
...(Pasukan Amphiptere)...
"Teknik Pedang : Pembalik Serangan, Lepas!" ucap Rai.
Rai mengayunkan pedang katana yang bersinar itu kearah kerumunan Amphiptere itu. Sinar biru itu, melesat cepat kearah pasukan Amphiptere hingga menimbulkan beberapa ledakan yang membuat pertahanan pasukan Amphiptere hancur. Beberapa diantara mereka bahkan ada yang tewas akibat serangan itu.
Walaupun tidak menggunakan energi alam, tapi teknik pedang yang digunakan Rai ini, mampu mengembalikan serangan yang diserap kembali ke pemiliknya dengan daya serang yang sama kuatnya.
Hal ini pula 'lah yang membuat Rai percaya diri ketika menghadapi pasukan Amphiptere yang mengepung dirinya. Selain itu, perbedaan kekuatan antara Rai dan pasukan Amphiptere itu, juga menjadi salah satu faktor yang membuat Rai percaya diri.
"GROOOAAAHHH!!!"
"Cih, hanya beast tingkat King tahap Ungu saja ingin melawanku? Jangan harap!" ucap Rai kemudian berlari kearah seekor Amphiptere yang berteriak tadi.
Rai mengayunkan pedangnya kearah Amphiptere itu dan dibalas dengan ayunan ekor, sehingga terjadi pertarungan antara pedang dengan ekor.
Namun, hal yang tidak terduga terjadi. Rai yang sebelumnya percaya diri bisa mengalahkan Amphiptere itu, justru terdesak oleh Amphiptere yang ia lawan.
Bang... Bruakk... Bug...
"Arghh... Kenapa dia bisa lebih kuat dariku?" gumam Rai.
"Itu karena kekuatanmu masih dibawah Amphiptere itu!" ucap Raiden yang menanggapi gumaman Rai tadi.
"Apa kau bilang? Dibawah kekuatannya? Tidak mungkin! Bukankah aku berada ditingkat Mortal King tahap Master? Seharusnya itu sudah cukup untuk membunuhnya! Bahkan, seorang Immortal General tahap Master pun bisa membuat Amphiptere itu cacat!" gerutu Rai.
"Hah... Tingkat kultivasimu turun sebanyak 10 tahap dan sekarang berada ditingkat Immortal General tahap Junior akibat racun kegelapan yang ada didalam tubuhmu. Seharusnya kau mengetahui itu, walaupun tidak bisa merasakan energi alam yang ada didalam tubuhmu!" balas Raiden.
"Benarkah? Hah... Aku tidak memeriksanya lagi sejak pertarungan terakhirku melawan Asmodeus!" ucap Rai.
"Sudahlah, lupakan masalah itu! Karena masalah baru akan datang jika pasukan Amphiptere itu menyerang lagi secara bersamaan!" ucap Raiden memperingatkan Rai.
"Baiklah! Karena kalian sudah membuatku kesal, maka rasakan teknik pedang dari sang 'Raja Pedang' ini!" teriak Rai.
"Teknik Pedang : Tiga Bayangan Pedang!" lanjutnya.
Setelah itu, tiga bayangan pedang katana berwarna hitam, putih dan ungu, muncul disekeliling Rai. Tiga bayangan pedang itu memancarkan aura yang berbeda dan sangat besar.
Bayangan pedang berwarna hitam, memancarkan aura membunuh yang kuat. Bayangan pedang berwarna putih, memancarkan aura kebijaksanaan. Sedangkan, bayangan pedang berwarna ungu, memancarkan aura petir ungu.
"Bayangan Pedang Pembunuh! Musnahkan mereka!" ucap Rai.
Seperti mengerti ucapan Rai, bayangan pedang berwarna hitam itu melesat maju kearah pasukan Amphiptere. Tidak ingin tinggal diam, pasukan Amphiptere itu kembali menyerang Rai dengan petir biru.
