Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
Bab 29


__ADS_3

sudah 10 hari Gio selalu menghindari Cala, sedang Cala sendiri juga lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor, tak ada lagi kekangan seperti dulu, Cala bebas kemanapun dan melakukan apapun selama 10 hari ini, bahkan Dika yang biasanya mengawasinya juga tak terlihat.


Cala mengirim pesan pada Gio, memberitahukan jika dirinya tidak akan pulang kerumah Gio selama seminggu dan akan tinggal di apaertemenya sementara ayahnya berada di Jerman.


.


.


Gio duduk di sofa dengan mata yang terus menatap pada pintu rumahnya menanti kedatangan seseorang yang membuat hatinya gelisah sejak dua jam lalu dirinya berada di rumah, entah mengapa jika tidak ada dirinya seperti mencari tetapi jika ada Gio seperti menghindari.


Dengan tidak sabar dia beranjak dari duduknya meraih kunci mobil melajukanya dengan cepat membelah jalanan, Gio memperlambat laju mobilnya saat melihat sosok seorang perempuan yang di kenalnya sedang berjalan kaki dengan santai ke arah taman.


Gio memarkirkan mobilnya dan mengikuti diam-diam wanita yang tak lain istrinya sendiri berjalan di belakang, Cala menghentikan langkahnya setelah sampai di sebuah taman yang tidak terlalu luas dan cukup nyaman untuknya menjadikan tempat melamun.


" Halo " sapa Cala saat panggilan telfonya sudah tersambung pada sahabatnya.


" Calaaaa " sahut suara cempreng dari seberang telfon


" kau jangan membuat telinga ku sakit " ujar Cala


" hahaha kamu masih saja galak, tapi aku kangen sama kamu " ucap sahabatnya


" tetapi aku membencimu Mita " jawab Cala dengan tawa


" baiklah matikan saja panggilan telfon mu " sahut Mita


" kau masih pandai merajuk, baiklah apa kabarmu ?" tanya Cala


" aku baik, sangat baik, aku menikmati setiap waktu ku di Kalimantan " jawab Mita


" ya kau harus baik-baik saja, jika tidak aku akan membuat pria brengsek itu menderita " sahut Cala


" sudah jangan membahas tentang ku, kamu kenapa betah sekali tinggal di Jerman hemm ? kenapa tidak mau kembali ke Indonesia aja sih ? kamu gak kangen sama bang Alif, dia belum bisa move on dari mu hahahaha " ucap Mita sambil meledek Cala


" berhenti menggoda ku, aku sudah tak mau tau tentang kakak mu, aku sekarang memiliki suami yang sangat aku cintai, dan tampan " jawab Cala, dan tanpa Cala ketahui di belakangnya seorang Gio sedang menahan senyum dan rasa gugup di hatinya mendengar pengakuan Cala walau itu bukan di tujukan padanya secara langsung.


" baiklah, tapi apa suami mu juga mencintai mu ?" tanya Mita

__ADS_1


" tentu saja, memang siapa yang bisa menolak pesona Cala Fahad ? sudahlah semakin lama kau semakin menyebalkan, jangan lupa kabari aku saat kau melahirkan keponakan ku " ucap Cala


" baiklah tante galak, jaga kesehatan mu baik-baik Cala " jawab Mita kemudian mereka saling mengakhiri panggilan telfon.


"bagaimana mungkin aku bisa bercerita tentang diriku pada mu Mit, sedang kau sendiri dalam situasi yang tidak baik " gumam Cala sambil menatap ponselnya yang sudah mati.


Cala melihat ke atas langit, memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya, berharap segala sesuatu yang tidak baik segera berhenti dan berganti kebahagian.


" HEEEMMMM " suara deheman yang mencuri perhatian Cala mengalihkan tatapan matanya kesamping.


" Gio, kau kenapa ada di sini ?" tanya Cala


" bukanya kau bilang jika ayah mu datang kemari, ? akan tidak sopan jika aku tidak menyapanya " ujar Gio


" tapi, ayah sedang bertemu dengan temannya dan belum kembali " jawab Cala


" kita tunggu saja " jawab Gio yang kemudian duduk tepat di sebelah Cala


" Gio, apa kau benar-benar membenci ku ?" tanya Cala


" kau tau itu " jawab Gio


" kau berharap ?" tanya Gio menatap tajam pada Cala


" tidak " jawab Cala


" aku tidak berharap padamu, aku hanya berharap pada Tuhan, agar Tuhan memberikan aku kesempatan untuk bahagia bersama orang yang aku cintai, aku tidak ingin seperti ayah dan bunda, mereka dulu saling mencintai tetapi akhirnya mereka berpisah, selama 24 tahun aku menjadi anak mereka, baru beberapa bulan kemarin saat kita di Indonesia aku bisa kembali berbincang dengan Bunda tanpa ada rasa kesal, takut dan kekecewaan, karna terakhir kalinya aku merasa bahagia bersama kedua orang tua ku saat aku berusia 5 tahun, miris bukan keluarga kami dari luar terlihat sangat harmonis, tetapi sebenarnya sangat kosong dan hampa "


" dan kali ini aku setuju dengan mu, saat aku harus kehilangan anak yang bahkan baru aku ketahui kabarnya juga sudah kembali pergi, karna aku sebenarnya tidak yakin akan mampu menjaganya, merawatnya dan memberikan kasih sayang padanya, karna aku sendiri sangat tidak mengerti dengan semua itu, terutama aku tidak ingin anak ku nanti tau jika ibunya adalah orang jahat, aku juga tidak ingin anak ku diam-diam menjadi saksi pertengkaran kedua orang tuanya apalagi jika tau pernikahan kita dilandasi dendam "


" karna aku sudah merasakan bagaimana tidak nyamanya hadir dalam keluarga yang tidak akur, dan itulah kenapa aku sering mengkonsumi obat tidur atau obat penenang, aku ingin memiliki sedikit saja waktu agar ada yang memperhatikan ku " jelas Cala dengan senyum yang terus terukir di wajah.


