
Rai masih terus terbang diatas Hutan Kabut Berdarah. Dia mengikuti arahan dari Raiden agar sampai disuatu kota yang jauh dari Hutan Kabut Berdarah.
"Raiden, hutan ini sangat luas. Apa kau benar-benar tahu dimana kota itu?" tanya Rai kepada Raiden.
"Apa kau meragukanku?" tanya Raiden balik.
"Ya, sedikit," jawab Rai.
"Begini, aku dapat mengetahui letak kota itu karena aku bisa merasakan kepingan kekuatanku yang pernah aku tinggalkan disana ratusan tahun lalu," ucap Raiden.
"Kepingan kekuatan?"
"Ya. Aku dulu pernah meninggalkan sebuah pedang berwarna biru disuatu tempat didekat kota itu. Pedang biru itu sebenarnya adalah replika dari Sky Lightning Sword. Pedang itu juga berada ditingkat Surga," ujar Raiden.
"Oh, begitu. Apakah Holy Ice Sword yang kau berikan itu juga replika?" tanya Rai.
"Iya. Pedang itu adalah replika dari pedang es milik Ice Dragon yang bernama Heaven Ice Sword. Walaupun Holy Ice Sword adalah replika dari salah satu senjata tingkat Dewa, tapi pedang itu juga bisa hancur, kau mengerti?" tanya Raiden.
"Ya, aku mengerti. Ayahku dulu juga pernah mengajariku tentang senjata dan tingkatannya," ucap Rai.
Mereka berdua diam selama sisa perjalanan. Tidak ada suara percakapan antara keduanya, kecuali arahan dari Raiden.
***
3 hari kemudian,
Setelah perjalanan selama tiga hari, Rai akhirnya sampai disebuah kota yang cukup besar. Dia memutuskan untuk turun sedikit jauh dari gerbang kota agar bisa menyiapkan segala keperluannya.
"Raiden, apa kau punya sebuah topeng?" tanya Rai.
"Kelihatannya sih, punya. Coba kau lihat dicincin penyimpananmu, aku pernah menaruh sebuah topeng disana," jawab Raiden.
Rai langsung memeriksa cincin penyimpanannya. Dan benar saja, dia menemukan sebuah topeng diantara tumpukan harta. Dia mengeluarkan topeng itu dari cincin penyimpanan dan mulai memakainya.
Topeng itu hanya menutupi separuh wajahnya saja, yaitu mata dan hidung. Walaupun begitu, tapi topeng itu sudah cukup untuk menyembunyikan identitas Rai yang sebenarnya.
"Sebaiknya kau juga memakai jubah dari Lightning Dragon War Set. Jubah itu bisa menutupi aura dan tingkat kultivasimu," saran Raiden.
Rai mengikuti ucapan Raiden dan mengeluarkan jubah berwarna biru itu. Setelah semua persiapan selesai, Rai segera menuju gerbang untuk bisa masuk kedalam kota itu.
Tak butuh waktu lama untuk Rai bisa memasuki kota yang bernama Kota Petir itu. Dia hanya perlu membayar 20 Mutiara Perunggu agar bisa masuk ke kota itu.
"Raiden, apa kau yakin tidak ada yang mengetahui namaku?" tanya Rai.
__ADS_1
"Seharusnya tidak. Karena kota ini jauh dari wilayah tempatmu jatuh dulu," jawab Raiden.
Rai hanya mengangguk dan kembali melanjutkan jalan-jalannya. Tapi, langkah kaki Rai terhenti setelah melihat keramaian yang ada didalam sebuah sekte.
Karena penasaran, Rai akhirnya berjalan mendekati penjaga gerbang sekte dan bertanya kepada mereka.
"Permisi, tuan!" ucap Rai.
"Ada acara apa didalam sana? Sampai-sampai bisa membuat keramaian seperti itu," lanjut Rai.
"Kau sepertinya bukan dari sini, ya? Baiklah, akan aku jelaskan. Ini adalah sekte Naga Petir. Sekte ini selalu mengadakan ujian untuk memilih para calon pendekar terbaik yang nantinya akan bergabung dengan mereka," jawab salah satu penjaga.
"Selain itu, empat peserta yang lolos sampai ketahap semifinal, akan mendapatkan kesempatan untuk bisa dijadikan murid oleh pemimpin sekte," penjaga yang lain menimpali.
"Oh, begitu. Terima kasih informasinya, tuan!" ucap Rai berterima kasih.
"Sama-sama. Jika kau ingin informasi lengkapnya, kau bisa melihat dinding informasi disana," ucap salah satu penjaga sambil menunjuk sebuah dinding yang dipenuhi oleh tempelan kertas informasi.