Namun, itu semua sia-sia. Karena semua serangan itu langsung diserap oleh bayangan pedang berwarna ungu. Hal ini membuat pasukan Amphiptere geram.
Mereka kembali menyerang Rai dengan serangan-serangan petir biru. Dan serangan itu kembali lenyap akibat diserap oleh bayangan pedang berwarna ungu.
Slash... Slash... Slash...
Zrat... Zrat... Zrat...
Crash... Crash... Crash...
__ADS_1
Bug... Bug... Bug...
Suara-suara seperti tebasan dan benda jatuh terdengar berulang kali. Semua Amphiptere yang mendengar itu, langsung mengalihkan pandangannya kearah sumber suara itu.
Alangkah terkejutnya mereka ketika melihat pembantaian yang dilakukan oleh bayangan pedang pembunuh. Mereka semakin marah dan langsung melesat kearah bayangan pedang pembunuh bermaksud menghentikannya.
"Heh, kalian pikir kalian bisa? Bayangan Pedang Kebijaksanaan! Hentikan mereka!" ucap Rai sembari mengulurkan tangannya kearah pasukan Amphiptere.
Bayangan pedang kebijaksanaan yang memiliki warna putih, melesat kearah pasukan Amphiptere dengan cepat. Bayangan pedang itu menghadang sisa pasukan Amphiptere agar tidak membantu anggota lainnya.
"GROOOAAAHHH!!!"
Salah satu Amphiptere melepaskan serangan kearah bayangan pedang. Namun, serangan itu dapat dipatahkan dengan mudah.
Melihat serangan kawannya yang gagal, Amphiptere lain juga melepaskan serangan kearah bayangan pedang kebijaksanaan. Tapi, lagi-lagi serangan mereka berhasil dipatahkan dengan mudah oleh bayangan pedang.
Tidak ingin tinggal diam, Rai kembali memerintahkan bayangan pedang kebijaksanaan untuk menyerang anggota pasukan Amphiptere yang dihadang.
Menanggapi perintah Rai, bayangan pedang kebijaksanaan itu, langsung melepaskan serangan kearah pasukan Amphiptere. Hingga kembali terjadi pembantaian.
Bzzzt... Bzzzt...
Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang tubuh Rai. Segera Rai memutar tubuhnya untuk melihat sumber suara itu. Dan ternyata, suara itu berasal dari bayangan pedang berwarna ungu yang terus mengeluarkan suara-suara seperti gesekan petir.
"Oh, ternyata kau tidak sabar ya?" tanya Rai ketika melihat bayangan pedang itu.
Bzzzt... Bzzzt...
Seperti mengerti ucapan Rai, bayangan pedang itu kembali mengeluarkan suara-suara yang sama seperti sebelumnya, "Baiklah, kau boleh ikut berpesta bersama mereka!" ucap Rai kemudian memutar kembali tubuhnya.
Bzzzt.... Bzzzt... Bzzzt...
Bayangan pedang petir itu, langsung melesat kearah pasukan Amphiptere yang sedang kesulitan dalam menghadapi dua bayangan pedang lainnya.
Kesulitan mereka bertambah, tatkala bayangan pedang petir ikut masuk kedalam acara pembantaian untuk membantai para Amphiptere itu.
Slash... Slash... Slash...
Zrat... Zrat... Zrat...
Crash... Crash... Crash...
Bug... Bug... Bug...
Bzzzt... Bzzzt... Bzzzt...
Bayangan pedang petir mengeluarkan suara berdecit setelah berhasil membunuh beberapa ekor Amphiptere. Decitan itu kemudian diikuti dengan aksi pembantaian lagi oleh ketiga bayangan pedang itu.
Ketiga bayangan pedang begitu senang ketika melihat pasukan Amphiptere tidak berkutik dihadapan mereka. Namun, kesenangan itu tidak dirasakan oleh Rai.
