Lembaran Cerita Cinta

Lembaran Cerita Cinta
Eps 42


__ADS_3

Gio dan seluruh keluarga berada di tanah air, menuruti keinginan Cala yang ingin dimakamkan di negara kelahiran nya berdekatan dengan makam ayahnya.


" Terimakasih untuk semua yang kau berikan kepada anak ku, maafkan segala kesalahan nya, setidaknya kau memberikan kesempatan kepadanya untuk hidup dengan orang yang di cintainya" ucap Devi dengan air mata yang terus menetes dari ujung matanya.


" bunda, maafkan aku " ucap Gio yang menjatuhkan tubuhnya berlutut di hadapan Devi, dirinya juga tak mampu menahan air mata agar tak tumpah dan terus memohon pada Devi


" bangun lah, bunda tak ingin Cala melihat keadaan mu seperti ini dan dia kecewa pada bunda dengan membiarkan suaminya berlutut seperti ini" ujar Devi sambil membantu Gio untuk berdiri, sedangkan Winda dan Darius hanya memperhatikan anak mereka, di hati merekapun sebenarnya marah dan tak tega pada anaknya yang kejam hingga akhirnya hanya bisa menyesali semuanya, tetapi mereka tak bisa begitu ikut campur dan hanya bisa memberikan nasehat-nasehat saja, sedang Cala menantu mereka itu tak pernah sekalipun mengeluh.


" Gio bersalah bunda, tolong kembalikan Cala" mohon Gio, dia masih menangis, biarlah dia di katakan cengeng karena disini peran kesalahan nya sangatlah besar, semakin sering teringat dan terlintas bayangan Cala semakin membuatnya hancur, penyesalan selalu berada di belakang, bukan ? dan inilah yang akan Gio tanggung hingga akhir hayatnya nanti.


Dika tak berbeda dengan Gio, seharusnya dia menjadi kakak yang diinginkan Cala, seharusnya dia bisa menjaga dan melindungi adiknya, bukan dia yang mendorong masuk adiknya pada penderitaan, masih pantaskah dirinya di sebut seorang kakak, bagaimanapun mereka saudara sedarah, memiliki ayah yang sama, memang dendam tak pernah baik untuk kehidupan, hanya meninggalkan penyesalan seumur hidup.


Devi menatap pada Dika yang duduk diam di sofa dengan pandangan kosong kedepan, " maafkan jika Cala merepotkan mu, terimakasih sudah mau menerima Cala sebagai adik mu, tepatilah janji mu pada Cala, aku mohon untuk tidak mengecewakan nya lagi" ucap Devi


" kau tau Dika, hidup Cala tak seindah apa yang di bayangkan orang lain, setiap orang melihat dan menyangka jika Cala hidup dengan baik, bahagia dan nyaman, karena anak itu selalu bisa menutupi kekacauan hatinya, sejak kedatangan ibu mu dulu, aku dan Raka tidak pernah baik-baik saja sampai kami bercerai, hidup kami tidak bahagia, kami melampiaskan semuanya pada pekerjaan dan mengabaikan Cala, dia selalu mencari cara agar kami memperhatikan nya tetapi kami terlalu egois dan lagi-lagi mengacuhkanya, kami hanya memanjakanya dengan uang tanpa ada yang lain, dia sempat mengatakan padaku jika dia sangat bahagia saat mengetahui memiliki seorang kakak yang artinya dia bisa mendapat perhatian, tetapi aku rasa dia tidak mendapatkan sepenuhnya, jangan menyesali apa yang sudah terjadi walau itu tidak mungkin, hanya tepatilah janji mu" jelas Devi lalu meninggalkan semua orang menuju kamar Cala dengan terisak.


" Ibu " ucap Dika lirih tanpa menahan air matanya lagi


Sarah memeluk erat anaknya itu, dia tau anaknya saat ini benar-benar merasa terpukul, ketidak ingin tahuanya dengan kehidupan adiknya yang sebelumnya membuatnya selalu mengacuhkan adiknya, bodoh bukan hanya karena ingin membalas rasa sakit hati membuatnya menutup mata dan hatinya, kenapa adiknya tidak di beri kesempatan untuk bahagia bersama orang-orang yang di cintainya ? apa ini KARMA dari perbuatan orang tua mereka dulu? hanya kata 'KENAPA ' yang selalu di gunakan jika sudah begini.


