
tiga minggu telah berlalu, Cala sudah kembali berada di rumah Gio, keadaanya juga sudah kembali sehat, tidak banyak yang dilakukan Cala saat berada dirumah, sejak kembali dari rumah sakit Cala belum bertemu dengan Gio, entah kemana pria kejam itu pergi.
Menyesal dengan keputusanya menerima tawaran Gio menikah, tidak bisa Cala lakukan bagaimanapun semuanya tetap harus dibayar, hanya saja Cala tidak menyaka jika Gio akan melakukan itu padanya dengan begitu kasar, jujur saja itu menambah rasa takut di hati Cala, tetapi tak boleh untuk di perlihatkan.
" maafkan aku kak Vina " gumam Cala
.
.
Cala terbangun dari tidurnya karna terkejut oleh suara ribut yang berasal dari luar kamarnya, dengan cepat Cala berjalan keluar guna melihat apa yang terjadi.
Dilihatnya Gio yang tengah melampiaskan kemarahanya pada salah satu anak buahnya, yang entah apa kesalahan yang dilakukanya, Cala yang sudah berada di tengah-tengah anak tangga memutar tubuhnya ingin segera kembali kekamarnya.
" BERHENTI " teriak Gio, namun Cala tak menghentikan langkahnya terus berjalan menahan gemetar di tubuhnya.
" CALA " teriak Gio, seketika tubuh Cala membeku mendengar teriakan Gio
" Nona, mari ikut saya " ucap Dika yang sudah berada di belakang Cala, perlahan Cala memutar tubuhnya dan mengikuti langkah Dika menghampiri Gio yang menatapnya tajam.
__ADS_1
" menurut mu hukuman apa yang pantas untuk penghianat ?" tanya Gio
" JAWAB " bentak Gio yang tak juga mendapat jawaban dari Cala
" mati " jawab Cala lirih, dengan terus menatap Gio yang menyeringai padanya
" lakukan " Perintah Gio pada Cala dengan menyerahkan sebuah pisau
dengan susah Cala menelan salivanya, ingin rasanya saat ini dia berteriak, tangannya gemetar bergerak sangat pelan untuk menerima pisau yang diberikan Gio, gerakan tangan Cala berhenti dia menggelengkan kepalanya dengan terus menatap Gio.
sesuai dugaan Gio jika Cala tak akan mampu melakukan apa yang Gio suruh, Gio tahu jika Cala sebenarnya seorang yang memiliki hati yang lembut, bahkan dia tahu jika Cala menjadi dinatur tetap di panti asuhan yang sering dikunjunginya.
" apa begini cara mu menyiksaku ?" tanya Cala
" apa yang kau lakukan, hidangkan makanan untuk ku " ujar Gio memberi perintah, Cala melakukan apa yang diinginkan Gio, setelah itu berniat meninggalkan Gio kembali kekamarnya untuk membersihkan diri.
" siapa yang menyuruh mu pergi ?" tanya Gio
" aku ingin membersihkan diri " jawab Cala
__ADS_1
" begitu nyenyakkah tidur mu sampai hari sudah siang kau baru bangun, jangan kau samakan di tempatku seperti di rumah mu yang selalu memanjakan mu " ucap Gio
" lalu apa yang harus ku lakukan ? kau melarang ku bekerja, kau juga melarang ku keluar dari rumah " sahut Cala
" bukan berarti kau bisa bersantai begitu saja, lakukan pekerjaan seperti pelayan yang ada di rumah ini " ucap Gio
" apa ?! " sahut Cala
" bukankah sebagai seorang istri kau harus bisa melakukan segala hal, selain hanya merawat dirimu sendiri " ucap Gio
" berhenti membantah ku lakukan apa yang ku perintahkan " sambung Gio
" aku tidak mau " jawab Cala dan berlari kekamarnya meninggalkan Gio
" JANGAN ADA YANG MEMBERIKAN MAKANAN APAPUN ITU KEPADA NYONYA, SEBELUM AKU MEMBERIKAN PERINTAH" ucap Gio dengan tegas yang masih terdengar jelas oleh telinga Cala
" baik tuan " jawab para pelayan
" kau pikir aku sudi " sahut Cala sambil meneruskan langkahnya sedang Gio melanjutkan sarapan dengan santai.
__ADS_1
*******
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, Komen dan Vote ❤