Lightning Dragon Knight

Lightning Dragon Knight
(Arc 1 : Increase Power) Chapter 1 : Lightning Dragon


__ADS_3

Trang... Trang...


Pertarungan antara 3 pemuda melawan 1 pemuda terjadi diatas tebing. Tiga pemuda itu cukup kesulitan untuk melawan satu pemuda yang sudah hampir mencapai batasnya. Pakaian yang compang-camping, pedang yang hampir patah dan tenaga yang sudah terkuras membuat pemuda yang diserbu itu semakin lemah.


"Kenapa kalian menuruti perintah raja menjijikkan itu?" tanya pemuda yang diserang.


"Hahaha... Raja bilang akan memberi kami kekayaan dan kekuasaan. Tentu saja kami harus menurutinya," jawab salah satu dari tiga pemuda.


"Benar, dia akan memberi kami kekuasaan setelah kami membunuhmu," sambut yang lain.


"Harusnya kau tutup mulut saja dan karirmu akan semakin cemerlang," sahut yang lain.


"Cih, kalian meuruti orang rendahan sepertinya. Berarti kalian lebih rendah darinya," ucap pemuda itu.


"Berhentilah, Rai. Kau tidak akan bisa mengalahkan kami," ucap salah satu pemuda.


"Tidak akan." pemuda yang bernama Rai itu kemudian melompat kebelakang lalu mengangkat pedangnya sembari mengucapkan sebuah jurus, "Sambaran Petir Ungu!"


Bersamaan dengan itu, Rai mengayunkan pedangnya secara vertikal. Dari langit, tiba-tiba muncul puluhan petir berwarna ungu yang menyambar 3 pemuda itu.


Blaaarrrr... Duaaarrr...


Ledakan terjadi setelah petir ungu menyambar ketiga pemuda itu. Rai jatuh berlutut. Serangan itu menghabiskan seluruh simpanan energinya.


"Hah... Hah... Hah... Aku menghabiskan seluruh energi alamku untuk serangan itu. Semoga saja berhasil," ucap Rai.


Kepulan debu yang sebelumnya membumbung tinggi, kini perlahan menghilang. Tampak 3 orang sedang berdiri tegak tanpa luka sedikit pun.


"Tidak mungkin," ucap Rai terkejut.


"Hahaha... Rai, apa kau begitu bodoh untuk menyerang teman-temanmu ini dengan jurus yang kau ajarkan pada kami," ucap salah satu dari 3 orang itu.


"Apakah kau lupa? Kau mengajarkan jurus itu kepada kami saat kita masih menjadi murid dari sekte Petir Suci," sahut yang lain.


"Benar. Kau mengajarkan kami jurus itu, tentunya kau juga mengajarkan kami bagaimana cara menangkalnya, bukan?" sahut yang lain.


"Huh, seharusnya aku tidak mengajarkan jurus ini kepada kalian, jika tahu akhirnya seperti ini," ucap Rai yang menyesali perbuatannya dalam mengajarkan jurus itu kepada mereka.


"Sudahlah, lebih baik kita akhiri." salah satu dari 3 orang kemudian memusakan energi alamnya ke jari telunjuknya. Jari itu bersinar sebentar lalu menembakkan cahaya itu.


"Lightning Shoot!"


Zyuut... Bamm...


Serangan itu mengenai dada Rai. Setelah itu, muncul sebuah bayangan berwarna emas dari dalam dada Rai kemudian hancur berkeping-keping. Rai memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya begitu bayangan tadi hancur.


"Hahaha... Kultivasimu sudah hancur. Sekarang giliran kematian yang akan mendatangimu," orang itu kemudian berjalan mendekati Rai dan mencengkeram lehernya.


Dengan wajah yang terlihat senang, pria itu langsung melemparkan tubuh Rai. Tubuhnya yang lemah membuat Rai tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah ketika tubuhnya terjun bebas dari atas tebing.


"Leo, apakah dia sudah mati?" tanya salah satu pemuda.


