Lightning Dragon Knight

Lightning Dragon Knight
Chapter 52 : Pertarungan Antar Semi-God (Arc 2 : End)


__ADS_3

"Begitukah? Kalian ingin melawanku dengan kekuatan kalian yang seperti itu?" tanya Pangeran Charlie dengan nada dan tatapan yang merendahkan.


"Hmph! Pendekar sombong! Lebih baik kau tunjukkan kultivasimu yang sesungguhnya!" ucap Raiden.


Pangeran Charlie tersenyum, "Baiklah! Kau yang meminta!"


Wuung... Wuung...


Klang... Klang... Klang...


Swush...


Suara dengungan, mekanis mesin dan hembusan angin, terdengar di sekitar tubuh Pangeran Charlie. Disusul dengan meningkatnya kultivasi Pangeran Charlie menjadi Semi-God tahap Beginner.


"Lihat, kekuatanku jauh di atas kalian!" ucap Pangeran Charlie dengan tatapan merendahkan.


"Hahahaha... Hanya Semi-God tahap Beginner? Sepertinya aku terlalu berharap lebih!" ucap Rai yang tak bisa menahan tawanya.


"Dasar orang rendahan! Hanya Immortal Emperor tahap Master saja sudah berlagak kuat! Kuhajar baru tahu rasa kau!" ujar Pangeran Charlie geram.


"Oh, aku lupa? Raiden, sebaiknya kita juga menunjukkan kultivasi kita yang asli untuk menghormati Pangeran Charlie!" ajak Rai yang disanggupi oleh Raiden.


Wuung... Wuung...


Klang... Klang... Klang...


Swush... Swush...


Setelah suara-suara aneh itu, kuktivasi Rai dan Raiden langsung meningkat drastis, atau lebih tepatnya kembali ke kultivasi semula, yaitu Semi-God tahap Legend dan Semi-God tahap Junior.


Hal ini tentu membuat Pangeran Charlie dan seluruh orang yang hadir menjadi ternganga. Pasalnya, seorang pria yang masih sangat muda telah berhasil menembus tingkat Semi-God.


"I-ini... Tidak mungkin! Kau masih begitu muda tapi sudah mencapai tingkat Semi-God, bagaimana mungkin? Apa kau memiliki sebuah rahasia agar bisa meningkatkan kultivasi dengan cepat?" tanya Pangeran Charlie dengan gugup.


"Rahasia? Mm... Sepertinya tidak ada! Aku hanya mendapat bantuan dari sebuah Heaven Beast!" jawab Rai enteng.


"Heaven Beast? Apa kau bercanda? Tidak ada Heaven Beast di dunia kita ini! Heaven Beast hanya muncul di dunia yang lebih suci dan tinggi tingkatnya!" ucap Pangeran Charlie tidak percaya.


"Benar-benar orang yang keras kepala! Baiklah! Kalau kau tidak percaya, kita bisa taruhan!" ujar Rai mengajak Pangeran Charlie taruhan.


"Taruhan apa yang kau maksud?"


"Begini, kalau aku kalah, aku akan memberitahumu tentang Heaven Beast yang aku maksud! Tapi, jika aku menang, kau harus mengizinkan Alvarez untuk ikut bersama kami!" ucap Rai yang tentu membuat Alvarez terkejut dengan perkataannya.


"Hmm... Baiklah!" jawab Pangeran Charlie setalah berpikir sesaat, "Ayah! Tolong buatkan lagi formasi pelindung yang lebih tebal, agar pertarungan kami tidak memberikan dampak kepada para penonton!"


Raja Charles mengangguk tanda menyanggupi permintaan anaknya dan langsung membuat 50 formasi pelindung yang lebih tebal.


"Ok, kita bisa mulai pertandingannya!" ucap Pangeran Charlie.


"Kita bisa mulai dalam, 3... 2... 1..."


Swush...


Trang... Trang...


Pertarungan antara Rai dan Pangeran Charlie pun diawali dengan adu pedang yang berjalan sengit. Lalu diikuti dengan pertarungan udara yang memukau penonton.


