
satu semester sudah dilalui Nura dan Ahza, beberapa kali mereka sempat bertemu, hanya untuk melepas rindu sebagai sahabat, hari ini Nura ikut berkunjung kerumah Ahza, ikut berkumpul dalam hangatnya keluarga yang tak pernah di terima Nura, melihat keakraban yang terjalin antara Ahza dan maminya membuat Nura merasa nyeri di hatinya, sahabatnya itu bisa dengan mudah bermanja pada maminya, ingin, sangat ingin sekali Nura merasakan, belaian lembut di puncak kepala, senyum hangat, jerawat di telingan, dan pelukan hangat seorang ibu, sayang Nura hanya bisa melihat tanpa merasakan.
"sini tante peluk" ucap Mita yang mengerti dengan arti tatapan sendu Nura, dengan senang hati gadis centil itu langsung masuk kedalam pelukan Mita, memeluk Mita dengan erat, mencari kehangatan yang tak pernah di rasakannya.
"jangan nangis" ucap Mita, sambil mengusap lembut rambut belakang Nura
"maaf tante, Nura kangen sama mama, Nura juga gak pernah ngerasain di peluk mama" ucap Nura yang terisak
"udah jangan nangis lagi, kan ada tante, kalo mau kamu sering-sering kesini, main sama Ahza, mau cerita atau curhat juga boleh sama tante" bujuk Mita.
"terimakasih ya tante" ucap Nura yang di angguki oleh Mita dan senyum hangat yang sangat manis.
Ahza, Danish dan Wahyu hanya tersenyum melihat interaksi dua orang di depan mereka, maminya itu memang selalu baik dengan orang lain.
"SELAMAT SORE SEMUA ORANG" teriak suara cempreng yang mengganggu suasana haru
"pengganggu datang" ucap Danish yang sudah langsung merasa kesal
__ADS_1
"ck' wanita cantik seperti ini kamu bilang penggangu" sahut Jihan tak terima dengan ejekan sang adik
"kamu memang penggangu, suara cempreng mu merusak gendang telinga ku" sahut Danish
"mamii" ucap Jihan dengan manjanya, meminta agar mendapat pembelaan
"Dih selalu saja mengadu" cibir Danish
"kalian bisa berhenti, aku mulai bosan jika kalian berdua sudah bertemu" ucap Ahza dengan suara nyaring tak lupa tatapan tajam dia layangkan untuk dua saudaranya itu, jika sudah seperti ini, Mita dan Wahyu memilih untuk mengundurkan diri karena tidak mau terlibat perdebatan, bukan maksud membiarkan anak-anak mereka bertengkar, karena dua orang tua itu tau setelah lelah berdebat mereka akan kembali bermain, sedang Nura hanya menyaksikan dengan sesekali tersenyum geli.
"suruh masuk aja bi" jawab Ahza
"baik nona" jawab bi Nani dan langsung melakukan tugasnya
"Alam" ucap Ahza setelah si tamu masuk kerumah dan ikut berkumpul dengan yang lainya.
"hai" sapa Alam menatap Ahza sambil tersenyum, dab semua orang yang berada dalam ruangan
__ADS_1
"kakak mau kekamar duluan ya, kalian main aja disini" pamit Jihan pada adik-adiknya
"aku juga mau kekamar" ucap Danish
tinggalah Ahza, Nura dan Alam di ruang tamu, mereka bertiga hanya diam tanpa ada yang memulai pembicaraan, Alam masih terus melepas pandangan matanya pada Jihan hingga tak terlihat
"kenapa ?" tanya Ahza pada Alam
pria muda itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya
"kak Jihan cantik ya" ujarnya
"lu emang gak bisa liat perempuan cantik, langsung meloto aja" sahut Nura sambil melempar bantal sofa pada Alam
"sialan lu Ra" keluh Alam kesal, semakin kesal melihat dua gadis yang menertawakan dirinya
Terimakasih jangan lupa like, komen dan vote ya
__ADS_1