kali melihat senyum seorang gadis kecil, aku mengatakannya kecil karena dia sebaya dengan adik ku.
__ADS_1
entahlah sejak kapan aku tertarik, ada rasa gengsi di hati ku, jika aku sampai menyukai gadis itu, aku hanya ingin memuaskan rasa penasaran ku saja.
.
.
Ahza membuka ponselnya ketika mendengar suara dering, matanya membulat sempurna setelah membaca pesan itu, ada rasa kesal pada wajah gadis cantik itu.
mobil mu sudah di antar sejak seminggu yang lalu, tapi kau tidak berniat mengganti biaya perbaikanya pada ku ?
Ahza mengacuhkan pesan itu karena merasa kesal, entah mengapa pesan itu membuatnya tak suka, tapi jika di ingat memang salahnya, kenapa tidak bertanya tentang biaya perbaikan mobil yang mogok ? tunggu itu bukan salahnya, Ahza bahkan tak mengetahui kontak kakak temanya itu, jadi biarkan saja nanti saat bertemu Ahza akan mengganti biaya itu dari pada dia harus merasa kesal saat membalas atau merespon pesan itu.
Ahza lebih memilih bergabung dengan keluarga lainya, malam ini mereka semua bercerita banyak hal, mulai dari hal kecil yang menyenangkan, hingga kesedihan yang datang pada keluarganya, terutama pada Mita yang masih mengingat jelas insiden kecelakaan anak pertamanya Faiz, 18 tahun lalu, yang tak berselang lama dengan ibunya, bahkan 3 tahun yang lalu ayahnya juga sudah menyusul ibunya kesurga Tuhan, kini hanya tinggal keluarga kecil nya dan juga abang Alif kesayangan nya, dan Bimo yang menjadi sahabat Mita dan Wahyu dengan status jomblo nya.
__ADS_1
setiap yang hidup pasti akan pergi kembali pada Tuhan, semua itu nyata dan tak ter-elakkan, rasa sakit kehilangan bahkan sangat membekas, jika tak memiliki dukungan dan niat sangat sulit untuk kembali pada masa dan waktu yang baik.
karena setelah merasakan sendiri kehilangan yang sesungguhnya di situlah kita sadar betapa berartinya waktu.