Raiden yang memilih untuk tidak ikut ambil bagian pada pertarungan kali ini, menyaksikan duel yang sengit dengan santai dan ditemani oleh seteko teh.


***


"Auman Monster Neraka!"


Swosh...


"GROOOAAAHHH!!!"


Sebuah serangan berupa auman monster yang memekakan telinga, dilepaskan oleh Pangeran Charlie. Auman itu menghasilkan sejumlah gelombang energi yang membuat pergerakan Rai sedikit tertahan.


"Delapan Belas Tebasan Dewa Petir!"


Rai melakukan delapan belas tebasan penuh energi petir dengan sangat cepat dan langsung melepaskannya ke arah Pangeran Charlie.


Mendapat serangan yang begitu banyak membuat Pangeran Charlie sedikit kelabakan. Ia berusaha menepis serangan-serangan yang datang padanya.


Namun sayang, ia tidak berhasil menepis semuanya dan membuat beberapa serangan mendarat mulus di tubuhnya.


"Argh... Ini cukup sakit," gumamnya.


"Tebasan Monster Kraken!"

__ADS_1


Pangeran Charles mengangkat tinggi Pedang Bayangan Monster dengan satu tangan. Ia lalu menebaskan pedangnya ke arah Rai setelah muncul delapan tentakel Kraken dari bilah pedangnya.


Kedelapan tentakel itu bergerak liar saat meluncur bebas menuju Rai yang siap memotong kedelapan tentakel itu.


Slash... Slash... Slash... Slash...


Slash... Slash... Slash... Slash...


Rai menebas delapan tentakel Kraken yang muncul dari Pedang Bayangan Hitam dengan cepat dan seketika membuyarkan serangan Pangeran Charlie.


Mendapati serangannya gagal, Pangeran Charlie hanya bisa menggertakkan giginya. Ia lalu menancapkan Pedang Bayangan Hitam yang dipegangnya ke lantai arena seraya mengucapkan sesuatu yang membuat Rai siaga.


"Segel Monster : Terbuka!"


Pusaran angin kencang, muncul di sekitar Pangeran Charlie bertepatan dengan terbukanya segel monster yang ada pada Pedang Bayangan Monster.


"Monster yang lahir dari api neraka! Hidup di tanah terendah! Memakan segala sesuatu yang ada di sekitarnya! Bertahan hidup dari kerasnya badai kehidupan! Kini aku memanggilmu! HELLFIRE!!!"


Setelah Pangeran Charlie mengucapkan kata-kata itu, sebuah retakan muncul di sekitar Pedang Bayangan Hitam. Retakan itu memancarkan sinar merah terang yang menyilaukan mata.


Setelah beberapa detik, retakan itu membesar menjadi sebuah lembah kecil yang muat dimasuki oleh seorang laki-laki dewasa.


Srak... Srak...


Tiba-tiba, sebuah suara aneh terdengar dari dalam lembah kecil itu. Tak lama kemudian, seekor monster aneh berwarna merah kehitaman, muncul dari dalam lembah itu.


Monster aneh yang dipanggil Hellfire oleh Pangeran Charlie itu, memiliki 2 kaki dan 2 tangan layaknya manusia. Namun, ia menggunakannya dengan merangkak layaknya hewan berkaki 4.


Hellfire memiliki mata sinar berwarna merah dengan gigi yang tajam dan mulut yang menyeringai. Hellfire juga mengenakan sebuah penutup kepala hitam yang menutupi wajah mengerikannya.


'Monster jenis apa ini? Kenapa tidak ada klasifikasi yang cocok dengannya?' batin Rai yang merasa kebingungan dengan Hellfire.


"Hellfire! Serang dia!" perintah Pangeran Charlie.


Mendapat perintah dari tuannya, Hellfire langsung menempatkan dirinya dalam posisi siap menyerang. Lalu, dengan sebuah lompatan tinggi, ia menyemburkan cairan lava panas kepada Rai.