" kau benar, maka teruslah sadar diri jika aku tidak akan pernah memiliki rasa apapun padamu selain benci " jawab Gio


.


.

__ADS_1


Dika yang sudah lama sekali menanti hari ini, dengan penuh keyakinan dan memberanikan diri dia mulai menghubungi Raka dan akhirnya mereka bertemu untuk pertama kalinya sebagai ayah dan anak.


Raka dan Dika sama-sama ingin kesalahpahaman di antara mereka selesai, Raka yang mengakui jika dirinya seorang pengecut, lebih memilih membiarkan anaknya dari wanita lain terlantar dan berharap hidup bahagia dengan keluarga kecilnya namun tak sesuai dengan kenyataan yang di dapat melainkan kekecewaan sang istri yang berdampak pada anak perempuannya dan menjadi akhir pernikahanya.


Devi mantan istri Raka yang sampai saat ini masih sama berada kuat di hatinya, langsung menjauhi dan menjaga jaraknya pada Raka, bertahan selama bertahun-tahun berharap hubungan mereka bisa membaik, namun nyatanya kesalahan Raka tak dapat di terima oleh Devi, bagaimana tidak di saat kau merasa bahagia dengan keluarga yang kita cintai tiba-tiba kita harus kecewa dengan kabar dan kenyataan yang begitu menyakitkan dan menghancurkan hati sekaligus, Raka tahu jika Devi bukan orang yang akan mudah untuk di luluhkan, dan tidak mudah melupakan, bahkan setelah semuanya hancur, Raka masih harus menerima kebencian dari anak pertamanya yang selama ini dilupakanya.


kau tau betapa terkejutnya Raka saat menatap wajah anak laki-lakinya yang kini sudah dewasa, bentuk wajah yang hampir mirip denganya, bibir tipis, hidung dan mata yang sama, pantas saja beberapa kali mereka bertemu Raka merasa tidak asing dengan pria ini.


" Dika " ucap Raka dengan rasa gugup dan jantung yang berdegup kencang, perasaan takut sangat melandanya saat ini.


" Selamat malam tuan Raka, terimakasih mau menyempatkan waktu untuk datang " ucap Dika dengan mata yang terus menatap Raka tanpa jeda sedikitpun.


" silahkan duduk tuan " sambung Dika bagai terhipnotos Raka menuruti ucapan Dika.


" baiklah tuan aku akan langsung saja pada tujuan ku mengajak anda bertemu " ujar Dika dengan serius


" bisakah kau tak begitu formal padaku nak ?" tanya Raka


" maaf tuan, aku disini karena akan menyampaikan pesan ibu ku " jawab Dika


" Sarah, dimana dia ?" tanya Raka


" dimana dia anda tidak perlu tau, dan dia baik-baik saja" jawab Dika


" kenapa kau tidak mengatakan padaku sejak awal kita bertemu, jika kau adalah Dika anak ku ?" tanya Raka yangs udah tidak dapat menahan rasa penasaranya.


" kau tau jawaban ku tuan " jawab Dika dan Raka hanya mampu terdiam, ya memang salahnya sama sekali tak berusa mencari Sarah dan Dika padahal dirinya bisa menggunakan kekuasaan yang di milikinya saat itu.


" maafkan aku " ucap Raka


" tak apa tanpa mu kami baik-baik saja " jawab Dika


" dan aku akan menyampaikan pesan ibu ku, dia bertanya keadaan mu dan keluarga mu ? lalu menitipkan permintaan maaf akan kejadian masa lalu saat dia mengakui menjebak anda, menjadi duri dalam pernikahan anda, ibu ku tidak sempat meminta maaf pada anda saat itu, dan aku tak ingin ibuku bertemu dengan anda, jadi biar aku yang menjadi perantara di antara kalian, hanya itu yang ingin ku sampaikan, terimakasih " jelas Dika dan beranjak dari duduknya


" apa Cala mengetahui semua ini ?" tanya Raka saat Dika sudah membelakanginya,


Dika mengepalkan kuat tangannya dan wajah merah menahan amarah, apakah hanya Cala yang di khawatirkan ayahnya itu ? apa tidak ada rasa khawatir untuk dirinya sama sekali ? ck' kenapa harus berharap seperti itu semuanya sudah terbukti selama 29 tahun ini ! pikir Dika

__ADS_1


" cepat atau lambat dia akan tau " jawab Dika lalu berjalan cepat meninggalkan Raka yang memanggil-manggil dirinya.


__ADS_2