" sabarlah nak, inilah yang ibu takutkan, kita hanya dapat memiliki penyesalan" ucap Sarah


" benar kata tante Devi, kau harus menepati setiap janji mu pada adikmu, jangan lagi membuatnya kecewa" ujar Sarah lagi mengingatkan

__ADS_1


" aku malu bu " ucap Dika


" Izzan akan tinggal disini bersama oma Devi, dan adik juga akan disini, Izzan tidak mau tinggal dengan papa" ucap Izzan tiba-tiba


" nak, papa mngerti jika kau marah pada papa, tetapi papa mohon izinkan papa menjaga kalian berdua seperti janji papa pada mama kalian " sahut Gio


" paman akan menepati janji paman pada mama kalian, dimanapun kalian akan tinggal, di situ pula paman akan bersama kalian " sahut Dika


" tidak perlu Izzan dan oma sudah cukup menjaga dan merawat adik, papa dan paman sama-sama jahat, Izzan tidak mau " jawab anak kecil laki-laki yang masih menangis itu, mengingat bagaimana sulitnya ketika mama nya mencari perhatian papanya.


" tidak nak, papa akan tetap menepati janji papa pada mama mu, tak masalah jika kalian ingin tinggal disini " jawab Gio sambil berusaha memeluk anak nya yang sibuk meronta.


" papa mohon Izzan, papa mohon " mohon Gio membuat Izzan mengalah dan menatap papanya


" terimakasih, Izzan " berulang kali Gio mengucapkan kata Terimakasih pada anaknya


" berjanjilah papa tidak akan menghianati mama, Izzan tidak mau mempunyai mama tiri" pinta Izzan


" tidak papa tidak akan melakukan itu, hati papa sudah ikut bersama mama mu" jawab cepat Gio.


" baiklah, paman akan segera mengurus segala keperluan mu disini " ucap Dika dengan tegas


" apa paman juga akan ikut Izzan tinggal disini ?" tanya pada Dika

__ADS_1


" paman berhutang janji pada mama mu, jadi paman harus melunasinya" jawab Dika


" oma Sarah ?" tanya Izzan


" oma Sarah akan tinggal disini bersama oma Devi " sahut Devi yang baru saja kembali dari kamar Cala


" tapi Dev, aku tidak pan...."


" tak apa mba, mari kita perbaiki semua nya, sesuatu keinginan Cala " sahut Devi


" ba... baiklah " jawab Sarah yang merasa terharu, dulu dia begitu jahat pada Devi dengan menjadi penggangu di rumah tangganya tetapi kini Devi mau memaafkannya.


" Gio, berhentilah menangis, ingat kau masih memiliki 2 anak yang harus kau jaga, dan ini titipan dari Cala, sebelum kita kembali ke Indonesia Sonya menitipkan ini padaku, dia bilang ini titipan Cala untuk dirimu" ucap Devi sambil memberikan ssbuat kotak berwarna coklat pad menantunya.


" terimakasih bunda " ucap Gio yang di angguki oleh Devi


" lebih baik kita semua istirahat, Gio bisa tidur di kamar Cala, Dika dan mba Sarah kamar tamu sudah di siapkan, Izzan dan adiknya biar tidur dengan ku " ujar Devi yang di terima oleh semua orang, lalu mereka semua membubarkan diri, menuju kamar masing-masing


mungkin akan ada 1-2 bab lagi sebelum Tamat, maafkan aku yang sebenarnya juga sedih untuk lekas mengakhiri cerita ini, dari kerangka yang aku buat, tetapi semoga kalian mengerti dengan peraturan dan kebijakan yang ada di aplikasi ini, membuat semangat menurun, mungkin sesama author akan lebih paham, dan tidak perlu di jelaskan.


karena aku sendiri tidak suka di gantung apalagi perasaan, maka dari itu cerita ini aku selesaikan dengan sedikit cepat, dan tidak membuat teman-teman yang menyukai cerita ini penasaran.


Terimakasih untuk kalian semua yang selalu memberikan dukungan untuk ku eehh... cerita ini maksudnya 😅

__ADS_1


Tetap i love U 😘 😘 😘


__ADS_2