
pagi ini Cala bangun dari tidurnya dengan perasaan yang berbeda, takut jika ungkapan suaminya semalam hanyalah mimpi baginya, Cala terus menatap wajah suaminya yang masih tertidur pulas, dengan begitu dekat.
" maafkan aku " ucap Cala lalu beranjak dari kasur dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
setelah semua selesai Cala menuju kamar Izzan yang terlihat sudah asik bermain di temani bi Ani, dengan celoteh dan tawa yang menggemaskan, membuat Cala tidak sabar untuk mendekati anaknya itu.
" hai anak tampan " sapa Cala yang mengalihkan perhatian Izzan dari mainan pada mama nya.
" nona bibi permisi kembali kepekerjaan bibi ya ?" tanya Bi Ani
" iya bi, Terimakasih banyak membantu Cala " jawab Cala
" sudah seharusnya nona " jawab bi Ani lalu meninggalkan ibu dan anak itu untuk kedapur membuat sarapan.
" apa kau tidak haus sayang ? kemarilah anak mama " ucap Cala sambil merentangkan kedua tangannya menyambut Izzan yang berjalan tertatih menghampirinnya
Cala memberikan banyak ciuman pada wajah anaknya, membuat Izzan terua tertawa " papa papa papa " oceh Izzan
" ck' kau begitu curang, kapan kau akan memanggil ku mama, huh " protes Cala lagi dengan wajah yang cemberut.
" kau sangat harum, membuat ku suka sekali mencium mu " ucap Cala
.
.
sudah satu minggu sejak pengakuan Gio tetapi Cala tak merasakan adanya perubahan, benarkan apa yang di pikirkan Cala, Gio hanya memberinya harapan dan terus menarik ulur hatinya, seperti pagi ini setelah menyantap sarapan nya Gio hanya berpamitan pada Izzan lalu begitu saja pergi kekantornya.
Cala menghembuskan napas kasar, sudah hampir terbiasa dengan situasi seperti ini, Cala tak ingin berusaha dan berjuang sendiri, lebih baik fokus pada anaknya, kembali pada keputusanya.
tak terasa usia Izzan sudah tiga tahun, dia tumbuh menjadi anak yang pintar dan penurut juga sangat menyayangi mama nya, Cala memilih membuka sebuah usaha butik seperti bundanya, tidak sulit untuk Cala memulai sebuah usaha campur tangan sang Bunda, memudahkan pekerjaannya selain menghabiskan waktu menemani Izzan dia juga bisa menghabiskan waktu kosongnya mengurus butik, Izzan juga selalu ikut bersama Cala kemanapun mama nya pergi.
" Cala apa kau sudah mendapat kabar dari sahabat mu ?" tanya Devi saat mereka beristirahat
" ada apa bunda ?" tanya Cala
" Mita mengalami depresi dan sekarang di rawat di Jepang " jawab Devi membuat Cala menghentikan aktifitasnya yang sedang mempelajari beberapa dokumen yang ada di hadapanya.
__ADS_1
" bunda bertemu tuan Hendra beberapa saat sebelum ke Jerman, saat bunda bertanya kabar Mita, tuan Hendra menceritakan jika anak Mita meninggal karena kecelakaan, dan berakhir Mita mengalami depresi " jelas Devi
" ya Tuhan, gadis bodoh itu " ucap Cala dengan setetes air mata, " aku harus menjenguknya, aku akan menghubungi Alif untuk bertanya alamat mereka di sana " sambung Cala lagi.
" bagaimana dengan Izzan dan Gio ?" tanya Devi
" aku bisa membawa Izzan, Gio aku akan meminta izin padanya " jawab Cala dengan sedikit ragu.
" baiklah bunda akan menemani mu, bagaimanapun Mita juga anak dari sahabat bunda " ucap Devi yang di angguki oleh Cala
.
.
" Gio aku hanya meminta izin satu minggu padamu " ucap Cala
" aku tetap tak memberikan mu izin " jawab Gio
" kau keterlaluan, aku hanya ingin mengunjungi sahabat ku yang sedang depresi, bukan untuk berlibur Gio " sahut Cala
" untuk apa kau mengunjungi teman mu yang depresi, dia tidak akan tahu kau datang " ujar Gio
" tentu karena memang seperti itulah sifat mu, dan jangan harap kau bisa membawa Izzan " ancam Gio
" cih' sejak kapan kau perduli pada anak ku ?" tanya Cala dengan senyum mengejeknya membuat Gio semakin marah padanya.
" aku bisa melakukan apapun Cala " bentak Gio
Cala tersenyum miring menatap suaminya " sejak dulu kau selalu mengatakan itu Gio, tapi ini sudah lima tahun sejak pernikahan kalau kau lupa " ucap Cala
" baiklah jika itu mau mu " sahut Gio dengan senyum seringainya.
.
.
" tuan nona Cala pagi-pagi sekali sudah berangkat ke Jepang bersama Ny. Devi dan Izzan " ucap Dika memberikan laporan pada Gio
__ADS_1
" biarkan saja, aku akan memberikan kejutan padanya setelah dia pulang " sahut Gio
Dika menatap kesal pada tuanya, belum cukupkah lima tahun ini dia mengekang adiknya dan membuat hidupnya menderita, Cih'sejak kapan dirinya mengkhawatirkan Cala, ini semua karna ocehan ibunya yang selalu menanyakan keadaan Cala, membuatnya terbawa suasana.
" apa yang harus di lakukan tuan ?" tanya Dika
Gio menatap tajam pada Dika yang bertanya, tidak biasanya asistenya ini bertanya seperti itu, sudah mulai bodohkah asistenya ini ? tetapi ada hal lain yang di tangkap oleh Gio.
" apa kau keberatan jika aku akan mengakuisisi perusahan R grup ?" tanya Gio
" tidak bisakah dengan cara lain ?" Dika balik bertanya
" sepertinya kau harus menjelaskan sesuatu padaku " ujar Gio
" ya, dan alasanku adalah ibu ku " jawab Dika dengan wajah datar.
" lalu ?" tanya Gio
" aku akan mengatakan jika sudah saatnya Tuan " jawab Dika penuh hormat
" Ck' aku masih mempertahan mu disini karna kau adalah sahabat dan asisten terbaik yang ku percaya, kau bahkan tak mencampuri urusan ku dengan Cala walau kau tahu Cala adalah adikmu bahkan kalian sedarah " ucap Gio
" terimakasih tuan " jawab Dika yang tak terkejut jika Gio mengetahui rahasianya, karna dirinya sangatlah mengenal bosnya itu.
" bagaimana apa kau akan membiarkan ku mengakuisisi perusahaan tuan Raka atau kau yang mengambil akhirnya ?" tanya Gio
" aku masih bisa bekerja dengan mu tuan, perusahaan itu milik tuan Raka " jawab Dika
" pikirkanlah dengan baik " ucap Gio sambil menepuk bahu Dika
.
.
setelah melakukan penerbangan selama berjam-jam, Cala dan bundanya serta anaknya akhirnya sampai di Jepang, mereka menuju salah satu hotel berbintang di Tokyo, untuk beristirahat dan esok hari akan mengunjungi Mita.
Izzan anak itu sangat pintar, tidak rewel apalagi cerewet, Cala menimbang- nimbang untuk memberi kabar pada Gio jika dirinya sudah sampai di Jepang, tetapi kembali di urungkan niatnya, toh Gio tidak akan perduli padanya, jadi biarkan saja.
__ADS_1
Ck' pasangan yang sama-sama plin plan dan saling kuat dengan egois masing-masing 😣😣