Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
LCCS2 Bab 7


__ADS_3

Katakanlah Izzan sangat egois saat ini, dengan sengaja dia mengerjai gadis kecil yang duduk di hadapanya dengan membuat harga perbaikan mobilnya menjadi berkali-kali lipat, menurut Izzan nominal yang di ucapkan nya tak seberapa di bandingkan dengan kekayaan yang di miliki keluarga Arion.


"kenapa bisa begitu mahal biaya perbaikan ya ?" tanya Ahza lagi


"karena memang mobil mu yang sudah tua itu perlu banyak perawatan" sahut Izzan


Ahza semakin di buat kesal dengan jawaban Izzan, tidak bisakah pria dewasa di depannya ini berbicara sedikit lembut, atau setidaknya sedikit tersenyum, sejak tadi yang di perlihatkan hanya wajahnya yang datar, sungguh membuat hati Ahza semakin merasa kesal.


"tidak mungkin hanya memperbaiki mobil, kenapa sampai 200 juta!?" ujar Ahza lagi, benar-benar tidak percaya dengan nota yang di berikan Izzan, mata bulat itu memicing menatap pada selembar nota yang tergeletak di atas meja di hadapanya, lengkap dengan tanggal, stampel dan nominal angka biaya perbaikan mobilnya.


Ahza memutar otaknya, memikirkan cara untuk mendapat uang sebanyak itu, ya walau sebenarnya dia memiliki uang bahkan lebih dari itu, tetapi Ahza tidak mau begitu saja menggunakan uangnya, karena dia memiliki impian ingin memiliki bisnisnya sendiri suatu saat nanti, menjadi seorang wanita karir seperti maminya.


jika langsung meminta uang sebanyak itu pada papanya, akan lebih tidak mungkin lagi, karena Ahza tidak ingin menjawab pertanyaan papa nya yang memiliki jiwa kepo melebihi maminya, meminta pada mami, juga tidak ingin dilakukan gadis itu, aahh.... apakah Ahza pada akhirnya akan merelakan uangnya sebesar 200 juta pada pria balok di depannya ini, yang dengan santai menyesap kopi dari gelasnya ?.

__ADS_1


"kau akan memberikan uang itu secara langsung pada ku atau kau transfer?" tanya Izzan membuyarkan lamunan Ahza


"aku tidak punya uang sebanyak itu" jawab Ahza


Izzan yang mendengar jawaban Ahza menyeringai, dengan tatapan tajam pada gadis kecil yang juga menatapanya, persekian detik mereka masih saling menatap, sampai Ahza lebih dulu memutus tatapan mereka berdua.


"apa kau bukan anak dari keluarga Arion?" tanya Izzan dengan senyum mengejeknya


"maksud mu?" sahut Ahza yang kembali tersulut rasa kesal di hatinya.


"aku akan membayarnya, tapi tidak sekaligus, aku akan mencicil nya, 100 juta perbulan" dengan wajah kesal nya Ahza meminum jus alpukat guna meredam amarahnya.


"200 juta, aku hanya perlu menambah beberatus lagi akan mendapat mobil baru, sial sekali" gerutu Ahza dengan suara yang lirih.

__ADS_1


"bagaimana jika kau menggantinya dengan menemani ku setiap kali aku ingin makan di luar rumah, menghadiri pesta, dan apapun jika aku memerlukan bantuan mu?" tawar Izzan


"tidak mau" jawab Ahza cepat


"kalo begitu, bayar sekarang semuanya" sahut Izzan sambil menyodorkan angka dari rekening bank miliknya.


"kau itu keluarga kaya tapi sangat perhitungan" sindir Ahza


"anggap saja aku sedang transaksi bisnis" jawab Izzan acuh dan kembali menyesap kopinya,


sayang sekali jika uang 200 juta harus melayang, apa jika menemaninya makan di luar dia akan membebaskan biaya itu? tapi bagaiman jika papa dan abang Faid tau? tapi apa salahnya, liat saja aku akan membuatnya bangkrut? gumam Ahza di hatinya yang tanpa di sadari dia tersenyum tipis, masih dalam perhatian Izzan.


"10 kali, hanya 10 kali aku akan menemani mu makan, atau pergi ke pesta dan tidak ada hal lain lagi?" tawar Ahza

__ADS_1


Izzan tersenyum menyeringai membuat Ahza bergidik melihatnya, entah apa arti dari senyuman itu, yang jelas Ahza akan tetap mencoba negosiasi yang juga memberikan keuntungan padanya.


"aku........." Izzan


__ADS_2