Rai berjalan menuju dinding informasi itu dan membaca salah satu poster yang ada disana. Setelah selesai membaca, Rai hendak pergi dari tempat itu dan mencari sebuah penginapan. Tapi, Raiden langsung menghentikannya saat itu juga.
"Rai, tunggu!" ucap Raiden melalui telepati.
"Ada apa, Raiden?" tanya Rai.
"Baiklah, aku akan ikut!" ucap Rai kemudian masuk kedalam sekte untuk melakukan pendaftaran.
Tidak butuh waktu lama untuk Rai menemukan tempat pendaftaran itu. Namun, antrian panjang membuat Rai harus menunggu lebih lama.
***
Setelah menunggu selama tiga jam, kini giliran Rai mendaftar. Dengan langkah sedikit gontai, Rai berjalan menuju pos pendaftaran itu.
"Selamat datang, tuan! Apa anda ingin mendaftar?" tanya penjaga pos pendaftaran yang merupakan seorang wanita.
"Iya!" jawab Rai.
"Baiklah! Siapa nama anda, tuan? Berapa umur anda? Dan ada ditingkat apa anda sekarang?" tanya wanita itu.
"Namaku Rai Tanaka. Umurku sekitar 18 tahun. Dan aku berada ditingkat... Mortal General tahap Master!" jawab Rai.
"Baik, tuan!" ucap wanita itu kemudian menulis semua informasi yang diucapkan Rai dan memberikan selembar kertas kepada Rai, "Ini, tuan! Anda harus membawanya saat ujian yang akan dilaksanakan dua hari lagi. Anda mengerti, tuan?"
"Ya, aku mengerti. Terima kasih! Oh, iya. Apakah boleh memakai topeng dan jubah saat ujian?" tanya Rai.
__ADS_1
"Boleh memakai jubah. Sedangkan, untuk topeng... Sebenarnya boleh, tapi tidak boleh memakai topeng yang menutupi seluruh wajah," jelas wanita itu.
"Baiklah, terima kasih!" ucap Rai kemudian pergi dari tempat itu.
***
Setelah hampir setengah jam, akhirnya Rai menemukan sebuah penginapan yang tak terlalu mewah. Dia kemudian masuk dan memesan satu kamar untuk dirinya sendiri.
"Selamat datang, tuan! Apakah anda ingin memesan kamar? Atau hanya ingin makan?" tanya petugas resepsionis.
"Aku ingin memesan kamar untuk satu orang," jawab Rai.
"Baiklah, tuan. Biayanya 35 Mutiara Perunggu. Dan ini kunci anda," ucap petugas itu seraya memberikan sebuah kunci kepada Rai.
Rai mengeluarkan sejumlah Mutiara Perunggu dan memberikannya kepada petugas itu. Setelah itu, Rai mengambil kuncinya dan naik ke lantai atas yang merupakan tempat menginap. Dia kemudian bermeditasi agar bisa berlatih bersama Raiden diruang jiwa miliknya.
"Raiden, apa jubah biru yang aku kenakan itu bisa mengubah tingkat kultivasi sesuai keinginanku?" tanya Rai begitu telah masuk kedalam Ruang Jiwa.
"Bisa. Tapi, kau harus membangkitkan darah naga yang ada didalam dirimu terlebih dahulu," jawab Raiden.
"Ck, apa tidak ada cara lain?" tanya Rai kecewa.
"Kau harus meneteskan darahmu dan mengalirkan energi alammu selama kau memakainya," jawab Raiden.
"Nah, itu lebih baik. Tunggu, kau tadi bilang 'darah naga didalam diriku'?" tanya Rai heran.
"Benar, didalam dirimu ada darah naga. Darah naga adalah darah khusus yang dimiliki oleh naga. Bisa memperkuat fisik dan memperbanyak energi alam," tukas Raiden.
"Tapi, ada juga darah naga yang bisa dimiliki manusia. Darah itu adalah darah dari Five Strongest Dragon. Biasanya orang yang memiliki darah naga adalah keturunan dari Five Strongest Dragon. Namun, ada juga yang memiliki darah naga akibat terikat oleh takdir," lanjut Raiden.
"Dan untuk kasusmu ini, kau memiliki darah naga karena kau terikat oleh takdir. Sedangkan, darah naga yang mengalir ditubuhmu adalah darahku, Lightning Dragon," tutup Raiden.
"Oh, begitu. Baiklah, kalau sudah selesai ayo kita latihan," ajak Rai.
...****************...
(Alat pembayaran :
- Mutiara Perunggu
- Mutiara Perak
- Mutiara Emas)
__ADS_1
Satu Mutiara Perak setara dengan 100 Mutiara Perunggu. Sedangkan, satu Mutiara Emas juga setara dengan 100 Mutiara Perak.