"Tentu. Walaupun tidak mati disini, tapi dia sudah bisa dipastikan mati didalam Hutan Kabut Berdarah," jawab orang yang dipanggil Leo itu.


"Leo benar, Aslan. Di Hutan Kabut Berdarah, dipenuhi oleh Hell Beast. Semua orang yang pernah memasuki hutan itu tidak ada yang pernah kembali," ucap seorang lainnya.


"Yah, kau benar, Gurion. Sebaiknya kita kembali untuk mengambil hadiah kita," ajak pemuda bernama Aslan itu.


***


Sudah beberapa menit berlalu setelah Rai terjun bebas dari tebing. Kini dirinya masih terjun dan dalam keadaan setengah sadar. Dia berusaha untuk mempertahankan kesadarannya agar bisa melarikan diri ketika berhadapan dengan Hell Beast.


Sudah hampir 20 menit dirinya terjatuh. Dan selama itu pula dirinya masih belum mendarat juga. Walaupun sudah memasuki wilayah Hutan Kabut Berdarah.

__ADS_1


Kenapa dinamakan begitu? Karena hutan ini dihuni oleh Hell Beast yang terkenal kejam. Walaupun ada beberapa ekor Heaven Beast, tapi jumlah mereka tidak banyak. Dan mereka lebih suka bersembunyi daripada menampakkan diri.


Krasak... Krasak...


Bruk... Bug...


"Arghh..." Rai mengerang kesakitan setelah tubuhnya menabrak ranting-ranting kecil dan mendarat dengan kasar.


Tubuhnya hampir tidak bisa digerakkan kecuali tangannya. Dia kemudian menyeret tubuhnya untuk memasuki gua yang berada tak jauh dari lokasi tubuhnya mendarat.


Setelah perjuangan keras selama beberapa menit, akhirnya Rai berhasil membawa tubuhnya memasuki gua. Dia sempat berpikir untuk menyembuhkan luka-lukanya didalam gua itu. Namun, seekor naga raksasa telah menanti kedatangannya.


"Selamat datang, manusia..." ucap naga itu menyeringai menunjukkan taring-taringnya.


'Lightning Dragon. Heaven Beast tingkat King tahap Biru. Jika saja aku tidak kehilangan kultivasiku, akan mudah bagiku untuk mengalahkannya," batin Rai.


Naga itu adalah Lightning Dragon. Naga tingkat tinggi yang sangat sulit dikalahkan. Dengan sisik berwarna ungu dan tanduk berwarna hitam yang terus memancarkan energi petir, membuatnya terlihat seperti penguasa dunia yang bisa melakukan apapun.


"Setelah sekian lama, akhirnya kau datang juga. Manusia yang dipilih master untuk menjadi tuanku selanjutnya. Tuan Rai Tanaka," ucap Lightning Dragon.


Mendengar ucapan itu, membuat Rai sedikit kebingungan. Dia bertanya-tanya, sejak kapan dia menjadi tuannya dan bagaimana dia bisa mengetahui namanya? Karena bingung dan penasaran, akhirnya Rai bertanya kepada naga itu.


Lightning Dragon adalah salah satu dari 5 naga terkuat atau yang biasa disebut sebagai 'Five Strongest Dragons'. Lima naga itu adalah Fire Dragon, Ice Dragon, Darkness Dragon, Light Dragon dan Lightning Dragon. Mereka terkenal akan kekuatan dan kebijaksanaan mereka dalam mengatasi berbagai masalah.


Walaupun begitu, mereka tetap tunduk pada satu orang yang bernama Master Siegfried. Dia adalah orang yang melatih kelima naga itu. Master Siegfried terkenal akan kekuatannya, sifat baiknya, kedermawanannya dan kebijaksanaannya. Sifat inilah yang akhirnya menurun pada kelima naga ini.


Namun, Master Siegfried juga memiliki musuh. Yaitu, Raja Iblis Lucifer. Lucifer berencana untuk membunuh Master Siegfried dan mengambil kekuatan lima naga. Tentu saja Master Siegfried menentangnya hingga terjadi pertarungan antar Master Siegfried melawan Raja Iblis Lucifer.


