Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
LLCS2Bab17


__ADS_3

"pi"panggil Jihan pada Bimo


"iya sayang" jawab Bimo


"kita pulang yu?" ajak Jihan


"kenapa terburu-buru?" tanya Bimo


"Jihan bosan pi, lelah dan ngantuk" jawab Jihan yang sebenarnya merasa tidak nyaman di ruangan pesta itu, merasa seperti sedang di awasi.


"baiklah, ayo kita pamit dengan pemilik acara" ajak Bimo yang di setujui Jihan.


.


.


Gio masih fokus pada bingkai foto mendiang istrinya, sesekali tersenyum, saat teringat masa lalu.


"kau tau Cala, anak laki-laki mu sepertinya sedang mengejar seorang gadis"


"selama aku hidup dengannya, aku tidak pernah melihat dia tersenyum tulus selain dengan adiknya, tapi tadi malam aku melihatnya tersenyum begitu tulus pada seorang gadis, aku yakin kau akan senang jika mengetahui gadis yang di sukai anak laki-laki mu"

__ADS_1


Gio kembali mengusap foto istrinya dengan hembusan napas kasar, "gadis itu anak sahabat mu Mita, jika memang anak laki-laki mu jatuh cinta, aku akan merasa sedikit lega, karena pada akhirnya dia memiliki seseorang yang mampu membuatnya tertawa bahagia dan merasa nyaman, kau bilang kau selalu mengawasi kami dari atas sana, apa kau bahagia Cala?" tanya Gio


"tapi sepertinya anak laki-laki mu harus berjuang keras, karena yang aku lihat semalam gadis itu belum menyukai anak kita Izzan, tapi kau tenang saja aku pasti membantunya, karena aku sangat bahagia melihat dia tersenyum pada orang lain" Gio terus bercerita pada sebuah bingkai foto hingga dia lupa waktu untuk istirahatnya.


Flashback


"Gio, sekali saja katakan jika kau mencintai aku?" pinta Cala


"lupakan keinginan mu itu" jawab Gio dengan gaya angkuhnya


"lalu jika kau tidak mencintai ku, apa kau mencintai anak mu Izzan ?" tanya Cala


"dan kenapa kau suka sekali membuat anak dengan ku?" imbuh Cala dengan senyum mengejek pada suaminya


"aku ingat bahkan sangat ingat Gio, karena itu aku tidak menolak mu" jawab Cala


"cih' kau itu sejak dulu memang tidak punya muka" sinis Gio


"terserah kau saja, aku hanya akan terus mengikuti aliran sungai, sampai kau tidak bisa melihat ku lagi dan kau yang berbalik benar-benar menyesal" jawab Cala


"tidak akan" sahut Gio

__ADS_1


Flashback off


"kau benar Cala, akulah yang benar-benar menyesal sekarang, tolong beri aku dukungan untuk terus menjaga anak kita, aku mencintai mereka sama seperti aku mencintai dirimu" ucap Gio lalu kembali meletakkan bingkai foto istrinya di atas nakas.


.


.


Izzan mengeram kesal, menahan emosi yang tidak bisa di luapkan oleh nya, ya karena Ahza yang lagi-lagi membuat masalah dengan nya, jas yang semalam di berikan pada Ahza agar di bersihkan itu sekarang jadi memiliki warna lain.


"maaf kak, semalam nodanya susah di hilangkan, jadi aku menumpahkan pemutih pakaian, dan pagi tadi aku melihat jas itu sudah berubah warna tidak hitam semua, kali ini aku mengakui kesalahan ku" jelas Ahza


"kau benar, kesalahan mu merusak jas mahal ku, dan bodohnya aku percaya padamu begitu saja, gadis manja seperti mu itu bisa apa? kau paling tau makan bila lapar, dan bermain" sinis Izzan


"pergilah, sebelum aku semakin kesal padamu" usir Izzan


"aku kesini untuk minta maaf secara baik-baik, kenapa malah mengusir ku?" tanya Ahza yang tak terima dengan perkataan Izzan.


"aku sibuk Ahza, aku masih banyak pekerjaan, tidak sempat melayani perdebatan dengan mu" sahut Izzan


"dasar pria balok" umpat Ahza

__ADS_1


"hahahahahaha......." suara tawa dari orang yang baru saja masuk kedalam ruangan Izzan, ya Ahza memang sedang berada di kantor Izzan, karena Nura yang mengajak nya untuk mengantar barang titipan kakaknya, dan kesempatan ini di gunakan Ahza untuk mengantarkan jas Izzan dari pesta semalam.


__ADS_2