
"lalu apa yang harus ku lakukan sebagai permintaan maaf kak?" tanya Ahza
"aku mohon jangan meminta ku memberikan Jas baru untuk mu!?" imbuh Ahza
Izzan menyeringai, Tuhan memang sedang baik padanya karena keberuntungan sedang berpihak padanya, Izzan ingin menuntaskan rasa penasaran yang ada di hatinya pada gadis cantik dan imut yang sedang menatapnya dengan tatapan mata memohon itu.
"mudah saja" jawab Izzan
"apa?" tanya Ahza semangat yang bagai mendapat angin segar tidak akan kehilangan bayi-bayi nya.
"perkenalkan aku pada keluarga mu sebagai kekasih mu" jawab Izzan
Ahza tersedak salivanya sendiri, terbatuk-batuk dengan mata yang memerah, menahan segala rasa kesal dan emosi, jika tidak mengingat ini di tempat ramai, sudah di pastikan Ahza akan membabi buta memukul pria di hadapan ya.
apa katanya tadi memperkenalkan sebagai kekasih, bisa-bisa langsung di nikahkan oleh papa nya, sukses saja belum malah sudah memperkenalkan kekasih, lompat saja kerawa-rawa Ahza, dan perkiraan terburuk adalah dia di asingkan ke kampus berasrama atau bisa saja jadi kebebasanya semakin terbatas.
Ahza menggelengkan kepalanya, membuyarkan pikiran-pikiran mustahil tadi, tidak mungkin kan pria balok ini serius dengan ucapannya, semoga saja ini hanya gertakan dari Izzan saja, harap Ahza.
"ayo" ajak Izzan
"kemana?" tanya Ahza bingung
"bertemu dengan keluarga mu" jawab Izzan
"tidak kak, aku mohon jangan mengerjai aku seperti ini, aku bisa kena marah orang tua ku" mohon Ahza
__ADS_1
Izzan tersenyum menatap wajah pucat yang ketakutan itu, semakin membuatnya semangat untuk mengerjai gadis cantik yang memegang lengan baju nya dan berusaha menahan langkah Izzan.
"apalagi?" tanya Izzan
"bolehkah di ganti dengan yang lainya?" tanya Ahza
"aku akan mengenalkan kakak dengan teman-teman ku yang cantik, bagaimana?" tawar Ahza
Izzan berdecak kesal pada gadis kecil ini, jelas yang di inginkan Izzan adalah dirinya, kenapa justru ingin mengenalkan pada gadis lain? bodoh sekali, keluh Izzan.
"aku tidak tertarik, ada cara lain jika kau mau?" tawar Izzan yang langsung di angguki Ahza
"sebelum pesta ini selesai, pastikan jas ku sudah kembali bersih" ucap Izzan sambil mengarahkan tangannya ingin membuka jasnya.
"ada apa?" tanya Izzan dengan tampang polos nya, membuat Ahza kesal dan menatapnya tajam.
"aku... aku kesal dengan mu" sahut Ahza lalu meninggalkan Izzan, yang tersenyum senang mengerjai Ahza.
"maaf sedikit mengganggu acara pesta" ucap Izzan pada tamu undangan yang lainya, lalu segera menyusul Ahza yang kembali berkumpul pada orang tuanya.
"selamat malam om, tante Mahesa, Om Bimo" sapa Izzan
"ada apa?" tanya Wahyu
"Ahza gak sengaja nabrak kak Izzan pa, terus ngotorin pakaian kak Izzan" jawab Ahza lebih dulu, takut kalo-kalo Izzan akan menjawab di luar dugaanya
__ADS_1
"terus yang buat kamu teriak stop, tadi kenapa?" tanya Wahyu yang menatap tajam Izzan
"Ahza mau minta maaf ke kak Izzan, kerena belum sempat minta maaf kak Izzan udah buru-buru mau ke toilet" jawab Ahza lagi
Izzan hanya tersenyum tipis mendengar jawaban Ahza, "kalo begitu saya permisi om, tante" pamit Izzan
"maafkan Ahza ya" ucap Mita yang tak enak hati melihat pakaian Izzan kotor
"Ahza sudah meminta maaf tante, dan Ahza bilang akan menggantinya" jawab Izzan yang di angguki Mita, sedang Ahza sudah mulai menyumpah serapahi pria balok yang sayang nya tampan itu di dalam hatinya.
.
.
"hai....." sapa seseorang ketika Jihan baru saja keluar dari toilet yang sukses membuatnya terkejut kembali mundur kebelakang masuk kedalam toilet.
"kamu siapa?" tanya Jihan
tak ada jawaban hanya senyum yang di berikan orang itu, sambil menyelipkan selembar kertas pada tangan Jihan yang mulai gemetar, "kenapa? aku hanya ingin memberikan ini" ucap orang itu yang di akhiri dengan senyum seringai lalu meninggalkan Jihan begitu saja.
Jihan mengatur napasnya, tak ingin mengetahui isi dari kertas itu, yang di inginkan nya saat ini hanya lekas kembali pada acara pesta dan bertemu dengan orang tuanya, hingga dia tak menyadari menabrak seseorang yang sedang berjalan ke arahnya.
"maaf, maaf, aku tidak sengaja" ucap Jihan sambil membungkukan badan, lalu dengan cepat kembali melangkah pergi
"gadis aneh" gumam pria yang di tabrak Jihan.
__ADS_1