
setelah selesai sarapan, Gio dan Cala mengantarkan Izzan kesekolah lalu menuju rumah sakit, sesampainya di rumah sakit Cala bersiap hendak turun, tetapi ucapan Gio menghentikan nya. " pergilah sendiri, aku ada urusan " ucap Gio dan mengalihkan perhatian Cala pada suaminya.
" kemana ? apa kau akan pergi menemui wanita mu yang lain ?" tanya Cala
" bukan urusan mu " sahut Gio
" tidak bisakah kau mengalah sekali ini saja Gio ? apa aku sama sekali tidak penting untuk mu ? anak yang ku kandung juga anak mu Gio " tanya Cala penuh harap
" sejak kapan kau menjadi penting untuk ku?, sudah lah aku tak ingin berdebat dengan mu, pergilah " ujar Gio
bibir Cala bergetar ingin mengucapkan kata tetapi seakan tertelan kembali saat Cala melihat nama seorang wanita yang menelfon suaminya, Cala langsung membuka pintu mobil dan berjalan cepat memasuki rumah sakit tanpa melihat kebelakang, dengan tangan yang sesekali mengusap air matanya.
maafkan aku Cala. ucap Gio di hatinya dengan terus menatap punggung istrinya yang semakin menjauh.
.
.
Gio terburu-buru berjalan ke dalam ruanganya, dia sudah di tunggu oleh seseorang yaitu rekan bisnisnya, setelah di dalam ruangan Gio dan rekan bisnisnya berdiskusi secara serius hingga larut dalam waktu yang cukup lama sampai mereka mencapai hasil kesepakatan, bahkan waktu makan siang pun terlewatkan begitu saja.
sejenak Gio mengambil nafas untuk melegakan pikirannya, dan memejamkan mata, terlintas bayangan Cala sedang tersenyum manis padanya, membuat Gio teringat pada istrinya yang saat ini dan entah untuk yang keberapa kalinya merasakan kekecewaan terhadap dirinya.
sedangkan di sebuah ruangan kerja lain, Dika sedang menatap tajam pada layar ponselnya dengan perasaan yang berkecamuk,
kak dokter mengatakan jika aku kemungkinan akan melahirkan prematur, aku sangat takut, lebih takut kehilangan bayi ku.
__ADS_1
apa kau bisa menemani ku, di saat aku melahirkan nanti ?
Dika memejamkan matanya teringat ucapan adiknya saat mereka bertemu beberapa waktu lalu " aku mungkin tidak bisa bersama kalian dengan waktu yang lama, aku ingin kau bisa menerima ku sebagai adik mu, aku ingin mengeluh padamu, bercerita padamu tentang apapun yang aku alami, dan aku sangat ingin bermanja padamu, tapi kau kaku sekali dan itu sangat menyebalkan" ucap Cala dengan wajah yang di buat cemberut, sebenarnya Dika menahan senyum melihat adiknya sangat menggemaskan.
" tolong aku, jaga anak-anak ku nanti saat aku sudah tidak bisa bertahan, katakan pada mereka jika aku akan selalu melihat dan mengawasi mereka, berikan pengertian pada mereka jika aku tidak pernah meninggalkan mereka, karena aku selalu ada di hati mereka"
" dan bantulah mereka agar bisa selalu bersama papa nya kak"
rangkaian kata itu selalu teringat rapi dan jelas di kepala Dika, menyesal dan rasa sesal itu mulai menyarang di hatinya, dia berharap Tuhan memberikan keajaiban pada adiknya agar dirinya dapat memperbaiki segala kesalahannya.
aku akan menemani mu Cala
pesan balasan yang dikirim Dika pada adiknya.
.
.
" mama bangun ma " panggil Izzan kemudian berlari keluar kamar
" BI, BI.... BIBI... BI ANI " teriak Izzan
" ada apa tuan ?" tanya Bi Ani yang terkejut dan berlari terburu-buru
" siapkan mobil, kita kerumah sakit, mama pingsan " sahut Izzan yang kemudian kembali berlari kekamar melihat keadaan mama nya.
__ADS_1
bi Ani yang terbuka-buru berlari keluar rumah karena melihat mobil Gio yang datang dengan cepat menghampiri tuan nya itu.
" tuan tolong, nona Cala pingsan di kamarnya " ucap Bi Ani sedang Gio sudah berlari untuk melihat Cala yang masih tergeletak di lantai dengan Izzan yang menangis di samping mamanya.
dengan cepat Gio menggendong Cala dan membawanya ke mobil yang di ikuti Izzan, menyuruh sopirnya untuk segera kerumah sakit.
.
.
" maafkan kami tuan, terpaksa kita harus melakukan tindakan, melahirkan bayi secara prematur " ucap dokter
" kenapa bisa terjadi ?" tanya Gio
dokter menatap bingung pada Gio, tidak mungkinkan seorang suami tidak mengetahui jika istrinya sedang sakit, " JAWAB " bentak Gio yang membuat dokter terkejut dan kembali pada kesadaran nya.
" maaf tuan tetapi nona Cala menderita kanker rahim, dan ini sangat berisiko pada bayi dan ibu, kanker bisa saja menyebar pada janin jika tidak di tangani dengan benar, maka dari itu kami menyarankan untuk melahirkan bayi nya, karena dengan keadaan nona yang sekarang sangat tidak mungkin untuk di teruskan " jelas dokter
Deg......
Deg......
jantung Gio terasa berhenti seketika, ini kah balasan untuk nya lagi?, kenapa harus Cala yang menerima rasa sakit? kenapa bukan dirinya yang di beri sakit?, wanita itu sudah sangat menderita hidup dengan nya?, kenapa harus di tambah seperti ini lagi?, Gio luruh kelantai dan dokter mencoba membantunya, Izzan melihat papa nya tak bergeming dari tempatnya, tangan kecil itu mengepal kuat menahan emosi dan rasa sakit di hatinya, semua ini kerena kesalahan papa, pikirnya.
apakah ini adil untuk istri ku,? kenapa dia yang harus di hukum ? apa ini akibat dari terlalu memendam perasaan dan berakibat buruk pada kesehatan dan menjadi penyakit ? itu berati ini kesalahan ku ? kenapa Tuhan ? Izinkan aku berharap kali ini Tuhan agar aku dapat memperbaiki semuanya ? dia harus mendengarkan isi hati ku, izinkan aku membahagiakan istriku. perang didalam hati Gio terus berlanjut membuatnya merasa lemah, bukan karena kehabisan tenaga tetapi karena penyesalan yang perlahan menjadi cepat menumpuk di hati dan membuat dadanya sesak.
__ADS_1