
Cala membuat teh dengan di bantu seorang asisten yang ada di butik, setelah selesai Cala membawa teh dan cemilan untuk Gio dan Vina, saat melihat Vina yang terus berbicara pada Gio membuat Cala merasa kesal dan tidak suka.
" eeheem ini teh dan cemilannya " ucap Cala yang sengaja berdiri di samping Vina.
Gio hanya menatap kilas pada Cala sedangkan Vina menatap tidak suka pada Cala, " yakin gak kamu taruh racun di gelas aku ?" tanya Vina, sedangkan Cala menyuguhkan teh untuk Gio dan Vina dengan sedikit berjongkok.
" aaakkkhhhh, paanaas, paanaass " teriak Cala saat teh tumpah mengenai tangan dan sedikit pahanya, membuat Vina dan Gio terkejut, melihat ke arah Cala yang mengaduh dengan salah satu tangan yang berusaha mengipas pada tangan dan paha yang terkena teh panas.
" bundaaaa " teriak Cala yang sudah mengeluarkan air matanya, menahan rasa perih dan panas pada kulit yang dirasakanya
" bukan kamu yang melakukannha Vin ?" tanya Gio
" aku gak ngapa-ngapain kok, dia sendiri yang tumpahin tehnya " jawab Vina dengan rasa gugup
" Cala ada apa ?" tanya Devi yang setengah berlari menghampiri Cala yang terisak dengan rasa khawatir.
" Cala ketumapahan teh waktu mau ngasih ke kak Vina " jawab Cala masih terisak
" ya Tuhan ayo kita kerumah sakit sekarang " ajak Devi
" gak mau Cala gak mau ke rumah sakit " jawab Cala
" bunda gak mau tau, sekarang juga kerumah sakit " ucap Devi
" gak bunda, Cala mohon, Cala takut, hiks...hiks... " mohon Cala
__ADS_1
" Nyonya biar saya panggil dokter saja " ucap Gio
" tidak perlu, aku bisa mengurus anak ku, lebih baik kau bawa kekasih mu pergi dari sini, agar tidak melukai anak ku lagi " sarkas Devi
" nyonya tapi ini tidak seperti yang nyonya Devi pikirkan, aku tidak melakukan apapun " sahut Vina
" kamu mau ikut bunda kerumah sakit atau bunda biarkan disini dan jangan merengek " ujar Devi pada Cala dan menghiraukan ucapan Vina
kenapa jadi gini sih, kenapa malah bunda yang ngotot bawa kerumah sakit, Gio bantuin aku dong, aku takut kalo harus sampai di rumah sakit, mana tangan dan paha aku sakit banget lagi. gumam Cala dalam hati nya.
" om Ardi saja bunda minta kesini, Cala gak mau kerumah sakit " pinta Cala
" sudah kamu masuk keruangan bunda lebih dulu, ada asisten bunda yang bakal kasih salep buat luka kamu " perintah Devi dan Cala hanya bisa menganggukkan kepalanya.
tidak sesuai rencana ku. ucapa Cala kesal dalam hati
" baiklah terimakasih nyonya Devi, maaf kami membuat keributan disini " ucap Gio
" sama-sama " jawab Devi.
Gio dan Vina, dengan cepat meninggalkan butik Devi, didalam mobil Gio hanya diam, sedangkan Vina sibuk memikirkan bagaimana dia menjelaskan pada Gio tentang kejadian di butik tadi.
dasar anak kecil, cara yang di gunakanya sungguh licik, aku harus bisa meyakinkan Gio jika yang diucapkan dan dilakukan Cala tadi sengaja untuk membuat kami bertengkar. gumam Vina dalam hati nya.
" sayang " panggil Vina namun tak ada jawaban dari Gio
__ADS_1
" sayang, kamu kenapa diemin aku sih ?" tanya Vina dengan suara yang di nyaringkan
" Hemmm " jawab Gio dengan deheman
" Iiihhh kok gitu sih, kamu kenapa ?" tanya Vina
" sejak kapan kamu jadi pendendam ?" tanya Gio
Vina membualtakan mata nya dengan sempurna mendengar pertanyaan Gio " maksud kamu apa ?" tanya Vina
" kejadian di butik tadi, kenapa kamu bisa sampai nyenggol teh itu dan membuat keributan?" tanya Gio
" ya ampun, kamu gak percaya sama aku Gio, jelas-jelas anak kecil itu yang numpahin tehnya sendiri, kalo aku yang numpahin gak bakalan di tangannya mending langsung kewajahnya yang sok polos itu " ucap Vina dengan nada kesal
" Vina, aku tau kamu tidak suka sama dia begitu juga dengan aku, lebih baik kamu hindari dia, dari pada ada kejadian seperti tadi " ucap Gio dengan tegas
" Terserah " sahut Vina
" dan satu hal lagi, apa pria yang kalian rebutan sangat tampan? sampai kamu bersaing dengan dia ?" tanya Gio
" kalo kamu gak bisa percaya sama aku mending kamu gak usah tanya sama aku Gio " sahut Vina yang masih dalam keadaan kesal menahan emosi di tambah prianya yang lebih percaya perkataan gadis kecil yang menjadi lawanya.
andai saja Gio tau pria yang menjadi pembahasan Cala dan dirinya tadi adalah Gio, mungkin Gio tidak akan bertanya seperti ini sekarang, Vina ingin menjelaskan namun dia sudah terlalu kesal dengan kejadian yang terjadi hari ini, sehingga dia memilih diam hingga sampai di rumahnya, bahkan Gio tidak berpamitan seperti biasanya.
hai, teman-teman terimakasih karna sudah mampir di cerita ini, ayo dukung aku dengan like dan coment, juga jangan lupa untuk memberikan cerita ini vote ya, agar aku selalu semangat untuk menulis untuk kalian.
__ADS_1
satu lagi ❤ kalian harus berwarna merah seperti ini, agar kalian selalu bisa mengetahui up terbaru dari cerita ini.