
hari ini Cala dengan terpaksa mengikuti bundanya untuk pergi ke salah satu butik milik Devi, untuk mulai mempelajari bisnis yang di kelola oleh Devi, sesampainya di butik Cala justru dengan asik berkeliling melihat-lihat seisi butik dan sesekali mengajak ngobrol karyawan yang ada di butik.
" selamat datang " ucap salah satu karyawan butik menyambut pelanggan yang datang, Cala mengalihkan perhatiannya dari gaun yang di perhatikan, pada sepasang kekasih yang baru saja datang dengan senyum yang terpasang pada dua orang itu, seketika membuat Cala kesal dan mencebikkan bibirnya.
" cih, mereka berdua berlebihan " gumam Cala melihat Vina yang terus bergelayut di lengan kekar Gio, dan tersenyum mengejek pada Cala yang melihat mereka.
" hai " sapa Cala dengan senyum manisnya.
" kamu ngapain disini ?" tanya Vina yang pura-pura terkejut akan kehadiran Cala, sedangkan Gio masih dengan wajah datar nya tak ingin menatap ataupun mengalihkan pandanganya pada Cala
" hanya melihat-lihat, kamu ?" jawab Cala
" kami ingin membeli gaun untuk pesta pertunangan kami minggu depan " jawab Vina dengan bangga dan sedikit sombong jangan lupakan senyuman yang terus mengejek pada Cala
Cala lagi-lagi mencebikkan bibirnya " hanya bertunangan, kenapa sebangga itu ?" tanya Cala
" ayo kita temui nyonya Devi, dan tidak perlu meladeni anak kecil ini " ajak Giio dengan tatapan tajam pada Cala yang di setujui oleh Vina, setelah maju beberapa langkah Vina menoleh kebelakang dan mengejek Cala dengan menjulurkan lidahnya.
" you Lose " ucap Vina tanpa suara hanya menggerakkan bibirnya, menatap Cala yang kesal padanya semakin membuat Vina senang.
Cala memperhatikan setiap kali Vina memilih gaun yang ada di butik, bahkan tak luput pula perhatian Cala pada Gio yang tersenyum sangat lembut pada Vina.
" andai aja senyum itu untuk aku " gumam Cala, sambil berjalan kearah pasangan kekasih itu.
__ADS_1
" apa kalian sudah menemukan gaun yang cocok ?" tanya Cala
" tentu, karna gaun yang ada di butik nyonya Devi sangat indah jadi tidak sulit untuk ku memilih yang cocok " jawab Vina
" tentu saja rancangan di butik ini pasti selalu menjadi pilihan utama pasangan kekasih " jawab Cala
" Cala jangan menggangu pelanggan bunda " ucap Devi yang baru saja ikut bergabung, membuat Vina kembali menutup mulutnya yang akan berbicara menjawab Cala
" bunda " ucap Vina terkejut, menatap Devi dan Cala bergantian
" apa kalian saling mengenal ?" tanya Deevi
" bunda dia teman baru Cala " jawab Cala sambil menunjuk Vina dengan dagunya
" benarkah, wahh baru kali ini Cala memperkenalkan temannya" ucap Devi dengan senyum lembut
" maksud kamu apa ?" tanya Devi
" hehehe Cala kamu bercanda apa sih ?" sahut Vina
" begini bunda, Cala sedang menyukai seorang pria dan sudah cukup lama, tapi dia juga menyukai pria itu dan dia mengajak cala untuk bersaing " ucap Cala dengan memberikan lirikan senyum pada Vina, " padahal dia sudah akan bertunangan, Cala merasa kasihan pada calon tunanganya " sambung Cala dengan seringaian tipis yang di tunjukkan untuk Vina
" apa yang kamu bicarakan ? kamu masih sangat kecil tidak baik membicarakan tentang cinta " jawab Devi
__ADS_1
" Ny. benar, saya dan Cala hanya sekedar bergurau " sahut Vina dengan ekspresi menahan kesal, karna ucapan Cala, Vina dapat menangkap ekspresi marah dari wajah Gio
" tentu anak ku pasti hanya bercanda, dia belum cukup mengerti tentang cinta " sahut Devi
" Cala tidak pernah bercanda tentang perasaan bunda, Cala bicara benar jika dia adalah teman sekaligus lawan Cala dalam hal urusan cinta, tapi sayang dia bermain di belakang kekasihnya " ucap Cala dengan ekspresi yang dibuat menyedihkan dan mengejek sekaligus
" maaf Ny. Devi, bisakah kami mengambil gaun yang ini ?" ucap Gio mendului Vina yang akan membuka suara.
" tentu, aku akan menyipakan ini untuk kalian, dan kalian bisa tunggu sebentar di sana " ucap Devi, sambil menunjuk sofa yang di sediakan untuk para pelanggan.
" dan kamu Cala, tolong katakan pada Ida siapkan teh dan cemilan untuk mereka " sambung Devi
" siap bunda " sahut Cala semangat, sedangkan Gio sudah lebih dulu menuju sofa yang di sediakan dalam butik meninggalkan Cala dan Vina.
" kamu sengajakan ngomong gitu tadi di hadapan Gio, kamu memulai perang sama aku ?" tanya Vina
" hai, bukan kah kita berteman ? dan setauku jika berteman harus saling mengingatkan, kamu yang mengatakan akan melawan ku saat di salon " jawab Cala
" bagus, jangan berpikir jika Gio akan terpengaruh dengan ucapan mu, dan ku pastikan jika aku akan menjaga milik ku " sahut Vina
" baiklah aku menantikan, pembalasan mu kali ini " ucap Cala sambil berjalan meninggalkan Vina dan senyum mengejek, Bina menghentakkan kakinya berjalan menuju sofa yang diduduki oleh Gio
*****
__ADS_1
hai, teman-teman terimakasih karna sudah mampir di cerita ini, ayo dukung aku dengan like dan coment, juga jangan lupa untuk memberikan cerita ini vote ya, agar aku selalu semangat untuk menulis dan untuk kalian.
satu lagi ❤ kalian harus berwarna merah seperti ini, agar kalian selalu bisa mengetahui up terbaru dari cerita ini.