Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
LLCS Bab 15


__ADS_3

keluarga Mahesa terlihat sedang menghadiri acara pesta ulang tahun salah satu rekan bisnis mereka, Mita bersama Wahyu sedang asik berbincang dengan para tamu undangan lainya, Bimo juga hadir yang di dampingi anak gadisnya Jihan, setelah bertemu dengan si pemilik acara, Jihan dan Ahza memilih memisahkan diri untuk menikmati aneka makanan dan minuman yang tersedia.


dua gadis cantik itu asik saling memberi untuk mencicipi makanan yang mereka pilih, sambil tertawa dan bercanda, tingkah dua gadis itu tak luput dari perhatian orang tua mereka, walau sibuk untuk saling menyapa mereka tak begitu saja melepas anak gadisnya, sama hal nya dua pasanga mata dari sudut lain yang juga memperhatikan Ahza dan Jihan yang masih asik menikmati aneka cemilan manis dan asin yang terhidang.


"kak, kamu jangan terlalu banyak makan cake ini, nanti kamu semakin gemuk" ucap Ahza


"mana mungkin, tubuh ideal ku tidak akan mudah berubah" jawab Jihan lalu mereka tertawa bersama.


"ya udah kakak mau ke toilet, kamu jangan kemana-mana tetap disini, nanti kakak sulit cari kamu" pesan Jihan


"baiklah, aku masih mau mencicipi kue-kue yang di sebelah sana" jawab Ahza

__ADS_1


dengan mata berbinar Ahza menatap pada aneka makanan manis yang ada di hadapanya, dia mengambil satu cup cake dengan permen warna-warni yang menghiasi kue mini itu agar terlihat cantik, dan mengigitnya begitu saja.


"uuhhmmm.... ini enak banget" ucap Ahza sambil tersenyum menikmati manisnya cup cake itu.


"aaakkkhhh...." jerit Ahza yang terkejut karena menabrak seseorang


"apa kau begitu kelaparan? sampai tidak melihat orang lain di hadapan mu?" tanya orang yang di tabrak Ahza


gadis cantik yang cemberut kesal karena makanannya terjatuh itu menatap sinis pada pria tampan di hadapanya, yang sedang membersihkan krim cup cake yang menempel pada pakaianya, "kakak yang tidak bisa berhati-hati" ujar Ahza menyalahkan pria yang selalu tampil dengan wajah datar seperti balok kayu.


"kau lihat pakaian ku menjadi kotor, kau ganti dengan uang saku mu sebulan saja tidak cukup" sambung Izzan

__ADS_1


mata Ahza membulat ketika mendengar kata uang, tidak, tidak boleh lagi dia kehilangan uang, jika di ingat dan di lihat pakaian yang di kenakan Izzan memang tidak murah, bisa-bisa Ahza harus menguras tabunganya lagi, kali ini Ahza harus mengalah, menurunkan ego nya agar bayi-bayi nya tak lagi berpindah orang tua.


Ahza tersenyum semanis mungkin pada Izzan, berharap dapat meluluhkan sedikit saja hati pria balok itu, "maaf, maafkan aku kak!?" cicit Ahza


"tidak setimpal" jawab Izzan


habis sudah ide di dalam kepala Ahza, mendengar respon pria tampan yang semakin menatapnya tajam, membuat suasana sekitar Ahza terasa ngeri seperti sedang di kelilingi zombi yang siap menyantapnya.


"lalu apa yang harus ku lakukan sebagai permintaan maaf kak?" tanya Ahza


"aku mohon jangan meminta ku memberikan Jas baru untuk mu!?" imbuh Ahza

__ADS_1


Izzan menyeringai, Tuhan memang sedang baik padanya karena keberuntungan sedang berpihak padanya, Izzan ingin menuntaskan rasa penasaran yang ada di hatinya pada gadis cantik dan imut yang sedang menatapnya dengan tatapan mata memohon itu.


Terimakasih untuk kalian yang berkenan mampir, dan memberi dukungan, semoga kalian selalu di beri kesehatan, aamiin


__ADS_2