
setelah tiga jam berlalu akhirnya pertemuan Cala dengan rekan bisnisnya yang baru dan tak lain adalah Gio selesai dengan Cala yang berpamitan lebih dulu, agar tidak lebih lama lagi berada dalam ruang yang sama dengan Gio.
Gio hanya menatap Cala dan sekretarisnya yang pergi lebih dulu sambil menghabiskan kopi yang sedang di minumnya.
" pastikan kita mendapat proyek ini " ucap Gio pada sekretarisnya
" baik pak " jawab sekretaris Gio
.
.
Cala yang kembali berada di dalam ruangan kerjanya masih diam melamun sama sekali tidak fokus dengan pekerjaanya.
" Sonya keruangan saya " panggil Cala
setelah Sonya berada di dalam ruangannya Cala tidak juga membuka suaranya, karna merasa bingung akhirnya Sonya melontarkan pertanyaan pada Cala
" ada apa nona memanggil saya ?" tanya Sonya
" aku ingin batalkan kerja sama kita dengan perusahaan tuan Gio " ucap Cala
" apa ada masalah nona ?" tanya Sonya
" iya ada suatu hal yang tidak bisa aku katakan padamu, harap kau mau melakukanya, dan tidak banyak bertanya, dan bisakah dengan cepat kau melakukan pembatalan kontrak kerja sama itu ?" tanya Cala
" itu mungkin akan sedikit rumit, dan kita bisa mengalami banyak kerugian karna membatalkan secara sepihak " jawab Sonya
" aku tidak perduli, apapun caranya batalkan kerja sama itu " ucap Cala
" baik, jika tidak ada lagi saya permisi nona " ucap Sonya
" iya Terimakasih Sonya " ucap Cala yang di angguki oleh Sonya.
tanpa Cala sadari waktu sudah menunjuk angka lima, itu berarti Cala sudah harus selesai dengan pekerjaannya, Cala dengan cepat membereskan barang miliknya dan keluar dari ruangannya.
__ADS_1
" Sonya kau sudah selesai ?" tanya Cala
" iya nona " jawab Sonya
" besok aku tidak akan datang kekantor, bisakah tidak mengganggu ku sehari " tanya Cala
" tetapi besok anda apa pertemuan dengan tuan Vernandes dari grup A nona " jawab Sonya
" apa tidak bisa di undur ?" tanya Cala
" maafkan saya nona jika kita menundanya ini juga akan berdampak pada citra perusahaan " jawab Sonya
" terserah kau saja, kabari aku satu jam sebelum pertemuan " ucap Cala sambil berlalu meninggalkan Sonya yang menggerutu kesal pada Cala
" hah menyebalkan memiliki bos yang sangat jutek dan dingin " ucap Sonya.
.
.
Cala sedang duduk berhadapan dengan tuan Vernandes sebagai salah satu rekan bisnisnya, mereka membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan jalanya kerjasama yang hampir selesai dan menata untuk langkah kerjasama selanjutnya.
" silahkan tuan " jawab Cala
" apakah kau tidak ingin memiliki pendamping hidup ?" tanya Vernandes
" aku rasa pertanyaan itu tidak ada di topik kerjasama kita " jawab Cala
" ya kau benar, hanya saja aku sedikit penasaran dengan mu yang tidak terlihat tertarik dengan lawan jenis " ujar Vernandes
" karna urusan kita sudah selesai, maka aku permisi lebih dulu tuan " ucap Cala menghiraukan ucapan Vernandes
" Sonya ayo kita pulang " ajak Cala
" nona bukankah tidak sopan meninggalkan rekan mu begitu saja " ujar Vernandes
__ADS_1
" lalu apa yang harus aku lakukan tuan ?" tanya Cala
" bagaimana jika aku mengundang mu untuk makan malam bersama " ujar Vernandes
" tentu, tetapi tidak untuk hari ini tuan, karna aku sudah memiliki janji " jawab Cala
" baiklah aku akan mengalah dan menunggu waktu luang mu " jawab Vernandes tanpa menjawab lagi Cala menggerakkan kakinya melangkah menjauh dari Vernandes yang masih menatapnya.
" aku harus bisa mendapatkan mu Cala, demi perusahaan ku " gumam Vernandes
.
.
Sonya sudah pulang lebih dulu menggunakan jasa taksi online, sedangkan Cala masih berjalan menuju mobilnya yang terpakir rapi di halaman resto.
" Cala " panggil seseorang membuat Cala secara reflek memalingkan wajahnya mencari sumber suara yang menyebut namanya.
Hah rasanya saat ini jantung Cala kembali berhenti berdetak, melihat wajah pria tampan namun penuh kebencian terhadapnya. Cala bersusah payah menelan salivanya yang kering sambil berusaha menormalkan kegugupanya.
" ya tuan " jawab Cala dengan gugup.
Melihat Cala yang jelas sedang gugup, membuat pria yang berdiri di hadapan Cala menyeringai penuh, Gio pria yang sedang menatap tajam Cala dengan penuh intimidasi.
" ikut aku ada yang harus aku bicarakan " ujar Gio
" maaf tuan aku ti----- "
" diam, atau aku akan mempermalukan kamu di sini " ucap Gio penuh penekanan, membuat Cala terdiam dan menurut mengikuti Gio menuju mobil yang di bawa Gio.
******************
kira-kira apa yang bakal di bahas Gio sama Cala ?
suka gak sih kalian sama cerita ini readers ?
__ADS_1
kasih tau jawaban kalian di komentar ya ?
jangan lupa untuk memberikan dukungan like, komen dan vote, Terimakasih banyak untuk kalian yang memberikan dukungan dan mampir untuk membaca ❤❤❤