
Cala terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya yang sudah berada di atas kasur, bukankah seingatnya dia semalam duduk dan tertidur di sofa, apa mungkin dia berpindah ke ranjangn sendiri tanpa sadar, mungkin saja itu terjadi pikirnya.
selesai membereskan tempat tidur bertepatan dengan Gio yang keluar dari kamar mandi, tatapan mata mereka saling bertemu tak bertahan lama Cala memalingkan wajahnya kearah lain.
" siapkan pakaian ku " ucap Gio
" kau bisa melakukannya sendiri " jawab Cala
" jangan memulai mencari masalah dengan ku " ucap Gio
" aku tidak perduli " sahut Cala
Gio yang mendengar jawaban Cala berjalan mendekat dan menarik rambut Cala, tanpa perduli dengan wajah Cala yang sudah terlihat pucat, " lakukan apa yang aku katakan " ucap Gio tepat di telinga Cala lalu melepaskan tangannya dari rambut Cala dengan sedikit mendorong Cala.
Cala menatap tajam Gio, dan melangkah cepat kedalam kamar mandi tidak melakukan apa yang Gio suruh padanya, di dalam kamar mandi kepala Cala terasa sangat pusing seperti berputar, Cala menggelengkan kepalanya berharap rasa sakit itu segera hilang, belum sempat Cala benar-benar merasa nyaman dengan kepalanya Gio menerobos masuk dan menarik Cala keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Gio mendorong Cala hingga membuatnya tersungkur di lantai, " kau benar-benar memancing emosi ku Cala " ucap Gio
" kau benar, aku ingin agar kau selalu marah dan semakin membenciku " sahut Cala
" apa kau pikir dengan begitu akan membuatku lekas memaafkan mu ? kau terlalu munafik " ujar Gio
" tak berbeda dengan mu " masih saja Cala menyahut perkataan Gio, walau kepalanya terasa semakin pusing dan berputar.
Gio mendekati Cala dan mencengkram kuat pipi Cala tanpa ada perlawanan, bukan karna tidak merasa sakit hanya saja tenaga Cala benar-benar sudah habis dengan kondisi yang menahan lapar sejak semalam, Gio menatap pada mata Cala yang sudah tidak terbuka sempurna hampir menutup untuk terpejam, tiba-tiba membuat hati Gio terasa nyeri dan melepaskan cengkramanya.
" lekas bersihkan dirimu dan temani aku sarapan " perintah Gio lalu berjalan keluar kamarnya.
" cepatlah jangan membuang waktuku menunggu mu lagi " ujar Gio
tanpa jawaban Cala menghampiri Gio di meja makan menyiapkan sarapan untuk Gio dan ikut duduk di sebelah Gio dan terdiam, " jangan menyusahkan, lekas makan dan kerjakan pekerjaan mu " perintah Gio yang hanya di turuti Cala begitu saja.
__ADS_1
Cala kembali masuk kedalam rumah setalah mobil yang dinaiki Gio tak terlihat lagi, Cala berjalan kedapur dan hendak membantu pelayan untuk membereskan dapur.
" nona jangan melakukan pekerjaan ini, biar kami saja, nanti nona kelelahan " ucap pelayan yang bernama Ani
" tak apa bu, aku bisa membantu walau sedikit " jawab Cala
" panggil saya bibi saja nona, dan biar saya buatkan nona susu dan nona istirahat saja nona masih terlihat sangat pucat " ucap Ani
" apa di rumah ini memiliki taman Bi ?" tanya Cala
" ada, mari saya antarkan " ajak bi Ani, lalu mereka berdua berjalan bersama menuju taman belakang yang di penuhi dengan berbagai macam bunga, mebuat Cala seketika merasa nyaman dan tenang.
" terimakasih bi " ucap Cala
" jangan sungkan nona, saya permisi akan melanjutkan pekerjaan, jika nona membutuhkan sesuatu bias panggil saja saya " ucap bi Ani
__ADS_1
" baiklah " jawab Cala dengan senyum manisnya dan kembali menikmati suasana nyaman dari taman bunga itu.
sedang bi Ani mengintip sebentar apa yang dilakukan oleh Cala, semoga saja nona Cala bertahan dan kuat menghadapi tuan Gio, kasihan dia. ucap Bi Ani di hatinya kemudian kembali pada pekerjaan, membiarkan Cala untuk menikmati waktunya.