
setelah acara resepsi pernikahan selesai Cala mengikuti Gio yang berjalan di depannya menuju sebuah kamar dengan perasaan takut yang menjadi-jadi, dengan susah payah Cala mempertahankan ekspresi agar tak terlihat menyedihkan.
" persiakan diri mu " ucap Gio setelah mereka berada dalam satu kamar dan kembali keluar dari kamar meninggalkan Cala seorang diri.
Cala menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai Cala membuka lemari pakaian, dengusan kesal Cala keluarkan menatap datar pada pakaian yang sangat jelas kekurangan bahan dan sangat tipis, sedang saat ini dia hanya memakai kimono mandi.
saat Cala sedang berusaha mencari pakaian yang menurutnya layak untuk di pakai Gio kembali masuk kedalam kamar dengan penampilan yang sudah berbeda.
" sepertinya dia sudah membersihkan diri " gumam lirih Cala
ck' pikiran apa ini ? perduli apa Cala dengan Gio ? sudah atau belum itu bukan urusannya, lebih baik dia mencari yang di butuhkan saat ini.
" apa kau tidak akan bersiap ?" tanya Gio
" aku tidak menemukan pakaian yang layak di dalam sini " jawab Cala sambil menunjuk lemari di hadapanya
" kemarilah ?!" ujar Gio yang sudah memindai Cala dari ujung rambut hingga ujung kaki
" katakan saja apa yang ingin kau bicarakan " sahut Cala yang diam di tempatnya
" cih... kau pikir apa yang akan kulakukan hah ?" tanya Gio berjalan mendekat pada Cala
__ADS_1
" apa mau mu ?" tanya Cala
" aku ingin kau mengganti apa yang sudah kau hilangkan dan merasakan kesakitannya " ujar Gio dengan satu tangan menarik rambut belakang Cala
" katakan " sahut Cala menahan rasa sakit dari kepalnya
" lakukan tugas mu sebagai seorang istri " jawab Gio yang menarik Cala hingga terhempas di atas kasur.
Cala menatap tajam Gio yang menyeringai padanya, " apa yang kau inginkan ?" tanya Cala
" menyentuh mu " jawab Gio santai dan mulai mendekati Cala yang bersingut mundur.
" tidak, Bukankah kau mengatakan ingin menyiksaku, maka lebih baik kau memukul ku " ujar Cala yang mulai merasa cemas
" aku tidak mengerti maksud mu, menyingkirlah " sahut Cala yang merasa jika tubuhnya mulai gemetar menahan takut.
" aku akan membuat mu mengerti Cala " ujar Gio langsung menyambar bibir Cala dengan kasar.
" tidak, Hentikan, ini tidak seperti yang kau katakan, kau tidak boleh menyentuh ku " jerit Cala dengan wajah yang sudah memulai pucat
" aku suka melihat wajah takut mu ini, ini benar-benar menyenangkan " ujar Gio dan tersenyum puas
__ADS_1
.
.
ini kah yang dimaksud Gio tadi ? mengambil yang berharga dengan paksa ? pikir Cala sebelum dia kehilangan kesadaranya, yang Cala rasakan hanya kesakitan dan siksaan pada hati dan tubuhnya, Cala hanyalah seorang wanita, seangkuh apapun dia masih memiliki hati yang bisa hancur kapan saja.
Gio melepaskan pelukannya pada tubuh Cala, merasa heran dengan Cala yang tak mengeluarkan suara lagi, tidak ada lagi isak tangis yang di harapkan Gio, dengan lekat Gio memperhatikan wajah Cala yang pucat dan bibir yang mulai membiru.
" setakut itukah dirimu ?" gumam Gio sambil membaringkan tubuhnya di sebelah Cala.
Gio merasa aneh pada bagian tubuh bawahnya yang menempel pada seprai yang terasa dingin, Gio merubah posisi menjadi duduk dan betapa terkejutnya dia melihat seprai putih berubah menjadi merah pekat yang terus merembes.
dilihatnya cairan merah itu keluar dari sela-sela area sensitif Cala, Gio kembali melihat ke wajah Cala yang sangat pucat, dia pingsan bukan tertidur seperti pikiran Gio.
" jika hanya darah perawan tidak akan sebanyak ini, SIAL " umpat Gio dan bergegas memakai pakaiannya menghubungi Dika untuk menyipkan mobil dan memakaikan kemejanya pada Cala
Gio bergegas mengendong Cala menuju mobil dan menyuruh Dika dengan cepat membawa mereka kerumah sakit.
" kau tidak boleh mati, penderitaan mu baru akan di mulai " ucap Gio pada Cala yang masih memejamkan matanya, sebagian hatinya merasa khawatir dan sebagian hatinya merasa puas melihat penderitaan Cala yang baru saja di mulainya.
************
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca dan memberikan dukungan dengan like, komen dan Vote ❤❤❤❤