Dengan kesadaran dan reflek yang tepat, Rai berhasil menghindari lava panas itu yang kini mulai melelehkan lantai arena.


'Ini sangat panas. Jika saja tadi aku terkena serangannya, sudah dipastikan aku akan musnah,' batin Rai sambil melihat punggung tangan kirinya yang sedikit melepuh.


Dug... Buagh...


'Cepat sekali. Aku tidak boleh lengah,'


Hellfire yang menjadi dalang serangan dadakan tadi, menampilkan seringai mengerikannya kepada Rai sebelum merubah dirinya menjadi bayangan.


Rai terkejut dengan hilangnya Hellfire secara mendadak. Namun, keterkejutan itu tidak bertahan lama. Pasalnya, Rai langsung direpotkan dengan serangan tak terlihat yang menyasar dirinya.


"Argh... Tidak bisa begini, aku harus dapat mendeteksi keberadaannya," Rai memejamkan matanya selama beberapa detik sebelum membukanya kembali dalam mode Mata Dewa tingkat 2.


Rai terus menggerakkan bola matanya ke kanan dan ke kiri dengan cepat agar mengetahui dimana letak musuhnya.


Setelah beberapa menit, Rai akhirnya berhasil mengetahui dimana musuh yang menyerangnya secara diam-diam.


"Hehe... Kena kau!"


Rai mengangkat Sky Lightning Sword ke atas kepalanya sembari mengucapkan, "Pancaran Petir Langit!"


Bzzzt... BLAAAZZZTTT...


DUARRR...


Duk... Duk... Duk...


Poff...


Sambaran petir langit dari bilah Sky Lightning Sword berhasil mengenai Hellfire yang bersembunyi dalam bayangan Rai dan langsung membuatnya menghilang seketika.


"Apa? Tidak mungkin! Hellfire dikalahkan dengan mudah olehnya?" ucap Pangeran Charlie tidak percaya.


"Sepertinya sudah waktunya untuk anda turun tangan, Pangeran Charlie!" ucap Rai.


Merasa mendapat tantangan, Pangeran Charlie langsung bersiap untuk menyerang menggunakan mode terkuat yang ia miliki.


"Bangkitlah! Raja Monster!"


Pangeran Charlie menancapkan Pedang Bayangan Monster miliknya seraya menyalurkan energi alam ke dalam pedang itu. Seketika, aura hitam nan kuat menyelimuti pedang itu.


Tak lama berselang, tubuh Pangeran Charlie tiba-tiba ditutupi oleh armor hitam yang terbuat dari kulit wyvern. Sebuah bayangan wyvern hitam juga muncul di belakang tubuh Pangeran Charlie dengan wajah menyeramkan.


"Mode Raja Monster : Black Fire Wyvern!"

__ADS_1


Penampilan Pangeran Charlie kini telah berubah menjadi lebih menyeramkan. Dengan armor kulit wyvern yang tebal serta api hitam yang menyelimuti tubuhnya, membuatnya menjadi pendekar yang tangguh.


"Oh, Mode Raja Monster! Menarik! Kebetulan sekali aku juga punya yang hampir mirip seperti itu!" ucap Rai memberi tanggapan.


"Benarkah? Tunjukkan! Aku ingin melihatnya!" ucap Pangeran Charlie.


Rai mengangguk lalu memejamkan matanya dan memusatkan konsentrasinya. Perlahan, tubuh Rai mulai melayang dengan rambut yang berdiri.


Kemudian, muncul aliran petir ungu yang mulai menyelimuti seluruh tubuhnya. Disusul dengan aura yang sangat kuat serta tanda petir bersayap di dahinya.


Rai lalu membuka matanya perlahan. Tampak iris matanya berubah warna menjadi ungu terang dengan sedikit aliran petir yang muncul di ujung matanya.


"Tubuh Dewa Petir! Aktif!"


Semua orang yang ada di sana terpana dengan penampilan baru Rai. Tidak terkecuali Raiden yang seperti melihat titisan dewa petir.


