Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
Bab 34


__ADS_3

" sakit " rintih Cala saat matanya tiba-tiba terbuka dengan tangan yang mengusap perut buncitnya, perlahan Cala membangunkan dirinya dan turun dari ranjang, berjalan pelan untuk mengurangi rasa sakit menuju pintu untuk meminta pertolongan.


" bi..... bi..... bi...... Ani " teriak Cala


" Cala " ucap Dika yang melihat adiknya berusaha menuruni anak tangga, sangat kebetulan Dika datang untuk menemui Gio di ruang kerjanya.


" kakak " ucap Cala yang sudah tidak dapat menahan rasa sakit dari perutnya.


" apa yang terjadi ?" tanya Dika sambil membantu Cala turun dari anak tangga


" sepertinya aku akan melahirkan " jawab Cala yang semakin kuat mencengkram lengan kekar Dika.


" tuan, nona " ucap bi Ani yang baru saja datang dengan tergesa.


" panggil tuan Gio, katakan jika nona akan melahirkan " perintah Dika dengan segera bi Ani berlari keruang kerja Gio dan memberitahukan kabar jika Cala akan melahirkan.

__ADS_1


.


.


di dalam ruangan yang dominan dengan warna putih itu hanya ada Cala dan beberapa orang kesehatan yang membantunya melahirkan, bunda dan ayah yang masih dalam perjalanan menuju Jerman, suami yang memilih untuk pergi keluar kota mengurus bisnisnya bersama kakaknya yang pergi meninggalkanya setelah mengantar kerumah sakit, hanya bi Ani yang masih di luar ruangan menunggunya.


" GIO BRENG*** " teriak Cala saat berusaha melahirkan anaknya di temani air mata dan rasa sakit hati, seharusnya tidak boleh dia merasa sakit hati seperti sekarang karena dirinya sudah tau jika suaminya tak akan perduli dengan apa yang terjadi padanya.


delapan jam berjuang untuk melahirkan anak yang dinantinya akhirnya berbuah manis, setelah Cala melihat wajah tampan anak pertamanya yang sayang sekali sangat mendominan wajah papanya, membuat Cala kecewa.


kini hari-hari Cala di sibukkan dengan mengurus anaknya yang sangat lucu dan menggemaskan, bunda dan ayahnya tak bisa berlama-lama menjenguknya karna mereka juga merupakan orang sibuk, tetapi Cala tetap bersyukur setidaknya masih ada yang perduli padanya, bahkan kedua mertuanya sempat ikut menginap di rumah Gio menyambut kehadiran cucu pertama mereka, sedang Gio hanya sesekali melihat anaknya, hanya seperti orang lain yang bertemu teman di jalan.


rumah tangga yang di lalui Cala bersama Gio tak pernah berubah, masih sama dengan Gio yang tidak mau mengakui perasaannya pada Cala, Dika yang masih menutup diri dari adiknya, Cala tidak mau lagi menyiksa hatinya dengan terus berusaha mendekati suaminya, dia membiarkan apapun yang dilakukan suaminya itu, Cala benar-benar fokus memberikan kasih sayang dan cinta untuk anaknya.


Izzan Fahad nama yang diberikan Cala pada anaknya, Cala tak berani menggunakan nama keluarga suaminya karena Gio sama sekali tak mau tau, walau Izzan adalah anaknya, beruntung keluarga mertuanya tak mempermasalahkan hak itu.

__ADS_1


tak terasa usia Izzan sudah enam bulan, bayi gembul itu sangat lucu dan menarik perhatian siapa saja yang melihatnya, bahkan Cala tak hentinya menciumi pipi bulat milik Izzan, dengan sesekali mengajaknya berceloteh ria.


" temani aku " ucap Gio yang baru saja masuk kedalam kamar Izzan dan berjalan mendekat kearah istri dan anaknya.


" baiklah setelah Izzan tertidur " jawab Cala tanpa melihat ke arah Gio.


Gio menatap bayi yang berada di pangkuan Cala sedang dengan kuat meminum asi langsung dari sumbernya, Gio mengulas senyum yang sangat tipis dan hampir tak terlihat, hatinya terasa menghangat saat Cala mau dengan telaten merawat anaknya sendiri dan hanya di bantu oleh bi Ani saat Cala harus mengurusnya.


" kau menyayanginya ?" tanya Gio


" tentu, dan aku berusaha agar bisa menjadi ibu yang layak untuknya " jawab Cala masih dengan fokusnya pada Izzan.


" aku harap dia tak mewarisi sifat buruk mu " ucap Gio


" sebaliknya " sahut Cala

__ADS_1


Izzan menghentikan kegiatannya meminum asi dan beralih menatap papanya dengan mata bulat yang sangat lucu, tanpa Gio sadari tangannya terulur meminta Cala agar Izzan beralih kedalam pangkuanya, dengan senang hati Cala memberikan Izzan pada Gio, dan ini untuk kedua kalinya setelah Izzan lahir, yang pertama adalah saat Izzan demam dan hanya saat berada dalam dekapan Giolah anak itu bisa tertidur.


__ADS_2