Dia justru menunjukkan raut wajah khawatir, karena merasakan adanya aura kuat yang sedang menuju tempatnya.
"Tiga Bayangan Pedang : Serangan Gabungan! Hanguskan mereka!" ucap Rai.
__ADS_1
Tiga bayangan pedang yang sebelumnya asyik melakukan pembantaian, kini berhenti bergerak dan berkumpul disatu tempat dengan membentuk formasi segitiga.
Ketiga bayangan pedang itu juga mengeluarkan energi yang sangat besar dan sangat menekan. Tiga energi berbeda yang berasal dari tiga bayangan berbeda itu, bergabung dan membentuk sebuah bola energi yang siap untuk ditembakkan.
Syuut...
DUARRR...
BOOOOMMM...
Sebuah ledakan besar terjadi ketika bola energi yang ditembakkan itu, mengenai pasukan Amphiptere. Ledakan itu bahkan menghanguskan puluhan pohon yang berada dalam radius 500 meter.
"Tiga bayangan pedang, kembali!" ucap Rai yang diikuti dengan menghilangnya tiga bayangan pedang itu.
"Teknik Pedang : 5 Pedang Alam!" lanjutnya.
Tiba-tiba, muncul lima pedang yang mengelilingi Rai dengan warna yang berbeda. Ada yang berwarna ungu, merah, kuning, biru dan hijau. Kelima pedang ini juga memiliki elemen yang berbeda.
Pedang ungu, memiliki elemen petir. Pedang merah, memiliki elemen api. Pedang kuning, memiliki elemen tanah. Pedang biru, memiliki elemen air. Pedang hijau, memiliki elemen angin.
"GROOOAAAHHH!!!"
Seekor Amphiptere raksasa yang sepertinya adalah pemimpin dari pasukan Amphiptere tadi, muncul dengan suara raungan yang menggelegar.
"Bos Amphiptere tingkat King tahap Kuning! Hmm... Sepertinya dia lawan yang mudah! Raiden bantu aku!" ujar Rai sambil mengeluarkan Sky Lightning Sword dari cincin penyimpanan.
"Hm! Aku akan membantu!" balad Raiden acuh.
" Lima Pedang Alam : Amukan Alam!" ucap Rai.
"Sambaran Petir Langit!" lanjutnya.
Lima pedang alam itu memancarkan energi masing-masing. Namun, energi ini tidak seperti biasanya. Energi yang terpancar dari kelima pedang itu, juga menimbulkan cuaca buruk.
Petir yang menyambar-nyambar. Angin yang membentuk tornado. Api yang muncul dari dalam tanah. Air danau yang membanjiri hutan. Dan tanah yang mencuat dimana-mana, merupakan sederet akibar yang timbul dari energi-energi yang muncul dari kelima pedang itu.
Ditambah dengan petir langit yang memancar dari Sky Lightning Sword, membuat suasana di Hutan Kabut Berdarah semakin mencekam.
"Mari cepat akhiri ini! Aku sudah tidak tahan dengan Amphiptere! Sudah cukup sekelompok Amphiptere yang melawanku! Bos Amphiptere itu tidak akan bisa!" ujar Rai.
"Serang!"
Syuut...
Blaaazztt...
BOOOOMMM...
Serangan gabungan dari lima pedang itu dan Rai menghasilkan ledakan besar yang langsung membunuh Amphiptere itu tanpa melakukan perlawanan.
"Hah... Merepotkan sekali! Raiden, aku akan beristirahat dulu! Kita lanjutkan perjalanan nanti!" ucap Rai.
"Baiklah! Beristirahatlah! Aku akan memeriksa sekitar sini dahulu!" balas Raiden kemudian keluar dari tubuh Rai dan pergi dari sana.
__ADS_1
"Rai, bagaimana dengan orang itu?" tanya Raiden.
"Oh, maksudmu Aaron? Tenang saja! Aku yakin dia masih hidup!" jawab Rai.