"Wow... Itu sangat bagus!" puji Pangeran Charlie.


"Terima kasih, Pangeran! Bisa kita mulai pertarungannya?" tanya Rai yang ditanggapi dengan anggukan oleh Pangeran Charlie.


Swush...


"Hantaman Wyvern!"


"Sinar Dewa Petir!"


Pedang Bayangan Monster yang telah dilapisi dengan aura Black Fire Wyvern, bertabrakan dengan sinar pedang berbentuk sabit yang telah dilapisi dengan petir ungu.


Alhasil, terciptalah suara dentuman yang sangat keras hingga menciptakan gelombang kejut yang menerbangkan puing-puing arena dan teko teh milik Raiden.


"Sayang sekali, padahal masih ada teh di dalam teko itu. Sudahlah, ganti arak saja kalau begitu," gumam Raiden seraya mengeluarkan sebotol arak.


***


"Bayangan Raja Monster!"


Pangeran Charlie menciptakan bayangan Black Fire Wyvern menggunakan aura wyvern yang dimilikinya. Dengan api hitam yang menyala-nyala, bayangan Black Fire Wyvern itu meluncur menuju Rai dengan cepat.


"Naga Petir Ungu!"


Rai menciptakan seekor naga dari petir ungu yang menyelimuti tubuhnya. Ia lalu melepaskan naga itu ke arah bayangan Black Fire Wyvern untuk beradu kekuatan.


"GROOOAAAHHH!!!"


"GROOOAAAHHH!!!"


Kedua makhluk yang masih bersaudara itu bertarung di udara menggunakan kekuatan masing-masing.


Mereka bertarung dengan cara saling menggigit, melilit dan menyemburkan nafas masing-masing.


Setelah pertarungan singkat yang berjalan selama kurang lebih 10 menit, perang saudara itu pun akhirnya berakhir dengan kemenangan untuk Naga Petir Ungu.


Merasa lawannya sudah kalah, Naga Petir Ungu berhenti sejenak sembari melihat dan mencari siapa targetnya selanjutnya.


Namun, tatapan Naga Petir Ungu terkunci pada satu orang, yaitu Pangeran Charlie. Tanpa pikir panjang, Naga Petir Ungu meluncur bebas menuju Pangeran Charlie yang juga sedang menatap dirinya.


Dengan sikap siaga, Pangeran Charlie menatap tajam Naga Petir Ungu yang semakin dekat dengannya.


DUARRR...


Suara dentuman kembali terdengar untuk ke sekian kalinya setelah Pangeran Charlie memutuskan untuk menebas Naga Petir Ungu yang melaju ke arahnya.


Kepulan asap kembali tercipta di sekitar Pangeran Charlie hingga membuatnya tidak bisa melihat apa-apa.


"Lightning Shoot!"


Rai menembakkan sinar petir dari jari telunjuknya ke arah Pangeran Charlie yang pertahanannya terbuka sangat lebar.


Bang... Dug...


"Uhuk... Uhuk... Dasar! Menggunakan tipu muslihat!" ucap Pangeran Charlie jengkel.


"Maaf jika aku harus menggunakan tipu muslihat, Pangeran Charlie!" ucap Rai seraya membungkukkan badannya. Kini ia telah kembali ke wujud semulanya.


"Tidak apa-apa! Aku cukup menikmati pertarungan tadi! Dan untuk taruhan kita tadi, akan kukabulkan! Alvarez dan orang yang kau panggil Raiden itu boleh ikut denganmu!" ucap Pangeran Charlir yang membuat Rai sedikit mengangkat alisnya.


"Tapi, Pangeran—"


"Aku tahu dia datang bersamamu! Jadi, kalian boleh pergi bersama!" ucap Pangeran Charlie menjelaskan.


"Selain itu, aku juga tahu jika dia bukan orang sembarangan," bisik Pangeran Charlie yang membuat Rai tersenyum lebar.

__ADS_1


__ADS_2