Singkat cerita, Master Siegfried terluka parah saat menghadapi Lucifer. Melihat masternya terluka, tentu lima naga itu tidak terima dan maju menghadapi Lucifer.


Hingga akhirnya, mereka berlima juga ikut terluka parah, begitu juga dengan Lucifer. Walaupun terluka, Lucifer juga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.


Melihat Lucifer mendekat, tentu saja Master Siegfried dan kelima naganya tidak tinggal diam. Mereka juga bergerak untuk menahan Lucifer. Namun, mereka tidak mengizinkan Lightning Dragon untuk bertarung.


Mereka ingin ada yang tersisa dari mereka dan membalaskan dendam mereka. Tentu saja Lightning Dragon tidak terima dan memaksa untuk ikut bertarung. Namun, perkataan Master Siegfried membuatnya menuruti permintaan itu.


Lightning Dragon akhirnya menuruti permintaan mereka dan pergi kesuatu tempat yang jauh. Dia mengalihkan pandangannya kearah masternya dan keempat saudaranya yang gugur akibat ledakan besar yang terjadi saat berusaha menyegel Lucifer.


Hingga ribuan tahun setelahnya, Lightning Dragon masih setia menunggu satu orang yang bernama Rai Tanaka itu.


"Tunggu. Jika Master Siegfried sudah meramalku untuk menjadi tuanmu, dia pasti juga tahu kalau aku tidak lagi memiliki kultivasi," ucap Rai.


"Benar. Oleh karena itu, Master Siegfried memberiku ini," tiba-tiba saja, muncul 10 pil berwarna putih seperti mutiara dan sebuah kristal berwarna emas, "Ini adalah Kristal Naga dan 10 Pil Mutiara Naga. Dengan ini, kau bisa menjadi kultivator lagi dan kau juga secara otomatis menjadi tuanku."


"Begitu, baiklah. Tapi, apakah kau punya cara untuk menyembuhkan luka-lukaku?" tanya Rai.


"Tenang saja. Setelah kau menyerap Kristal Naga, luka-lukamu akan sembuh dan meridianmu akan kembali seperti semula," ucap Lightning Dragon.


"Oh, begitu. Baiklah, terima kasih untuk semua ini," ucap Rai kemudian memaksakan diri untuk duduk bersila.


"Kau harus menyerap Kristal Naga terlebih dahulu untuk memulihkan meridianmu. Lalu seraplah 1 Pil Mutiara Naga ini. Pil Mutiara Naga ini setidaknya bisa membuatmu naik 1-2 tingkat. Tapi, kau hanya bisa menyerapnya 1 butir setiap tujuh hari. Mengerti?" jelas Lightning Dragon.


"Baiklah. Emm... Apa kau punya nama?" tanya Rai.


"Setahuku belum. Karena Master Siegfried hanya memanggilku Lightning Dragon. Kau bisa memanggilku apa saja," jawab Lightning Dargon.


"Bagaimana dengan Raiden? Apakah kau suka?" tanya Rai.


"Raiden, ya? Baiklah, kau bisa memanggilku Raiden," jawab Raiden.


...****************...


(Tingkatan Kultivasi :

__ADS_1


1. Mortal Warrior


2. Immortal Warrior


3. Mortal General


4. Immortal General


5. Mortal King


6. Immortal King


7. Mortal Emperor


8. Immortal Emperor


9. Holy Emperor


10. Semi-God


11. God)


(Setiap tingkatan memiliki 7 tahap, yaitu :


1. Beginner


2. Junior


3. Senior


4. Professional


5. Master


6. Grand Master


7. Legend)


(Tingkat kultivasi untuk Hell Beast dan Heaven Beast :


1. Mortal


2. Immortal


3. General


4. King


5. Emperor


6. Beast God)


(Setiap tingkat kultivasi untuk Hell Beast dan Heaven Beast memiliki 7 tahap, yaitu :


1. Putih


2. Kuning


3. Biru


4. Merah


5. Ungu

__ADS_1


6. Hitam


7. Emas)


__ADS_2